Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

WHO Dukung Pengobatan Antibodi Covid-19

Sabtu, 25 September 2021 | 06:52 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (24/9) merekomendasikan pengobatan antibodi sintetis Regeneron untuk Covid-19. Namun, terapi tersebut hanya diterapkan pada pasien dengan profil kesehatan tertentu.

 

Pasien Covid-19 tidak parah yang tetap berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dapat mengambil pengobatan antibodi, seperti halnya pasien yang sakit kritis. Adapun pasien kritis tidak dapat meningkatkan respons imun yang memadai, menurut temuan yang dipublikasikan WHO di jurnal riset medis BMJ.

Regeneron adalah pengobatan ketiga untuk Covid-19 yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan global tersebut, yang menambahkannya ke pedoman WHO tentang obat-obatan untuk Covid-19.

Pada Juli 2021, WHO memberikan otoritasi kelas obat yang bertindak untuk menekan reaksi berlebihan yang berbahaya dari kekebalan tubuh virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Obat-obatan ini bekerja dengan baik bersama-sama dengan kortikosteroid, yang pertama kali direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan oleh pasien Covid-19 pada september 2020.

Koktail Regeneron dari antibodi sintetis, casirivimab dan imdevimab, telah ditemukan untuk mengurangi risiko rawat inap untuk pasien Covid-19 yang tidak divaksinasi, lanjut usia, atau imunosupresi. Menurut jurnal BMJ, penggunaan obat tersebut berdasarkan tiga uji klinis yang belum ditinjau ulang.

Untuk kategori pasien kedua yang dicakup oleh rekomendasi baru WHO, percobaan lain telah melaporkan pengurangan jumlah kematian. Selain itu, jumlah kasus yang membutuhkan ventilasi mekanis menurun untuk pasien-pasien yang memakai obat.

"Untuk semua pasien Covid-19 lainnya, manfaat apa pun dari pengobatan antibodi ini sepertinya tidak akan berarti," tutur WHO, yang dikutip AFP.

Ronapreve dirancang oleh perusahaan biotek Regeneron dan dipasarkan oleh raksasa farmasi Roche. Perawatan ini telah diberikan kepada mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama terpapar virus corona.

Ketika digunakan bersama-sama, antibodi monoklonal casirivimab dan imdevimab mengikat lonjakan protein SARS-CoV-2, menetralkan kemampuan virus untuk menginfeksi sel.

"(WHO) menyambut penambahan terapi lain ke gudang senjata dunia melawan Covid-19," jelas organisasi tersebut.

Tetapi pihaknya juga menyatakan keprihatinan tentang dampak harga tinggi pada ketimpangan kesehatan.

"Mengingat biaya tinggi dan ketersediaan rendah dari terapi kombinasi, (badan kesehatan global) UNITAID bernegosiasi dengan Roche Pharmaceutical untuk harga yang lebih rendah dan distribusi yang merata di semua wilayah. Terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata WHO dalam pernyataan terpisah.

Lebih lanjut, WHO menyatakan sedang berdiskusi dengan perusahaan untuk donasi dan distribusi obat melalui badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak atau Unicef.

Otoritas kesehatan PBB juga meminta produsen lain untuk menyerahkan versi obat "bio-similar" untuk persetujuan.

Pada Juli 2021, Jepang telah menjadi negara pertama yang sepenuhnya menyetujui pengobatan antibodi Regeneron untuk pasien dengan Covid-19 ringan hingga sedang.

Kombinasi antibodi tersebut telah diizinkan untuk penggunaan darurat atau pandemi sementara di sejumlah negara dan wilayah, termasuk di Uni Eropa, Amerika Serikat, India, Swiss, dan Kanada.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN