Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria dengan ponsel di Wall Street, Manhattan, New York City. ANTARA/Shutterstock/pri

Seorang pria dengan ponsel di Wall Street, Manhattan, New York City. ANTARA/Shutterstock/pri

Wall Street Turun Tertekan Ketidakpastian Stimulus

Kamis, 15 Oktober 2020 | 05:57 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) turun, tertekan ketidakpastian stimulus untuk bantuan yang terdampak Covid-19. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, kesepakatan sulit dicapai sebelum Pemilihan Presiden AS 3 November.

Menurut Mnuchin, kedua belah pihak masih terpisah jauh dalam masalah tertentu, meski telah banyak membuat kemajuan di beberapa bidang. Sebelumnya, Gedung Putih menawar paket stimulus sebesar $ 1,8 triliun dariyang diajukan DPR sebesar $ 2,2 triliun.

Dow Jones Industrial Average turun 165,81 poin, atau 0,6%, pada 28.514. S&P 500 ditutup 0,7% terkoreksi 3.488,67, dan Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 11.768,73.

"Investor terus bereaksi terhadap perkembangan diskusi stimulus. Kesenjangan antara  DPR dan Gedung Putih telah menyempit menjadi sekitar $ 400 miliar. Masih ada perbedaan terkait pendanaan pemerintah negara bagian dan lokal, bantuan perawatan kesehatan dan kredit pajak pembagian tetap ada,” kata Mark Hackett, kepala penelitian investasi di Nationwide.

Saham Amazon turun lebih dari 2% memimpin penurunan saham-saham teknologi. Facebook dan Netflix masing-masing turun 1,6% dan 2,3%, serta Microsoft turun 0,9%.

Di sisi lain, rata-rata saham bluechips menguat karena investor mencermati musim laporan keuangan. Goldman Sachs melaporkan pendapatan kuartalan yang jauh lebih baik dari yang diharapkan. Hasil perusahaan sebagian besar didorong oleh pendapatan perdagangan obligas.

Sementara itu, pendapatan Bank of America meleset dari perkiraan analis yang membuat saham turun 5,3%. Hal yang sama terjadi pada saham Well Fargo yang merosot 6%

Indeks Wall Street terkoreksi dalam dua hari ini, menghentikan reli dalam empat hari sebelumnya. Penurunan dimulai Selasa setelah Eli Lilly menghentikan uji coba pengobatan antibodi virus korona, berita yang mengikuti pengumuman Johnson & Johnson sebelumnya yang menghentikan uji coba vaksinnya karena masalah keamanan.

Meski pada Selasa dan Rabu indeks utama Wall Street terkoreksi, secara keseluruhan pada Oktober Dow naik 2,6% sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 3,7% dan 5,4%.

"Pasar sekarang mengharapkan pemilu yang lancar, stimulus besar, pandemi berakhir, dan ekonomi kembali normal pada 2019 atau awal tahun depan," kata Brad McMillan, kepala investasi di Commonwealth Financial senilai $ 200 miliar. Jaringan.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN