Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru bicara Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Keith Rockwell. ( Foto: ADEK BERRY/AFP via Getty Images )

Juru bicara Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Keith Rockwell. ( Foto: ADEK BERRY/AFP via Getty Images )

WTO Gagal Sepakati Dirjen Sementara

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 07:43 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization ( WTO) menyampaikan bahwa para anggotanya gagal menyepakati penunjukan salah satu dari empat wakil direktur jenderal (dirjen) untuk memimpin WTO sementara waktu.

Kebuntuan itu terjadi di tengah situasi WTO yang telah terperosok dalam negosiasi perdagangan yang tersendat tanpa harapan. Hal ini diperparah dengan lonjakan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dan di saat dunia sedang dihadapkan pada kemerosotan ekonomi global yang dipicu oleh pandemi virus corona Covid-19.

“Kami tidak bisa memperoleh konsensus. Rasa frustrasi ini muncul akibat ketidakmampuan untuk mendapatkan konsensus tentang pekerjaan administrasi yang akan berlangsung beberapa bulan,” ujar juru bicara WTO Keith Rockwell, dalam konferensi pers Jumat (30/7).

Menurut pedoman WTO, salah satu dari empat wakil dirjen harus dipilih untuk memegang kendali sampai direktur jenderal yang baru mengambil alih.

Ada pun para wakil dirjen WTO, terdiri atas Yonov Frederick Agah dari Nigeria, Karl Brauner dari Jerman, Yi Xiaozhun dari Tiongkok, dan Alan Wolff dari Amerika Serikat. Tiga wakil dirjen pertama diketahui telah menjabat sejak 2013, sedangkan Wolff sejak 2017.

Di sisi lain, terdapat delapan kandidat yang sedang bersaing untuk mengisi posisi Dirjen WTO, Roberto Azevedo yang mundur pada akhir Agustus.

Dalam perjalanan proses pemilihan, kedelapan kandidat dirjen WTOakan dikurangi menjadi lima hingga hanya tersisa dua kandidat. Sementara itu, proses konsensus diperkirakan berlangsung sampai pertengahan November.

Mengingat berbagai krisis yang melanda WTO, organisasi perdagangan itu dapat dibiarkan tanpa ada yang memimpin, jika gagal menemukan pengganti sebelum Azevedo mundur. Seperti diketahui, WTO mempercepat proses pemilihan ketua WTO untuk menggantikan Azevedo.

Sebelumnya pada pertengahan Mei tahun ini, Azevedo (62 tahun) mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan akan mengakhiri masa jabatan empat tahunnya yang kedua lebih awal, pada Agustus karena alasan pribadi.

Politisasi AS

Namun, proses pemilihan yang seharusnya berjalan lancar telah diperumit oleh tindakan “politisasi” AS. Demikian menurut sumber diplomatik

“Dewan Umum WTO mulai membahas masalah itu sejak pekan lalu, dan sebagian besar mengharapkan keputusan yang cepat. Tetapi semua terkejut ketika Amerika Serikat mengubahnya menjadi masalah politik, kata seorang diplomat perdagangan yang berbasis di Jenewa, Swiss, kepada AFP, Kamis (30/7).

Ketika para delegasi memberitahukan kepada ketua Dewan Umum David Walker, mengenai wakil dirjen mana yang diinginkan untuk mengambil alih tugas sementara waktu, “biasanya yang ditanyakan adalah hal-hal seputar kebangsaan, pengalaman dan tugas yang mereka lakukan.

“Ini bukan hal yang mengejutkan, kalau masalah politik mungkin menjadi bagian dari proses ini,” pungkas Rockwell. Saat berbicara kepada para anggota, Azevedo menyampaikan kekecewaan karena mereka tidak dapat memutuskan seorang direktur jenderal bertindak,” ujar Rockwell, Jumat.

Sebelumnya, pada Kamis, salah seorang diplomat perdagangan yang berbasis di Jenewa mengungkapkan, bahwa kegagalan untuk menyepakati pemimpin sementara tidak akan memicu krisis praktis, karena keempat wakil hanya akan terus menangani bidang-bidang yang sudah mereka tangani.

Dan Dewan Umum dapat mengedepankan masalah-masalah luar biasa yang memerlukan perhatian mendesak langsung untuk keanggotaan.

“Masalahnya adalah, ini adalah gejala konflik dalam keanggotaan yang muncul dan berdampak bahkan dalam masalah yang paling rutin dan sehari-hari. Orang-orang jengkel karena masalah langsung seperti itu dapat dipolitisasi dengan cara ini,” tutur diplomat itu.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan bersedia menerima kompromi di mana akan ada rotasi tiap bulan antara Wolff dan Brauner sampai direktur jenderal tetap terpilih.

“Gagasan bahwa AS menemui jalan buntu adalah salah. Tidak ada yang mendapatkan pekerjaan ini secara otomatis,” tambah salah seorang pejabat senior AS, kepada AFP. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN