Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)

Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)

Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)

Tak Ada Jalan Pintas

Rabu, 15 Juni 2022 | 14:58 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk tadinya hanya pemain kecil di industri cetakan sarung tangan dunia. Berkat tangan dingin dan kerja keras Ridwan Goh, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham MARK itu menjelma menjadi pemain terbesar di dunia dengan kapasitas produksi terpasang 2 juta pieces per bulan.

Padahal, saat Ridwan bergabung dengan perusahaan itu sebagai manajer pemasaran pada 2008, kapasitas produksi terpasang Mark Dynamics hanya 80 ribu pieces per bulan, dengan penjualan cuma 40 ribu pieces per bulan.

Ridwan pun ditantang pemilik Mark Dynamics, Chien Kien Ping, untuk menggenjot penjualan menjadi 60 ribu pieces per bulan. Ridwan menjawab tantangan itu dengan kerja keras dan passion kuat. Hasilnya, penjualan terus melambung, sehingga kapasitas produksi terus dikerek menjadi 180 ribu pieces per bulan pada 2010.

Salah satu kunci sukses Ridwan Goh adalah selalu berupaya memberikan nilai (value) kepada pelanggan. “Ini yang menyebabkan demand kami naik terus, sehingga kami menaikkan kapasitas pabrik. Kami memberikan produk cetakan sarung tangan terbaik,” kata dia.

Karier Ridwan Goh pun meroket seiring pesatnya pertumbuhan bisnis Mark Dynamics. Pada 2017, dia dipercaya menjadi direktur dan setahun berikutnya menjadi presiden direktur alias chief executive officer (CEO) hingga sekarang.

Bagi Ridwan, CEO bukanlah jabatan, melainkan tanggung jawab. Artinya, tanggung jawab untuk memajukan perusahaan, sekaligus 3.000 karyawan ada di pundaknya.

Ridwan Goh bukanlah CEO yang bisa ditemui di lapangan golf atau hang out bersama eksekutif lain. Sebaliknya, ia selalu siaga untuk mengatasi urusan kantor, termasuk mengatasi masalah konsumen, bahkan urusan pabrik. Intinya, kerja keras tetap dia lakukan, di posisi apa pun, termasuk CEO.

Itu sebabnya, Ridwan sangat menghargai proses. Dalam merengkuh kesuksesan, ia tidak mengenal istilah jalan pintas. Proses harus tetap dijalani, apa pun hasilnya, karena proses akan membuat seseorang bisa belajar dan menjadi kuat.

”Kita tidak boleh skip proses. Proses itu penting. Tidak ada jalan pintas. Makanya saya bilang, tidak ada itu istilah crazy rich. Saya tidak kenal istilah crazy rich, yang ada itu kerja keras,” tegas Ridwan.

Kerja keras tak mengkhianati hasil. Penjualan Mark Dynamics terus melesat, dari hanya Rp 240 miliar pada 2017 menjadi Rp 1,1 triliun pada 2021, dan diproyeksikan Rp 1,5 triliun tahun ini. Laba bersih pun terkerek, dari hanya Rp 47 miliar menjadi Rp 392 miliar dan diprediksi Rp 450 miliar tahun ini.

Bagaimana strategi Ridwan Goh membesarkan Mark Dynamics? Apa saja nilai-nilai yang ia tanamkan? Apa pula filosofi hidupnya? Berikut petikan lengkap wawancana Ridwan Goh dengan wartawan Investor Daily, Harso Kurniawan di Jakarta, baru-baru ini.

Bisa cerita bisnis Mark Dynamics?

Mark Dynamics adalah produsen cetakan sarung tangan untuk berbagai keperluan, seperti medis hingga rumah tangga. Cetakan sarung tangan dibuat dari porselen. Kami adalah satu-satunya pemain cetakan sarung tangan di Indonesia. Kapasitas produksi kami terbesar di dunia, yakni 2 juta pieces per bulan atau setara 24 juta pieces setahun dari tiga pabrik di Sumatera Utara (Sumut).

Pabrik utama berlokasi di Kawasan Industri Kim Star, Medan, dengan luas lahan kurang lebih 15 ribu m2, sedangkan pabrik kedua di Desa Dalu, Tanjung Morawa, Sumut, dengan luas lahan sekitar 90 ribu m2. Kompetitor kami dari Tiongkok dan Malaysia.

Bahan baku cetakan sarung tangan adalah keramik premium berupa campuran tanah liat, alumina, dan kaolin. Sekitar 90% bahan baku diimpor dari Eropa. Jadi, kami masuk sektor keramik, tetapi bukan lantai dan tableware. Kami menghasilkan keramik dalam rantai pasok alat kesehatan.

Sebagai industri keramik, kami membutuhkan gas untuk energi tiga pabrik. Suplai gas diperoleh dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Saat ini, utilisasi pabrik kami mencapai 96%.

Siapa saja pelanggannya?

Sekitar 95% produksi kami dipasok ke pasar ekspor, yaitu ke Malaysia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan mulai ke Eropa. Pelanggan kami adalah pemain sarung tangan kelas dunia, seperti Hartalega dan Top Glove asal Malaysia, Blue Sail asal Tiongkok, Halyard Thailand, dan American Nitrile.

Kenaikan kapasitas produksi yang masif dicapai melalui pengembangan pasar. Kami merambah pasar-pasar baru, seperti Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan AS. Pemasaran adalah jantung bisnis. Tetapi operasional juga harus kuat.

Kini, kami memiliki tiga pabrik dan 3.000 karyawan dari tadinya 50 orang. Owner kami juga berhati mulia. Dia ingin eksistensi pabrik memberikan nilai bagi penduduk masyarakat sekitar. Dari sinilah kami kembangkan bisnis, termasuk ke masyarakat, karyawan, dan pelanggan.

Perjalanan karier Anda?

Sebelum masuk Mark Dynamics, saya bekerja di perusahaan percetakan kayu, salah satu eksportir kayu terbesar. Di situ saya bekerja selama empat tahun. Saya pindah karena perusahaan ini tersangkut kasus dan tutup.

Saya lalu masuk Mark Dynamics di posisi manajer pemasaran. Kala itu, penjualan baru 40 ribu pieces per bulan, dengan karyawan 50 orang. Saya ditargetkan pemilik perusahaan, Pak Chin (Chien Kien Ping), untuk meningkatkan penjualan hingga 60 ribu pieces per bulan. Dahulu, owner in charge di operasional.

Begitu pekerjaan pemasaran berjalan baik, saya ditugaskan menjadi general manager. Saya terlibat di rantai pasok, sumber daya manusia (SDM), rekrutmen, kemudian di beberapa departemen lain.

Lalu, pada 2016, owner mengkaji rencana IPO (initial public offering) agar perusahaan lebih ekspansif. Apalagi pesaing kami di Malaysia juga sudah tercatat di bursa saham setempat. Kemudian, pada 2017, saat perusahaan menggelar IPO, saya menjadi direktur dan setahun berikutnya menjadi presiden direktur.

Apa yang berubah di perusahaan sejak Anda masuk?

Begitu saya masuk, cara kerja menjadi lebih sistematis. Memang waktu itu sudah ada standar manajemen kualitas ISO 9001 2015. Tetapi, begitu saya masuk, saya perjelas struktural, tanggung jawab, dan job desk karyawan.

Sewaktu Mark Dynamics masih kecil, banyak pekerjaan yang tumpang tindih, tanggung jawab masing-masing karyawan tak jelas. Padahal, bagi saya, yang terpenting adalah tanggung jawab, karena banyak orang bekerja tetapi tidak tahu tanggung jawabnya.

Kemudian, manajemen risiko ketika menemui masalah. Contohnya tantangan yang sekarang kami hadapi sudah didiskusikan lima tahun sebelumnya. Jadi, tantangan 2025 sudah kami pikirkan sekarang. Ketika tantangan itu terjadi, kita sudah punya opsi untuk menjawabnya.

Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)
Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)

Gaya kepemimpinan Anda?

Saya lebih mendengarkan. Jadi, saya tidak suka mendengar masalah dari satu sisi. Begitu ada beberapa karyawan yang ribut, saya panggil satu-satu. Dengan begini, kita mendapatkan banyak informasi. Saya juga kerap makan di kantin dengan banyak karyawan. Banyak informasi yang didapat dari sini.

Karyawan kadang tidak berani menyampaikan masalah, akhirnya mereka membuat keputusan sendiri tanpa saya ketahui. Ini bahaya. Semua informasi itu penting bagi manajemen, sehingga perlu melebur. Bagi saya, CEO bukan jabatan, melainkan tanggung jawab.

Filosofi hidup Anda?

Bagi saya, kalau ingin mendapatkan hasil bagus, kita harus kerja keras. Kita tidak boleh skip proses. Proses itu penting. Tidak ada jalan pintas. Makanya saya bilang, tidak ada itu istilah crazy rich, tanpa kerja keras. Semua itu tak masuk akal.

Cara Anda menghadapi 3.000 karyawan?

Saya delegasikan tugas ke beberapa pihak. Ini penting. Kadang saya mendengar langsung ke bawah. Cek laporan dan verifikasi. Ketika karyawan tahu atasan mengecek laporan, mereka akan berpikir dua kali sebelum berbohong.

Arti karyawan menurut Anda?

Karyawan adalah aset, sehingga mereka harus nyaman bekerja. Jadi, kami bukan hanya memberikan target, tetapi ada benefit bagi karyawan agar ada willingness bekerja. Ini penting. Karyawan harus punya rasa memiliki perusahaan.

Saya juga menekankan, apa pun yang dikerjakan harus ada nilai tambah, kontribusi ke konsumen, kita sendiri, dan keluarga. Jangan asal membuat barang. Ini filosofi Mark Dynamics, barang yang diproduksi harus punya nilai tambah.

Nilai-nilai yang Anda tanamkan di perusahaan?

Kami harus punya visi-misi yang sama, yaitu mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Ketika target itu tercapai, kesejahteraan karyawan kami utamakan. Tahun lalu, kami memberikan bonus yag besar. Ini kunci untuk maju bersama. Untuk memacu bisnis, kami berekspansi ke pasar ekspor.

Kiat Anda 'menaklukkan' pelanggan?

Saya selalu berupaya memberikan value kepada pelanggan. Intinya, kami memberikan produk cetakan sarung tangan terbaik. Saya menggunakan pendekatan dengan hati. Saya berikan hal-hal kecil ke konsumen. Contoh, sebelum Covid-19, ketika konsumen menghadapi masalah, pagi ditelepon, siang saya sudah terbang menemui mereka.

Kemudian saya tidak berbohong ke konsumen. Ini poin penting, dalam arti win-win solution. Kami ingin sama-sama berkembang dengan konsumen. Ini yang membuat Mark Dynamics berkembang sangat pesat, dari kapasitas 40 ribu ke 2 juta pieces sebulan. Bahkan, pada 2020 kapasitas kami baru 1,5-1,6 juta pieces per bulan.

Saya juga tetap menemui konsumen, meski sudah menjadi CEO. Sebab, ada konsumen yang nyaman dengan saya. Bagi saya, bisnis itu di customer. Hidup kami ditentukan customer.

Passion Anda ada di perusahaan ini?

Sekitar 90% hidup saya adalah Mark Dynamics. Jadi, saya bekerja all out, bahkan bisa 24 jam sehari. Sense of belonging saya ke perusahaan ini besar, karena membangun dari awal. Jiwa saya di sini. Saya berharap 5-10 tahun ke depan Mark Dynamics bisa jauh lebih besar dari sekarang.

Sejauh ini, bisnis kami tumbuh pesat, sehingga mendorong harga sahamnya. Harga IPO saham MARK hanya Rp 250, namun kini sudah Rp 6.000, jika kami tidak stock split. Tetapi, karena sudah stock split, kini harga saham bergerak di Rp 1.000-an.

Itu artinya, harga saham MARK sudah naik 25 kali dalam lima tahun. Market cap tadinya Rp 250 miliar kini menuju Rp 5 triliun. Ada direktur kami yang sekali jual saham Rp 20 miliar alias untung besar. Jadi, worth it, kalau kita bekerja all out di perusahaan ini.

Pada 2017, laba bersih kami sekitar Rp 40 miliar per tahun dan tahun ini ditargetkan Rp 450 miliar. Kami bekerja keras untuk meraih target. Bahkan, ekspansi pabrik ketiga dituntaskan dalam empat bulan awal di tengah pandemi Covid-19. Kami juga menambah 1.000 karyawan untuk pabrik ketiga pada 2021. Intinya, kami seperti orang gila.

Karyawan punya passion sama seperti Anda?

Yang jelas, karyawan harus satu visi-misi, sedangkan passion bisa berbeda-beda. Bagi saya, yang penting target tercapai. Karena itu, saya menganggap jabatan CEO itu lebih ke tanggung jawab. Saya bukan CEO yang main golf atau spending waktu banyak untuk keluar kantor. Sebab, saya bertanggung jawab terhadap 3.000 orang karyawan. Kami tidak bisa merasa puas dapat laba bersih Rp 400 miliar. Tidak boleh cepat puas.

Prospek bisnis cetakan sarung tangan ke depan?

Intinya, pertumbuhan bisnis ini berbanding lurus dengan permintaan sarung tangan. Dalam keadaan normal, pertumbuhan industri sarung tangan berkisar 8-10%. Namun, saat ada pandemi, seperti SARS dan Covid-19 bisa di atas itu, berkisar 20-30%.

Permintaan sarung tangan mulai normal sejak kuartal IV-2021. Saat Covid-19, inden bisa satu tahun, sedangkan sekarang 2-3 bulan. Tahun lalu, harga jual naik 25%, seiring tingginya permintaan.

Secara umum, prospek bisnis sarung tangan dan bahan bakunya, dalam hal ini cetakan, masih solid. Sebab, memakai sarung tangan sudah menjadi kebiasaan penduduk negara maju yang sadar kesehatan. Selain itu, pandemi Covid-19 membuat orang lebih higienis.

Tantangan saat pandemi?

Selama 2021, tantangannya adalah bisa memproduksi tanpa ada gangguan, sedangkan tahun ini lebih ke inovasi. Saat endemi, permintaan lebih stabil, sehingga harga dan cost perlu ditekan agar ebih kompetitif.

Target kinerja 2022?

Pendapatan ditargetkan naik menjadi Rp 1,5 triliun, volume penjualan 22 juta pieces dari 1,5 juta per bulan, sedangka net profit Rp 450 miliar, dengan margin 33%. Ini sudah sangat bagus, karena pada 2017 saat IPO, pendapatan hanya Rp 240 miliar.

Rencana ke depan?

Untuk anorganik, kami mencoba mengakuisisi perusahaan-perusahaan baru, dengan menggaet mitra strategis. Semua masih tahap awal. Untuk ekspansi, harusnya ekspansi tahun lalu dieksekusi pada 2024. Namun, karena demand tinggi, proyek itu dipercepat. Kami sesuaikan dengan kondisi pasar. Kami tidak sulit berekspansi, karena utilisasi tanah di pabrik baru hanya 45% dari 10 ha. Artinya, di daerah itu bisa dibangun 1-2 pabrik baru lagi.***

Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)
Ridwan Goh, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) (foto: ist)

Baca Buku Sejarah

Di sela kesibukan yang padat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Mark Dynamics, Ridwan Goh masih sempat meluangkan waktu untuk membaca buku sejarah dan biografi. Pengetahuan ini bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

“Contohnya buku biografi Li Ka Shing (pengusaha sukses Hong Kong), bagi saya menarik. Sebab, saya suka belajar dari orang yang memulai bisnis dari nol, seperti Li Ka Shing,” tegas dia.

Selain itu, Ridwan Goh menyempatkan diri menjaga kebugaran tubuh. Apalagi di kala pandemi Covid-19. “Dalam hal ini, saya memilih olahraga renang dan joging,” tutur Ridwan. (ac)

 

Biodata

Nama: Ridwan Goh.

Pendidikan:

Sarjana Ilmu Komputer - Mikroskil Institute, Medan (2008).

Karier:

- Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (2018 – sekarang).

- Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (2017 – 2018).

- Marketing Manager PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (2008 – 2017).

- International Marketing Manager PT Tropical Wood Indotama (2004 – 2008).

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN