Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria tengah berjalan melewati logo WeWork - sebuah perusahaan rintisan penyedia ruang kerja bersama asal Amerika Serikat (AS) - di Tokyo, Jepang pada 18 Mei 2020. ( Foto: KAZUHIRO NOGI / AFP )

Seorang pria tengah berjalan melewati logo WeWork - sebuah perusahaan rintisan penyedia ruang kerja bersama asal Amerika Serikat (AS) - di Tokyo, Jepang pada 18 Mei 2020. ( Foto: KAZUHIRO NOGI / AFP )

WeWork Janji Tahun Depan Arus Kas Positif

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:33 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Perusahaan rintisan (start-up) penyedia ruang kerja bersama, yang sedang dilanda masalah, WeWork menargetkan arus kas perusahaan positif pada tahun depan. Demikian disampaikan Chairman Executive Marcelo Claure kepada surat kabar Financial Times (FT), Minggu (12/7) waktu setempat, seraya memuji perubahan yang sudah dilakukan perusahaannya.

“Semua orang berpikir WeWork adalah misi yang mustahil. Bahwa kami memiliki nihil kesempatan. Dan sekarang, satu tahun dari sekarang, Anda akan melihat WeWork menjadi usaha yang menguntungkan dengan beragam aset yang luar biasa,” ujar Claure.

Menurut Claure, kebangkitan perusahaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) itu lebih cepat dari jadwal setelah memangkas 8.000 tenaga kerjanya, menegosiasikan kembali sewa dan menjual aset.

Dia juga menunjukkan adanya permintaan kuat untuk ruang-ruang kerja fleksibel sejak awal pandemi virus corona. Hal ini dikarenakan, perusahaan-perusahaan mencari kantor satelit kecil yang lokasinya berada di dekat tempat karyawan tinggal.

Perusahaan yang didukung oleh SoftBank Group Corp., asal Jepang itu, pernah mendapat pujian sebagai unicorn yang mempesona bernilai US$ 47 miliar. Namun, hal tersebut berubah ketika perusahaan asal AS itu kehabisan uang tunai dan membatalkan penawaran sahamnya pada 2019. Bahkan, pada saat itu, sang pendiri Adam Neumann diminta keluar.

Selama penerapan masa karantina (lockdown) terkait pandemi virus corona Covid-19, beberapa penyewa ruangan di WeWork sempat menolak membayar uang sewa. Tetapi, Claure mengatakan bahwa Mastercard, ByteDance, Microsoft dan Citigroup baru-baru ini telah menandatangani perjanjian sewa dengan WeWork.

Tetapi, tetap saja masih ada beberapa penyewa yang membatalkan sewa mereka atau gagal membayar sewa karena pandemi Covid-19 memengaruhi bisnis secara global. Alhasil, WeWork telah kehilangan keuntungan sebanyak US$ 482 juta antara Januari dan Maret saja. (afp)


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN