Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ferdinand Ryan

Ferdinand Ryan

Ferdinand Ryan, Founder dan CEO Groovy Group

Lakukan yang Terbaik, Tuhan akan Mengerjakan Sisanya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

Jalan menuju kesuksesan terkadang berasal dari hal-hal sepele. Ia bisa datang secara kebetulan, muncul begitu saja, dengan cara-cara tak terduga. Namun, percayalah, pada akhirnya, kesuksesan tetap akan ditentukan oleh kerja keras dan kesungguhan.

Keberuntungan (lucky) saja takkan bisa mengantarkan seseorang ke puncak kesuksesan. Itu sebabnya, seseorang yang ingin berhasil dalam hidupnya harus bekerja keras dan melakukan yang terbaik.

Apa lagi yang mesti dilakukan seseorang setelah ia bekerja keras dan memberikan yang terbaik? Serahkan semuanya kepada Tuhan. Berserah dirilah kepada Sang Pencipta.

We will do the best, God do the rest. Kerja keras, lakukan yang terbaik, Tuhan akan mengerjakan sisanya,” kata Ferdinand Ryan kepada wartawan Investor Daily, Ridho Syukra di Jakarta, baru-baru ini.

Founder dan Chief Exective Officer (CEO) PT Sahabat Pesta Indonesia/Groovy Group ini percaya bahwa jalan menuju kesuksesan bisa datang dari mana saja. Tetapi kerja keraslah yang akan menjadikan jalan itu bisa dilalui atau tidak.

Dalam soal kepemimpinan, entrepreneur kelahiran Kudus, 15 Maret 1988, ini menekankan pentingnya belajar lebih kepada anak buahnya. “Saya suka orang yang punya minat belajar tinggi dan tidak pernah berhenti mencari hal baru,” ujar Ryan, yang mengidolakan pemilik CT Corp, Chairul Tanjung.

Ferdinand Ryan adalah salah satu potret milenial sukses di Tanah Air. Pada usianya yang masih tergolong muda, ia berhasil mendirikan dan membesarkan perusahaan event organizer (EO), Groovy Group. Sejak didirikan 13 tahun silam, Groovy telah menggelar sekitar 4.000 event. Groovy bahkan berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Bagi Ryan, bisnis EO merupakan salah satu bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. “Soalnya, orang Indonesia suka kumpul-kumpul dan mengadakan event,” tandas dia.

Mengapa Ferdinand Ryan memilih bisnis EO? Apa saja kiat suksesnya? Bagaimana cara Groovy Group bertahan di tengah pandemi? Berikut penuturan lengkapnya:

Apa yag mendorong Anda mendirikan Groovy?

Ide awal terbentuknya Groovy sangat basic, yaitu ketika saya berhasil membuat acara pesta ulang tahun ke-17 adik saya. Saat itu, keluarga kami tergolong kelas menengah dan tidak mampu menyewa EO.

Akhirnya saya sendiri yang membuat acaranya. Ternyata acara tersebut sukses. Dari sana, banyak teman yang meminta bantuan saya. Akhirnya berkembang dari mulut ke mulut, dari awalnya kecil-kecilan sampai terbentuk sebuah perusahaan EO, yaitu PT Sahabat Pesta Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Groovy Event Organizer.

Dalam mengembangkan bisnis ini, saya tidak sendiri. Saya dibantu teman dekat yang sekarang juga menjabat sebagai co-founder. Seiring berjalannya waktu, Groovy Event Organizer mempunyai beberapa anak perusahaan dan divisi. Sekarang kami lebih dikenal dengan sebutan Groovy Group.

Ada arti khusus di balik nama Groovy?

Groovy artinya kondisi yang menyenangkan. Kehadiran Groovy diharapkan memberikan kebahagiaan dan kepuasan kepada kelien dan semua pihak.

Kenapa EO, bukan bidang lain?

Sebelumnya saya pernah terjun ke sektor digital. Saya tertarik terjun ke EO karena sudah ada pengalaman dasar dalam membuat acara ulang tahun adik saya. Selain itu, saya memang suka membuat sebuah event. Bagi saya, ini menarik sekali dan full of challenge. Memang sudah jalannya di sini.

Kebetulan saya punya latar belakang pendidikan marketing communication. Jadi, Groovy saya kembangkan sejak saya masih kuliah. Ilmu perkualihan sejalan dengan bisnis yang saya geluti ini, sehingga saya tidak perlu banyak belajar lagi.

Ferdinand Ryan
Ferdinand Ryan

Berapa modal awal Anda saat mendirikan Groovy?

Karena hanya berdasarkan pengalaman acara ulang tahun, kalau boleh jujur, modalnya nekat. Kami hanya berupaya untuk putar uang saja. Waktu itu saya hanya berpikir, kalau acaranya sukses tentu menguntungkan. Pokoknya modalnya nekat saja, tapi kami yakin bahwa kami pasti sukses.

Tantangan Anda membangun bisnis EO?

Tantangan tersulit ketika memulai bisnis EO adalah mendapatkan kepercayaan klien atau konsumen. Mereka pasti selalu membandingkan dengan perusahaan lain, apakah acaranya sukses atau tidak. Kami mendapatkan klien pertama dari kenalan.

Yang paling penting dari bisnis EO adalah berdiskusi dengan klien. Maunya apa, bentuk acaranya seperti apa. Keinginan mereka harus benar-benar didengar.

Event paling berkesan?

Yang paling berkesan adalah ketika kami dipercaya oleh Bank Indonesia (BI) untuk menangani acara mereka. Kemudian acara Dipo Star Finance, perusahaan Finance dari Jepang.

Strategi Anda mengembangkan Groovy?

Strategi pertama adalah membentuk man power atau kekuatan sumber daya manusia (SDM) dari internal. Mereka diajari dari nol, sehingga harga yang kami tawarkan lebih ekonomis.

Setelah kekuatan SDM terpenuhi, strategi selanjutnya adalah decoration dan peralatan pendukung, itu semua harus lengkap dan sempurna, mulai dari sound system dan lighting, sampai peralatan pendukung lainnya. Dalam bisnis ini, peralatan adalah senjata atau nyawa dari sebuah acara.

Motivasi Anda dalam berkarier?

Saya bekerja keras karena ingin menikmati hidup yang lebih baik dari hasil keringat sendiri. Keluarga saya dulu kan termasuk korban krisis moneter 1998. Kami pernah merasakan pahit kehidupan.

Ketika tumbuh dewasa, saya bertekad akan mengubah hidup lebih baik dengan cara yang lebih produktif. Puji Tuhan, saya berhasil mengembangkan bisnis EO dan memberikan kesempatan kerja juga kepada orang lain. Ini mendatangkan kepuasan batin, ditambah saya sekarang mempunyai banyak networking.

Kondisi pasar EO sebelum dan selama pandemi?

Sebelum pandemi, pasarnya cukup menjanjikan, cukup potensial. Banyak perusahaan yang menggelar acara. Orang Indonesia kan suka kumpul-kumpul dan keramaian, suka pamer.

Mereka biasa mengaktualisasikan dirinya di event-event. Ketika pandemi Covid-19 merebak, semua event dilarang, begitu pula kegiatan yang dapat memicu keramaian. Tentu itu berdampak besar sekali terhadap perusahaan EO.

Terobosan Anda agar Groovy mampu bertahan di tengah pandemi?

Salah satu terobosan kami adalah menggelar event secara hybrid. Event tetap berlangsung tanpa keramaian dan semuanya online. Konsep hybrid ini sangat membantu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno pun sudah setuju konsep hybrid, bahkan beliau memberikan fasilitas vaksin kepada pelaku EO karena mereka adalah pelaku ekonomi kreatif.

Punya pengalaman menggelar event pada awal-awal pandemi?

Waktu itu, kami handle acara Lazada. Mereka sudah memberikan uang muka, tetapi saat itu muncul larangan menggelar acara offline karena menimbulkan keramaian atau kerumunan yang rawan menularkan Covid. Mau tidak mau, kami langsung mencari alternatif. Akhirnya kami membuat terobosan menggelar acara secara hybrid. Acara tetap jalan meskipun pandemi.

Apa keuntungan konsep hybrid?

Budget lebih hemat hingga 70-90%. Klien tidak perlu memikirkan tamu-tamu yang datang karena sudah pasti online. Persiapannya pun lebih cepat dan tidak ribet seperti offline.

Kiat Anda meyakinkan calon klien?

Usahakan waktunya ontime, jangan main-main dengan waktu. Buatlah proposal yang menjanjikan dan presentasi yang menarik. Upayakan pula agar budget-nya terjangkau, jangan memasang harga yang tinggi.

Selama 13 tahun berdiri, Groovy sudah menangani berapa event?

Kurang lebih kami sudah menangani 4.000 event dari sektor-sektor yang berbeda. Paling banyak acaranya dari sektor keuangan dan asuransi.

Daya saing perusahaan-perusahaan EO Indonesia di Asean?

Kami pernah menjalin kerja sama dengan beberapa EO dari Singapura dan Jepang. Kebanyakan mereka menilai EO dari Jakarta on time dan banyak dipuji. Hal yang membuat mereka terkejut, budget membuat acara di Indonesia tergolong murah.

Punya rencana mendiversifikasi bisnis?

Saya selalu mencoba banyak hal. Kami sedang mengembangkan Groovy Animation dan Food and Baverage.

Faktor apa saja yang memengaruhi kualitas sebuah event?

Dulu sebelum pandemi, untuk acara offline, yang memengaruhi kualitas acara pasti faktor cuaca. Kalau hujan, acara sering gagal. Sedangkan faktor yang bisa mengganggu acara saat online di antaranya koneksi internet. Koneksi internet yang jelek bisa membuat acara gagal.

Ke depan, Groovy akan menjadi apa?

Groovy tidak hanya fokus pada EO, tapi juga bisnis baru. Kami pun berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Pesan Anda kepada generasi milenial yang ingin terjun ke bisnis EO?

Industri ini cukup menjanjikan dan berkembang pesat, huge market. Daripada dikerjakan orang luar, lebih baik orang lokal sendiri yang menggarap bisnis ini. Selain itu, biasakan untuk berinvestasi.

Gaya Kepemimpinan Anda?

Style saya memberikan kesempatan kepada anak buah untuk belajar lebih dan lebih lagi. Saya suka orang yang punya minat belajar tinggi dan tidak pernah berhenti mencari hal baru. Saya tidak perfection. Saya juga termasuk orang yang tegas untuk urusan pekerjaan dan deadline.

Siapa role model Anda?

Chairul Tanjung karena beliau mulai dari zero to hero, dari yang tidak apa-apa menjadi orang terkaya. Beliau masih menjadi panutan saya sampai sekarang.

Filosofi hidup Anda?

We will do the best, God do the rest. Itulah yang menjadi motivasi dan inspirasi saya. Kerja keras, lakukan yang terbaik, Tuhan akan mengerjakan sisanya. ***

Ferdinand Ryan
Ferdinand Ryan

Punya Bakat DJ

Ferdinand Ryan ternyata punya bakat yang mumpuni sebagai disjoki (disc jockey/DJ). Ryan kerap menunjukkan keahliannya, terutama saat perusahaan event organizer (EO) yang dipimpinnya, Groovy, melayani acara pernikahan (wedding).

Ferdinand Ryan piawai memilih dan memainkan rekaman-rekaman suara (deejaying) dan berbagai teknik lainnya, seperti pengadonan audio, pemenggalan (cutting), penggesekan (scratching), dan penyelarasan ketukan (beatmatching).

“Musik kan termasuk kebutuhan dalam suatu acara. Semua lagu dan playlist-nya sudah disiapkan, jadi tinggal dimainkan,” tutur dia.

Ryan belajar DJ secara otodidak. Ia tidak pernah ikut les atau kurses DJ. “Paling-paling saya belajar lewat online. Saya hanya mengandalkan trial dan error,” ujar dia.

Kendati belajar DJ secara otodidak, Ryan pernah masuk top 5 saat ikut sebuah kompetisi DJ. “Sejak SMA, saya memang suka perfoming. DJ itu keren, saya suka DJ dari Linkin Park,” kata dia. (dho)


Biodata

Nama lengkap: Ferdinand Ryan.

Tempat/tanggal lahir: Kudus, 15 Maret 1988.

Pendidikan: Sarjana Komunikasi Pemasaran - Kwik Kian Gie School of Business, Jakarta.

Karier:

- CEO Groovy Group (2007 - sekarang).

- Fortitude-Business Animation (2006).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN