Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
WHO

WHO

WHO: Epidemi Korona Berada di Titik Menentukan

Happy Amanda Amalia, Jumat, 28 Februari 2020 | 08:24 WIB

JENEWA, investor.id – Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa epidemi virus korona jenis COVID-19 telah berada pada titik yang menentukan secara global. Dia pun mendesak negara-negara yang terkena dampak agar segera bergerak cepat untuk mengatasi penyakit ini.

“Kita berada pada titik yang menentukan. Jika Anda bertindak agresif sekarang, Anda dapat mengatasi virus ini, Anda dapat mencegah orang sakit, Anda dapat menyelamatkan nyawa,” ujar dia pada Kamis (27/2).

Sementara itu, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michelle Bachelet menyampaikan, bahwa proses karantina yang dilakukan negara-negara seharusnya hanya untuk melawan virus korona baru yang mematikan, dan benar-benar dibutuhkan, serta harus menghormati hak-hak mereka yang berada dalam isolasi.

Di hadapan dewan HAM PBB, Bachelet juga melontarkan pujian terhadap tim medis di seluruh dunia yang telah bekerja untuk mengendalikan penyebaran wabah COVID-19, yang sudah merenggut lebih dari 2.700 jiwa dan menginfeksi lebih dari 80.000 di seluruh dunia.

Sebaran virus Korona per Kamis (27/2/2020). Sumber: CNBC
Sebaran virus Korona per Kamis (27/2/2020). Sumber: CNBC

Tetapi dia menuturkan, bahwa diperlukan rasa hormat terhadap hak asasi manusia guna memandu respon. “Semua tindakan kesehatan masyarakat harus dilakukan tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun,” pungkas dia.

Bachelet menambahkan, epidemic yang sedang berlangsung – yang berawal dari Tiongkok – telah memicu gelombang prasangka yang mengganggu bagi masyarakat etnis Tiongkok dan Asia Timur. Dia pun secara khusus menyuarakan keprihatinannya soal meluasnya penggunaan karantina untuk menghentikan penyebaran virus.

“Karantina yang membatasi hak kebebasan bergerak harus proporsional dengan risiko, terikat waktu dan aman. Hak-hak mereka yang berada di bawah karantina harus dilindungi, termasuk hak atas makanan dan air bersih, hak untuk diperlakukan secara manusiawi, akses ke perawatan kesehatan, hak untuk mendapat informasi dan kebebasan berekspresi,” jelasnya.

Dia juga menyuarakan keprihatinan serius terhadap orang-orang dalam kelompok rentan yang hidup di lembagalembaga kolektif, karena banyak orangorang lanjut usia yang dirampas kebebasannya – yang disebut-sebut cenderung lebih rentan terjangkit infeksi.

Pernyataan Bachelet itu muncul ketika sejumlah negara mengambil langkah drastis untuk mengkarantina orang sakit guna menghentikan penyebaran virus. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN