Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Covishield India buatan Oxford-AstraZeneca, vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE, vaksin Sputnik V buatan Rusia, dan vaksin Sinopharm Group Co. ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Covishield India buatan Oxford-AstraZeneca, vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE, vaksin Sputnik V buatan Rusia, dan vaksin Sinopharm Group Co. ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

WHO Ajak AS Berbagi Vaksin Covid

Sabtu, 15 Mei 2021 | 15:17 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Jumat, bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk berbagi vaksin dengan skema COVAX internasional.

Rencana tersebut bertujuan untuk membantu negara-negara miskin yang membutuhkan, yang tidak memiliki sarana untuk memperoleh dosis yang cukup untuk mengatasi sendiri penyebaran virus corona.

"Mereka menyadari bahwa berbagi dosis tersebut dapat membantu memastikan dampak yang lebih besar secara keseluruhan," kata Bruce Aylward, seorang penasihat senior WHO, dalam pengarahan virtual di Jenewa. "Mereka ingin siap ketika dosisnya sudah siap," ujarnya seperti dilansir ShareCast.com, Jumat (14/5).

Jumlah kasus virus korona AS terus turun dengan stabil, dengan laporan rata-rata 2,2 juta vaksinasi harian selama tujuh hari terakhir, seperti yang dipublikasikan oleh pemerintah federal. Lebih dari 46% populasi negara telah menerima setidaknya satu suntikan.

Jumlah kasus diperkirakan akan menurun lebih jauh selama beberapa minggu ke depan karena Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menandatangani perluasan penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech untuk anak usia 12 hingga 15 tahun.

Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus harian telah menurun 5% atau lebih di lebih dari 40 negara bagian.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN