Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Delta

Delta

Delta Purna Widyangga, CEO & Co-Founder Qiscus

Anda Tidak Bisa Menggapai Mimpi Seorang Diri

Senin, 27 September 2021 | 12:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Anda boleh bermimpi setinggi langit, terbang ke angkasa, memetik bintang-bintang. Tapi, percayalah, mimpi Anda tak bisa dicapai jika hanya mengandalkan diri sendiri, sehebat apa pun Anda.

Menggapai mimpi butuh bantuan orang lain. Itu sebabnya, Anda harus bisa bekerja sama dengan orang lain. Maka berkomunikasi yang baik, bersikap toleran, adaptif, kooperatif, dan mau mendengar orang lain menjadi hal utama.

Our team is our key to success. Ini tidak hanya berlaku di dunia karier, tapi juga di keluarga dan masyarakat,” kata Chief Executive Officer (CEO) & Co-Founder Qiscus, Delta Purna Widyangga kepada wartawan Investor Daily, Abdul Muslim di Jakarta, baru-baru ini.

Tentu saja Delta menerapkan nilai-nilai itu di Qiscus, perusahaan rintisan teknologi (startup) yang dibuat untuk mengurai problem komunikasi di dunia kerja.

Di luar prinsip kerja sama tim, ada empat prinsip lainnya yang dipegang teguh Delta Purna Widyangga dalam mencapai kesuksesan. ”Selain our team is our key to success, saya memegang nilai-nilai growth is our mindset, usefulness is our happiness, excellence is in our blood, dan our words are our commitment,” ujar dia.

Delta bersama pimpinan Qiscus lainnya selalu berusaha memastikan nilai-nilai tersebut tak hanya diimplementasikan oleh karyawan, tapi juga oleh perusahaan dan para pemimpinnya, termasuk dirinya.

“Ketika berbicara mengenai nilai untuk selalu tumbuh atau growth is our mindset, perusahaan dan pemimpin harus menunjukkan bahwa kami berusaha untuk selalu tumbuh dan belajar,” tutur dia.

Tak kalah penting adalah menumbuhkan budaya kerja saling percaya, dilandasi komunikasi yang baik. Dalam kondisi tak menentu akibat pandemi Covid-19, misalnya, Qiscus menggelar beberapa kali townhall (meeting besar perusahaan).

“Itu kami lakukan untuk memastikan semua karyawan aware pada rencana dan kondisi perusahaan, serta implikasinya terhadap mereka sebagai karyawan,” ucap dia.

Hal penting lainnya, Delta Purna Widyangga sangat mengutamakan perkembangan profesionalisme setiap karyawan. Karena mimpi Qiscus adalah menjadi perusahaan kelas dunia, kemampuan berbahasa Inggris diutamakan, apalagi karyawan harus berinteraksi dengan klien atau mitra dari berbagai negara.

“Untuk itu, kami mengadakan program English Breakfast Club, di mana karyawan bisa belajar dan secara aktif berlatih menggunakan bahasa Inggris, dibimbing guru yang berpengalaman,” papar dia.

Berkat nilai-nilai yang dianutnya, Qiscus terus bertumbuh. Solusi teknologi yang dirintis sejak 2013 itu sekarang digunakan oleh hampir 1.000 perusahaan klien dari 19 negara, dengan total pengguna 25 juta orang lebih. Qiscus juga telah mencetak profit dalam dua tahun terakhir.

Apa strategi yang diterapkan Delta Purna Widyangga untuk memajukan Qiscus? Bagaimana Qiscus menyiasati pandemi Covid-19? Apa yang dimaksud dengan growth is our mindset, usefulness is our happiness, excellence is in our blood, our words are our commitment, dan our team is our key to success? Berikut penuturan lengkapnya:

Bagaimana perjalanan karier Anda hingga sampai di posisi sekarang?

Dari kecil, karena pengaruh kakak, saya sudah gandrung komputer dan internet. Di SMP, saya mulai belajar basic programming. Itu berlanjut hingga SMA. Saya sangat suka mengutak-ngutik komponen komputer untuk dibongkar-pasang dan dipahami cara kerjanya.

Setelah lulus SMA, saya mendapat kesempatan melanjutkan kuliah S1 di Nanyang Technological University (NTU) di Singapura. Saya mengambil jurusan teknik elektro. Di sana, selain belajar lebih jauh tentang teknologi, wawasan saya terbuka sangat luas setelah bertemu rekan-rekan dari international community.

Ketika itulah mulai tumbuh passion saya di entrepreneurship. Saya melihat keterkaitan kuat antara entrepreneurship yang scaleable dan teknologi.

Di NTU juga saya bertemu tiga orang pendiri Qiscus lainnya, yaitu Amin Nordin, Muhammad Md Rahim, dan Evan Purnama, yang semuanya juga belajar di NTU. Kami beberapa kali mengikuti kompetisi entrepreneurship, bahkan membuat perusahaan lainnya sebelum memutuskan untuk fokus ke Qiscus.

Bisa dijelaskan apa itu Qiscus?

Qiscus merupakan platform percakapan multichannel yang membantu bisnis memenuhi ekspektasi baru dari customer experience (CX) melalui kemampuan untuk terlibat dalam percakapan yang real time serta berskala besar.

Sebagai salah satu penyedia multichannel chat terbaik di Asia Tenggara, teknologi Qiscus telah diimplementasikan di 19 negara oleh hampir 1.000 perusahaan klien, dengan total pengguna lebih dari 25 juta orang.

Produk Qiscus meliputi Multichannel Chat yang memberikan solusi komprehensif untuk customer service chat dengan menggunakan multiple channels, kemudian Chat SDK untuk membangun fitur chat yang scalable, serta Meet SDK untuk membangun fitur conference call yang reliable.

Kapan Anda mendirikan Qiscus?

Berawal dari mimpi ingin membuat perusahaan teknologi kelas dunia dari Indonesia dan Asia Tenggara, saya dan ketiga pendiri Qiscus lainnya mendirikan Qiscus pada 2013 setelah melihat problem terkait percakapan di dunia kerja. Ketika itulah, kami mulai membuat produk awal dari Qiscus dalam misi kami untuk #EnablingConversations.

Saya bersama Evan Purnama bertanggung jawab terhadap pengembangan produk dan teknologi Qiscus. Kami memutuskan untuk mendirikan development center kami di Yogyakarta. Tempat yang dekat di hati, sesuai mimpi kami untuk membuktikan bahwa kita bisa punya teknologi dan produk kelas dunia dari Indonesia.

Qiscus kemudian tumbuh menghadapi segala tantangannya. Hingga sekarang, kami memiliki hampir 1.000 perusahaan klien dari 19 negara. Kami masih setia pada misi kami, yaitu membantu bisnis melakukan #EnablingConversations dengan memfokuskan diri pada produk dan teknologi di ranah customer experience.

Siapa saja klien Qiscus di Indonesia?

Perusahaan atau entitas di Indonesia yang telah mengadopsi teknologi Qiscus di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk di bidang telekomunikasi, PT Bank JTrust Indonesia Tbk di bidang finance, Qlue di bidang smart city, PT Bukalapak.com Tbk di bidang e-commerce, Ruangguru di bidang edutech, Manulife di bidang insurance, dan Halodoc di bidang kesehatan.

Strategi Anda memajukan Qiscus?

Dengan menerapkan manajemen dan leadership yang solid, kami memformulasikan dan mengoordinasikan eksekusi model channel partnership 2 level serta technology alliance partnership untuk Qiscus. Itu yang memungkinkan pertumbuhan pesat Qiscus selama dua tahun terakhir dan membuka peluang pertumbuhan yang sustainable ke depan.

Kami memformulasikan dan mengoordinasi eksekusi OKR (objective and key results) di seluruh Qiscus sebagai standar goal setting yang agresif serta memastikan keselarasan semua tim di Qiscus.

Kami juga memformulasikan dan mengoordinasi eksekusi employee experience dari hulu ke hilir di Qiscus, mulai dari employee branding, people recruitment, people onboarding, people development, people engagement, hingga people offboarding.

Nilai-nilai yang Anda pegang?

Nilai-nilai hidup yang saya terapkan di tempat kerja, keluarga, dan masyarakat adalah growth is our mindset, usefulness is our happiness, excellence is in our blood, our words are our commitment, dan our team is our key to success.

Bisa Anda jelaskan?

Growth is our mindset adalah pola pikir bahwa kita diciptakan tidak stagnan, bisa berubah, dan bertumbuh. Kita harus selalu berupaya untuk tumbuh, baik sebagai individu, keluarga, di tempat bekerja, maupun sebagai perusahaan.

Kemudian usefulness is our happiness, yaitu bahwa bisa memberi manfaat adalah sebuah kebahagiaan, baik memberi manfaat kepada rekan kerja, tim, keluarga, maupun kepada lingkungan sekitar. Sebagai manusia, kita harus berusaha untuk semakin memperluas dampak positif ke lingkungan sekitar.

Selanjutnya excellence is in our blood, yaitu bahwa banyak orang bisa memberikan ide, tapi kuncinya ada di eksekusi yang baik. Lalu our words are our commitment, yakni menjaga integritas kepada orang lain, kepada customer, mitra, keluarga, terlebih kepada diri sendiri.

Terakhir, our team is our key to success, yaitu bahwa mimpi kita tidak mungkin bisa dicapai seorang diri. Maka komunikasi, kerja sama, dan camaraderie (saling mengandalkan) yang baik menjadi sangat penting. Ini berlaku juga di keluarga, terutama antara suami, istri, dan anak-anak.

Apa obsesi Anda?

Kami masih berjuang keras untuk mewujudkan mimpi kami menjadikan Qiscus sebagai perusahaan kelas dunia. Ini tentunya obsesi untuk selalu tumbuh pesat lebih dari tiga kali setiap tahunnya, memiliki distribusi kemitraan di seluruh dunia, dan tentunya memberikan manfaat kepada ratusan ribu perusahaan.

Ke depan, saya bermimpi untuk bisa berkontribusi lebih kepada ekosistem startup digital Indonesia, baik dalam bentuk edukasi, mentorship, maupun funding.

Kegiatan Anda di luar perusahaan?

Saya cukup aktif berpartisipasi dan berkontribusi pada kegiatan Asosiasi Digital Kreatif (Aditif). Selain itu, saya berupaya untuk aktif di forum-forum informal pengusaha, di antaranya komunitas pengusaha Software as a Service (SaaS) Indonesia.

Saya melihat, forum, organisasi, atau komunitas ini sebagai tempat saya belajar, bertemu rekan-rekan industri, juga bentuk kontribusi saya kepada komunitas.

Cara Anda membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial?

Manajemen waktu yang baik menurut saya adalah kunci, karena komitmen yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah startup sangatlah tinggi. Untuk bisa menerapkan management yang baik, ada dua hal yang saya lakukan, baik di perusahaan maupun keluarga.

Pertama adalah memiliki goal yang jelas dalam periode waktu tertentu. Di perusahaan, contohnya, kami mengimplementasikan OKR di Qiscus. Di keluarga, saya melakukan versi sederhana dari sistem OKR ini.

Kedua yaitu memiliki momen evaluasi pencapaian goal tersebut. Dalam konteks perusahaan, evaluasi ini dilakukan setiap kuartal, dan di setiap pekannya pada kuartal tersebut dilakukan cadence atau review. Di keluarga, biasanya kami lakukan setiap bulan.

Setelah memiliki goal dan mekanisme evaluasi banyak hal, prioritasnya menjadi lebih jelas, sehingga kami bisa melakukannya dengan lebih baik.

Selain dua hal itu, saya pribadi dan teman-teman di Qiscus sebisa mungkin menerapakn work life balance, itu sangat penting. Juga perlu dicari quality time bersama keluarga pada waktu-waktu kapan pun.

Dalam konteks saya dan keluarga, bentuk quality time ini biasanya dengan dinner bersama, olahraga bersama, atau sekadar pergi ke pasar bersama. Hal-hal ini bisa dilakukan, baik pada hari libur maupun waktu sebelum atau sesudah bekerja.***

Delta Purna Widyangga (ist).
Delta Purna Widyangga (ist).

Jalan Kaki Bersama Keluarga

Tinggal di Yogyakarta yang asri dengan pemandangan Gunung Merapi yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, Delta mengaku suka menghabiskan waktu senggang untuk berjalan kaki di sekitar rumahnya. Hobi ini sering kali dijalaninya bersama keluarga.

“Hobi saya akhir-akhir ini adalah berjalan kaki di lingkungan sekitar rumah, biasanya bersama keluarga. Ini sebagai bentuk quality time juga. Kebetulan saya tinggal di daerah yang sangat asri di Yogyakarta, ke arah utara menuju Gunung Merapi,” tutur Delta.

Setelah berjalan kaki santai sambil melewati persawahan, sungai, dan pemandangan Gunung Merapi, Delta merasa lebih segar dan bugar, baik dari sisi fisik maupun mental.

“Kegiatan ini kami lakukan bisa 2-3 kali dalam seminggu. Biasanya kami lakukan di pagi hari sebelum bekerja,” papar Delta, yang juga punya hobi membaca, fotografi seluler, dan programming. (lm)

 

Biodata

Nama lengkap: Delta Purna Widyangga.

Tempat/tanggal lahir: Solo, 2 Juli 1987.

Pendidikan

- Nanyang Technological University, Singapura: Electrical and Electronic Engineering - Computer Engineer (2009).

Karier:

- Associate Software Engineer Accenture Singapura (2009-2011).

- SAP Brim Consultant di ECENTA Singapura.

- Founder 1.618 Pte Ltd (2011-2017).

- CEO & Co-Founder Qiscus (2013-sekarang).

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN