Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. (REUTERS/Andrew Kelly/File Photo ANTARA)

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. (REUTERS/Andrew Kelly/File Photo ANTARA)

Wall Street Turun Ditekan Lonjakan Covid-19

Rabu, 18 November 2020 | 06:55 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street turun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor khawatir dengan terus melonjaknya kasus Covid-19 yang bisa mengancam penguncian ekonomi.

Selain itu, data penjualan ritel yang lemah meredam euforia yang disebabkan oleh potensi terobosan vaksin.

Dow Jones Industrial Average turun 167,09 poin, atau 0,56% menjadi 29.783,35, S&P 500 kehilangan 17,38 poin, atau 0,48% menjadi 3.609,53 dan Nasdaq Composite turun 24,79 poin, atau 0,21% menjadi 11.899,34.

Aksi jual pada Selasa merupakan pembalikan arah dari reli hari Senin, di mana blue-chip Dow mencapai rekor penutupan tertinggi pertama sejak sebelum pandemi.

Penurunan Nasdaq dibatasi oleh lonjakan saham Tesla Inc, dan saham-saham berkapitalisasi kecil, dengan Russell 2000 mencapai rekor penutupan tertinggi baru.

Reli hari Senin dipicu oleh pengumuman Moderna Inc bahwa kandidat vaksin Covid-19 tampaknya 94,5% efektif dalam mencegah infeksi. Tetapi lonjakan kasus virus korona baru-baru ini di seluruh Amerika Serikat telah menyebabkan beberapa gubernur memberlakukan pembatasan baru untuk mencegah penyakit itu tidak terkendali.

“Ini akan menjadi vaksin versus virus, bolak-balik sampai kita mencapai titik di mana vaksin itu diluncurkan,” kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.

Laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan pengeluaran melambat meski sudah mendekati musim belanja liburan. Angka penjualan ritel naik 0,3% bulan Oktober lalu, di bawah estimasi survei ekonom Dow Jones 0,5%.

Saham perusahaan farmasi melemah setelah Amazon meluncurkan unit usaha farmasi yang memberikan layanan antar obat gratis bagi pengguna Amazon Prime. Walgreens turun 9,6% dan CVS turun 8,6%, sementara Amazon naik 0,2%.

Home Depot turun 2,5% meskipun penjualan triwulan ketiga naik 24% ditopang meningkatnya permintaan renovasi rumah. Walmart juga turun 2% walapupun laporan keuangannya lebih baik dari perkiraan.

Tesla naik 8,2% setelah produsen mobil listrik itu mengumumkan akan bergabung dengan indeks S&P 500 21 Desember nanti.

Sementara itu, musim laporan laba kuartal ketiga sedang dalam tahap terakhir, dengan 465 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 84,5% telah melampaui perkiraan konsensus, menurut data Refinitiv.


 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN