Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kasus Baru Harian Covid-19 di Indonesia, 20 Mei 2020. Sumber: Beritasatu Research

Kasus Baru Harian Covid-19 di Indonesia, 20 Mei 2020. Sumber: Beritasatu Research

WHO: Kasus Covid-19 Baru Melonjak

Listyorini, Kamis, 21 Mei 2020 | 06:48 WIB

JAKARTA, Investor.id - Jumlah kasus virus corona (Covid-19) baru di seluruh dunia mencapai rekor harian pada minggu ini dengan lebih dari 100.000 kasus baru selama 24 jam terakhir, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hampir dua pertiga dari kasus baru tersebut dilaporkan hanya terjadi di empat negara, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu (Kamis pagi WIB).

"Kami masih memiliki jalan panjang untuk menghadapi pandemi ini,” katanya di Jenwa, Kantor Pusat WHO. Mayoritas kasus baru yang dikonfirmasi datang dari Amerika, diikuti oleh Eropa, menurut laporan harian WHO.

AS melaporkan 45.251 kasus baru pada hari Selasa, dan Rusia memiliki kasus Covid-19 gelombang kedua sebanyak 9.263 pada hari yang sama. Sekarang ada hampir 5 juta kasus global dan sekitar 325.000 kematian sejak virus itu muncul di Wuhan, Tiongkok.

WHO telah memperingatkan para pemimpin dunia bahwa "tidak akan kembali ke bisnis seperti biasa" setelah wabah Covid-19. Pandemi ini telah menjungkirbalikkan ekonomi dan mendatangkan malapetaka di hampir setiap negara di seluruh dunia.

Badan tersebut telah mengatakan perlunya mengelola negara di tengah pandemi mengingat virus corona masih terjadi. WHO menjelaskan, kasus Covid-19 telah menurun di beberapa negara, tetapi memuncak di negara lain, dan bangkit kembali di daerah di mana pandemi Covid-19 sudah terkendali.

Langkah pembatasan sosial diberlakukan di banyak negara untuk memperlambat penyebaran Covid-19 dan beberapa telah berhasil. Tetapi, virus tetap "sangat berbahaya," kata para pejabat WHO.

Data saat ini menunjukkan "sebagian besar populasi dunia tetap rentan," sehingga wabah dapat dengan mudah "menyala kembali."

Tedros mengatakan WHO "sangat prihatin" tentang peningkatan kasus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut WHO, Korea Selatan telah "mengesankan," dan berpengalaan dalam menangani virus MERS dengan menerapkan strategi komprehensif untuk menemukan, mengisolasi, menguji & merawat setiap kasus, dan melacak setiap kontak."

"Ini sangat penting bagi Republik Korea membatasi gelombang pertama dan sekarang dengan cepat mampu mengidentifikasi wabah baru," katanya.

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN