Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping. ( Foto: Wang Zhao / Reuters )

Presiden Tiongkok Xi Jinping. ( Foto: Wang Zhao / Reuters )

Xi Jinping akan Hadir di Pertemuan Iklimnya Biden

Kamis, 22 April 2021 | 06:51 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menghadiri pertemuan puncak virtual tentang iklim yang akan dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhir pekan ini. Pada pertemuan itu, negara-negara penghasil polusi terbesar di dunia diperkiarkan mencari kesamaan tentang bagaimana mengatasi dampak-dampak perubahan iklim.

Biden telah mengundang 40 pemimpin dunia, termasuk Xi dan Vladimir Putin dari Rusia ke pertemuan yang dimulai bertepatan dengan Hari Bumi. Pertemuan itu dimaksudkan untuk menandai kembalinya AS ke garis depan perang melawan perubahan iklim, setelah sebelumnya presiden Donald Trump melepaskan negaranya dari proses tersebut.

Pertemuan virtual ini akan menjadi pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak Biden menjadi presiden. “Xi akan memberikan pidato penting pada pertemuan itu,” kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, yang dikuip AFP.

Beberapa hari sebelumnya utusan iklim AS John Kerry melakukan perjalanan ke Shanghai, pejabat pertama dari pemerintahan Biden yang mengunjungi Tiongkok.

Kerry dan mitranya dari Tiongkok Xie Zhenhua mengatakan, keduanya berkomitmen untuk bekerja sama dalam menangani krisis iklim, bahkan ketika ketegangan politik tetap ada di berbagai bidang lainnya.

Janji Pemerintah AS dan Tiongkok untuk bekerja sama muncul di tengah kesedihan atas tuduhan tentang kebijakan Tiongkok di Hong Kong dan perlakuannya terhadap kaum Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang. Kritik tersebut ditolak oleh Tiongkok, menyebut AS campur tangan dalam urusan dalam negerinya.

Tidak ada solusi global untuk perubahan iklim yang mungkin terjadi tanpa AS dan Tiongkok, karena dua ekonomi tersebut menjadi yang teratas di dunia. Kedua negara juga bersama-sama menyumbang hampir setengah dari total emisi gas rumah kaca dunia.

Prioritas Lagi

Biden telah menjadikan penanganan perubahan iklim sebagai prioritas utama lagi pemerintah AS. Bertolak belakang dengan pemerintahan Trump yang dianggap sangat dekat dengan industri bahan bakar fosil.

AS telah bergabung kembali dengan Pakta Iklim Paris 2015, yang dirundingkan oleh Kerry saat menjadi menteri luar negeri. Sejalan dengan itu, negara-negara berkomitmen akan mengambil tindakan untuk menjaga kenaikan suhu tidak lebih dari dua derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Tiongkok, penghasil emisi karbon terbesar di dunia, telah berjanji untuk mencapai puncak emisi pada 2030 dan menjadi netral karbon tiga puluh tahun kemudian.

Sementara itu, Biden pekan ini diharapkan untuk mengumumkan target baru AS atas pengurangan emisi karbon sebagai bagian dari pertemuan. Yakni di tengah meningkatnya alarm global atas perubahan suhu yang memecahkan rekor dan semakin seringnya terjadi bencana alam.

Pemerintah Tiongkok mengatakan AS perlu lebih bertanggung jawab atas perubahan iklim. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menyebut kembalinya AS ke kesepakatan Paris sebagai aksi kembalinya si pembolos ke dalaam kelas.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN