Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peniliti dari LIPI melakukan uji laboratorium penemuan obat herbal di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten,   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peniliti dari LIPI melakukan uji laboratorium penemuan obat herbal di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

WHO Dorong Protokol Uji Obat Herbal

Senin, 21 September 2020 | 07:16 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BRAZZAVILLE, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada Sabtu (20/9) mendukung protokol uji obat herbal Afrika, sebagai potensi pengobatan melawan virus corona dan epidemi- epidemi lainnya.

Pandemi virus corona Covid-19 di dunia saat ini juga memunculkan isu tentang penggunaan obat tradisional.

Di samping obat-obatan medis. Dukungan WHO tersebut adalah bagi pengujian dengan kriteria yang sama dengan yang digunakan untuk molekul-molekul yang dikembangkan di laboratorium- laboratorium di Asia, Eropa, atau Amerika.

Dukungan ini keluar setelah beberapa bulan sebelumnya, Presiden Madagaskar Andr y Rajoelina mengusulkan minum artemisia. Tanaman yang sudah terbukti ampuh untuk mengobati malaria. Tapi usulannya itu mendulang banyak kecaman.

Plang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terpampang di markasnya yang terletak di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )
Plang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terpampang di markasnya yang terletak di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Pada Sabtu, para pakar WHO dan para koleganya dari dua organisasi lain mendukung protokol untuk uji klinis fase tiga obat herbal untuk Covid-19. Juga izin serta ketentuan referensi untuk penyusunan data serta majelis pengawasan keselamatan bagi uji klinis obat herbal.

Menurut WHO, uji klinis fase tiga ini sangat penting untuk menguji keselamatan dan keampuhan produk medis baru itu secara keseluruhan.

“Jika produk obat tradisional terbukti aman, mujarab, dan secara kualitas terjamin, WHO akan merekomendasikannya untuk diproduksi secara lokal, cepat dan skala besar,” kata Prosper Tumusiime, direktur regional WHO, seperti dilansir AFP dari Brazzaville, Kongo.

Dua organisasi yang menjadi mitra WHO tersebut adalah Africa Centre for Disease Control and Prevention dan African Union Commission for Social Affairs.

“Kemunculan Covid-19, sebagaimana wabah Ebola di Afrika Barat, menggarisbawahi perlunya penguatan sistem kesehatan dan percepatan program- program penelitian serta pengembangan, termasuk dalam bidang obat tradisional,” tambah Tumusiime.

Ia tidak secara khusus merujuk pada minuman Covid-Organics atau CVO. Yang digaungkan oleh Rajoelina bisa menjadi obat bagi virus tersebut. Minuman itu sudah dipasarkan secara luas di Madagaskar dan dijual kepada beberapa negara lain, terutama di Afrika.

Pada Mei 2020, Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti mengatakan bahwa pemerintah negara-negara Afrika berkomitmen menggunakan terapi-terapi tradisional melalui uji klinis yang sama dengan cara pengobatan yang lain.

“Yang dapat dipahami adalah kebutuhan dan dorongan untuk menemukan sesuatu yang dapat membantu. Tapi kami akan sangat mendorong proses keilmuan ini di semua pemerintah yang ikut membuat komitmen,” kata Moeti. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN