Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Walmart. ( Foto: NurPhoto via Getty Images )

Walmart. ( Foto: NurPhoto via Getty Images )

Walmart Anggarkan US$ 350 M Beli Produk Buatan AS

Kamis, 4 Maret 2021 | 06:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Walmart pada Rabu (3/3) mengumumkan tambahan anggaran sebesar US$ 350 miliar selama 10 tahun ke depan untuk membeli produk-produk yang dibuat, dibangun, atau dirakit di Amerika Serikat (AS).

Hingga tahun fiskal terakhir, Walmart menyatakan bahwa hampir dua pertiga produk yang dijual di gerai-gerainya adalah yang dibuat, dirakit, atau dibangun di AS.

Bersamaan dengan rencana tersebut, produk-produk buatan AS akan menjadi bagian yang lebih besar lagi dalam rantai pasokan Walmart. Raksasa ritel AS ini menyatakan akan fokus membeli lebih banyak bahan dan barang jadi dari para pemanufaktur domestik. Termasuk plastik, tekstil, obat-obatan dan peralatan medis, makanan olahan, serta peralatan listrik ringan.

Peritel terbesar duina dari sisi pendapatan ini sebelumnya dikritik para aktivis buruh dan pihak-pihak lain karena menurunkan harga, sehingga makin banyak produksi serta lapangan kerja yang lari ke luar negeri. Walmart merespons kritik tersebut pada 2013 dengan berjanji untuk membeli produk-produk AS senilai US$ 250 miliar hingga 2023. Pengumuman pada Rabu tersebut adalah keberlanjutan dari komitmen sebelumnya itu.

Selama beberapa tahun terakhir, Walmart membuat cara-cara baru agar para pemasok AS dapat masuk ke gerai-gerai maupun situsnya. Walmart juga menggelar acara tahunan Panggilan Terbuka, yang mana para pengusaha kecil dapat menawarkan produk-produknya.

Selain itu, Walmart membuat situs khusus agar para pemasok Walmart dapat belajar bagaimana caranya kembali berproduksi di AS.

Tapi Walmart juga tetap mendapatkan sorotan. Pada 2015, Walmart menghilangkan logo made in USA di produk-produknya. Karena hasil penyelidikan Komisi Perdagangan Federal AS atau FTC dan sebuah kelompok pengawas mendapati bahwa barang-barangnya bukan buatan AS.

Sekarang, Walmart menjelaskan berapa persen kandungan lokal dari sebuah produk yang dijualnya. Dalam pengumuman di situsnya, Rabu, CEO Walmart John Furner mengatakan, langkah yang ditempuh perusahaannya itu akan menguntungkan ekonomi maupun lingkungan.

“Ini akan mengurangi jejak karbon perusahaan karena sumber barang-barangnya semakin dekat dengan konsumen, juga menciptakan permintaan lebih banyak terhadap lapangan kerja dan membuka peluang bagi lebih banyak pengusaha di AS untuk menjadi pemasok atau pun pemasar barang-barang Walmart,” tutur dia, seperti dikutip CNBC.

Furner juga mengungkapkan bahwa tambahan belanja itu akan mendukung lebih dari 750.000 lapangan kerja baru di AS. Ini didasarkan pada hasil studi Walmart bersama Boston Consulting Group dengan data dari Economic Policy Institute serta Bureau of Labor statistics.

Lebih dari itu, keputusan tersebut juga berdasarkan respons konsumen. Hasil survei Walmart pada 2019 menunjukkan bahwa lebih dari 85% konsumen mengatakan Walmart sebaiknya lebih banyak menjual produk yang dibuat atau dirakit di AS.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN