Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Supply Chain, Rico Rustombi. (Foto: Ist)

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Supply Chain, Rico Rustombi. (Foto: Ist)

8 Kiat Agar Tetap 'Survive'

Jumat, 4 September 2020 | 06:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Para pengusaha jasa logistik sangat terpuruk, bahkan mengalami 'kebangkrutan berjamaah'.

Meski babak belur, industri logistik masih tetap beroperasi. Itu karena sejumlah sektor bisnis lainnya yang dilayani sektor logistik, bisa bertahan, bahkan tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, ada tren adaptasi yang memungkinkan sektor-sektor bisnis tertentu tetap eksis di tengah wabah corona. “Pada masa pandemi terjadi perubahan pola konsumsi dari pembelian di gerai fisik menjadi pembelian daring atau online via e-commerce,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Supply Chain, Rico Rustombi.

Alhasil, menurut Rico, di satu sisi jasa penyedia pengiriman barang melalui transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) meningkat tajam hingga 30-40%. Di sisi lain, pada jasa pelayanan nonritel atau industri manufaktur terjadi penurunan omzet sampai 80-90% selama pandemi.

“Itu terjadi karena banyaknya industri manufaktur yang setop produksi dan akibat anjloknya kegiatan ekspor-impor,” ujar dia.

Menurut Rico Rustombi, pemerintah seharusnya memberikan insentif dan stimulus secara khusus kepada industri logistik untuk pelayanan B to B, karena sektor logistik merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid.

“Para pengusaha jasa logistik sangat terpuruk, bahkan mengalami 'kebangkrutan berjamaah',” tutur Chief Executive Officer (CEO) PT Baruna Berkah Adhiguna itu.

Agar ekonomi Indonesia lebih resilient dalam menghadapi dampak Covid-19, kata Rico Rustombi, Kadin Indonesia mengusulkan delapan kiat kepada pemerintah.

Usulan pertama adalah menjaga pertumbuhan jasa pelayanan logistik untuk subpelayanan dengan tidak mengeluarkan kebijakan yang tidak kondusif dan dapat memicu tambahan biaya dan beban bagi pelaku usaha.

“Kedua, pemerintah harus memberikan stimulus dan mengalokasikan anggaran minimal Rp 100 trilun selama 24 bulan untuk permodalan, serta restrukturisasi dan keringanan biaya cicilan pokok investasi dan bunga bank, khusus secara business to business (B to B) melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), mengingat fasilitas ini sulit didapatkan dari bank swasta nasional,” papar Rico.

Usulan ketiga, pemerintah mesti memperluas cakupan dan tenor relaksasasi insentif fiskal atau pajak untuk subsektor B to B selama 24 bulan, termasuk biaya pajak bumi dan bangunan (PBB), penyesuaian pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) 22, serta pembebasan biaya perpanjangan perizinan dan biaya listrik.

Keempat, pemerintah harus menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi 50% dari harga normal selama 24 bulan. Kelima, memastikan bebas pungli di lapangan. Keenam, mempercepat implementasi kebijakan nonfiskal pembuatan National Logistic Ecosystem (NLE), yang merupakan platform tunggal untuk mengintegrasikan platform layanan pemerintah dengan dunia usaha (G to G dan B to B). “Usulan ketujuh yaitu menyelaraskan dan memangkas regulasi kepabeanan antarkementerian teknis dan lembaga agar tidak tumpang tindih (overlapping), lebih efisien, dan tidak menimbulkan biaya lebih mahal,” kata Rico.

Kedelapan, pemerintah pusat dan daerah harus melakukan akselarasi dan sinkronisasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antara pusat dan daerah. “Itu sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi arus barang antarwilayah,” tegas Rico Rustombi.***

Baca juga: Berjuang di Tahun Survival dan New Chapter


 


 


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN