Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah truk berpendingin berisi vaksin virus corona Covid-19 melakukan pengiriman pertama melalui program Covax Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu daerah-daerah miskin di kota Ramallah,, Tepi Barat, pada 17 Maret 2021. ( Foto: ABBAS MOMANI / AFP )

Sebuah truk berpendingin berisi vaksin virus corona Covid-19 melakukan pengiriman pertama melalui program Covax Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu daerah-daerah miskin di kota Ramallah,, Tepi Barat, pada 17 Maret 2021. ( Foto: ABBAS MOMANI / AFP )

WHO: Sumbangan 250 Juta Dosis Segera Datang

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:48 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sumbangan 250 juta dosis vaksin Covid-19 akan diterima oleh Covax dalam enam hingga delapan pekan ke depan. Tambahan dosis vaksin itu akan menjadi dorongan besar untuk skema Covax, yang sejauh ini telah mengirimkan 152 juta dosis vaksin ke 137 negara dan teritori yang berpartisipasi. Program tersebut bertujuan memastikan negara-negara miskin mendapatkan vaksin Covid-19.

Dalam laporan operasional mingguan, dalam pertemuan Tim Manajemen Krisis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WHO melaporkan bahwa akan ada peningkatan sumbangan vaksin ke skema Covax.

"Diproyeksikan tambahan 250 juta vaksin (akan datang) dalam enam sampai delapan minggu ke depan," menurut pernyataan WHO yang dirilis Rabu (27/7).

Covax dipimpin bersama oleh WHO, aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Unicef menggunakan keahlian logistik vaksinnya untuk menangani pengiriman lewat udara.

Di bawah Covax, sebanyak 92 negara termiskin dapat mengakses vaksin secara gratis dengan donor menanggung biayanya.

Pabrik Serum Institute of India, yang memproduksi dosis vaksin AstraZeneca, seharusnya menjadi tulang punggung awal dari rantai pasokan Covax. Tetapi pemerintah India telah membatasi ekspor untuk memerangi lonjakan virus corona di dalam negeri yang menghancurkan berbagai sektor domestik.

Menyusul masalah pengiriman tersebut, Covax semakin bergantung pada dosis yang disumbangkan dari negara-negara kaya yang telah membeli lebih banyak dari yang mereka butuhkan.

"Permintaan vaksin global jauh melebihi pasokan, membuat jutaan orang yang paling rentan tidak terlindungi. Sementara cakupan vaksin yang lebih tinggi di seluruh dunia adalah salah satu perisai terbaik kita terhadap varian baru," kata CEO Gavi Seth Berkley.

Ketimpangan Vaksin

WHO telah mengamuk melawan ketidakseimbangan drastis dalam akses ke vaksin Covid-19 antara negara kaya dan yang lebih miskin.

Sementara beberapa negara sedang mempertimbangkan untuk memvaksinasi anak-anak dan memberikan suntikan booster, negara lain sejauh ini masih tidak dapat memvaksinasi orang tua sebagai kelompok usia yang paling rentan terkena penyakit serius maupun pekerja perawatan kesehatan.

Menurut perhitungan AFP, hampir empat miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan di seluruh dunia setidaknya di 216 negara dan teritori.

Di negara-negara berpenghasilan tinggi, seperti yang dikategorikan oleh Bank Dunia, 96,7 dosis telah diberikan per 100 penduduk. Sebagian besar vaksin Covid-19 membutuhkan dua suntikan untuk memberikan perlindungan penuh.

Angka itu hanya 1,6 dosis per 100 orang di 29 negara berpenghasilan terendah. Tanzania akan mulai meluncurkan vaksinasi pada Rabu, hanya menyisakan Burundi, Eritrea, Haiti, dan Korea Utara sebagai negara-negara yang belum memulai kampanye imunisasi Covid-19 mereka.

Pada Sabtu (24/7) Tanzania menerima pengiriman dosis pertamanya. Lebih dari satu juta dosis vaksin Johnson & Johnson disumbangkan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui program Covax.

Secara total untuk periode 2021-2022, Covax mengharapkan setidaknya 610 juta dosis dapat disumbangkan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 260 juta dosis berasal dari Amerika Serikat, 200 juta dosis dari negara-negara Uni Eropa, 80 juta dosis dari Inggris, serta sekitar 30 juta masing-masing dari Kanada dan Jepang.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN