Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Saipul Bahri, Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo. (ist)

Saipul Bahri, Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo. (ist)

Saipul Bahri, Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo

Bekerja Keras, Jujur, dan Berdoa

Selasa, 1 Juni 2021 | 16:35 WIB
Harso Kurniawan dan F Rio Winto

Dalam perjalanan hidupnya, Saipul Bahri selalu menerapkan filosofi kerja keras, jujur, dan berdoa. Filosofi ini didapatkan dari almarhumah ibunya yang biasa dia panggil Enya dan almarhum bapak yang sering disapa Baba. Juga pesan dari guru-gurunya.

Saipul Bahri selalu menerapkan filosofi itu sejak menjalankan bisnis perjalanan haji dan umrah pada 2002. Saat ini, dia menekuni bisnis layanan pendukung perjalanan haji dan umrah.

Berbekal kerja keras, jujur, dan berdoa, Saipul terus berlajar. Dia memang ingin terus menggali lebih jauh bisnis ini hingga ke hulu, bukan hanya sekadar memberangkatkan jemaah haji dan umrah.

Saipul akhirnya bergabung ke PT Arsy Buana Travelindo (ABT), perusahaan layanan pendukung perjalanan haji dan umrah, sebagai presiden direktur. Bisnis ABT jelas berbeda dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). ABT tidak menerima pendaftaran bagi para calon jamaah haji dan umrah.

ABT menyediakan pelayanan penginapan (hotel), tiket pesawat, dan land arrangement (LA) segala keperluan haji dan umrah di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. Jadi, ABT adalah mitra PPIU dan PIHK untuk memastikan akomodasi terjamin ketika beribadah di Tanah Suci.

Seiring waktu berjalan, ABT kini sudah menyewakan enam hotel di Makkah dan Madinah. Hebatnya, hotel-hotel ini berada di lokasi strategis.

Tak berhenti sampai di situ, ABT berniat masuk pasar modal dengan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Tujuannya agar bisnis makin berkembang sekaligus menjadikan saham ABT sebagai instrumen investasi yang murni syariah. Betapa tidak, bisnis ABT sangat terkait dengan umrah dan haji.

Bagaimana kiat Saipul memimpin ABT dan menyukseskan ABT melantai di pasar saham? Berikut petikan wawancara Saipul Bahri dengan wartawan Investor Daily, Fransiscus Rio Winto dan Harso Kurniawan di Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu:

Bisa cerita perjalanan karier Anda?

Saya kuliah di Al Azhar pada 1995 dan mendapatkan gelar S1 pada 1999 di Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah dan Filsafat. Saya bisa kuliah di Universitas Al Azhar berkat beasiswa yang diberikan oleh Universitas Al Azhar Al Syarif yang saya dapatkan setelah mengikuti rangkaian tes yang dilakukan oleh dan melalui Kementerian Agama (Kemenag) yang saat itu bernama Departemen Agama (Depag).

Sebelumnya, saya mengenyam pendidikan sekolah tingkat MTs dan Aliyah (SMP-SMA) dan nyantren di pesantren Malnu Menes, Pandeglang.  Saya pertama kali ke Arab Saudi pada 1996 dari Mesir, menggunakan kapal laut, ditempuh selama 48 jam saat melaksananakan ibadah umrah. Pada 1998, saat terjadi krisis moneter (krismon), saya sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah haji, namun tertunda karena ada penurunan jumlah jemaah haji dari indonesia saat itu.

Baru pada tahun 2000, setelah menyelesaikan S1, saya berkesempatan melaksanakan ibadah haji sekaligus bekerja sebagai tenaga musim, setelah lolos seleksi yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui organisasi kekeluargaan daerah asal mahasiswa. Selesai berhaji, kembali ke Mesir, lalu pada awal 2000 kembali ke Indonesia.

Awal-awal saya di Indonesia, saya sempat melanjutkan kuliah untuk jenjang pascasarjana di salah satu perguruan tinggi negeri Islam ternama di Jakarta. Saya sempat sampai tiga semester di situ. Kemudian, proposal tesis yang saya ajukan tidak bisa diterima, karena belum menyelesaikan administrasi. Akhirnya kuliah terbengkalai dan tidak diurus lagi sampai terkena atau dinyatakan drop out (DO) oleh kampus.

Saya juga pernah beberapa kali melamar dan ikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kemenag, tetapi selalu gagal. Mungkin ya sudah rute perjalanannya seperti itu. Akhirnya saya memutuskan bekerja saja. Waktu itu yang tebersit dalam benak saya, ya kerja di biro perjalanan wisata yang bergerak melayani perjalanan umrah dan haji.

Perusahaan pertama Anda?

Perusahaan pertama yang menerima saya sebagai karyawan adalah Laenatour atau PT Megahbuana Laena Persada, yang saat itu berkantor di Gedung Kartika Candra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, hingga kemudian berkantor di Graha Laena di Kasabalanka, Jakarta Selatan. Saat itu, Laenatour adalah perusahaan keluarga yang dikelola sangat profesional, sehingga saya sangat mendapatkan berkah belajar dan mendapatkan pengalaman selama bekerja di situ.

Apalagi saat itu masih generasi awal, di mana yang menjadi chief executive officer (CEO)-nya adalah HM Idris Laena. Saat ini, beliau menjabat sebagai anggota DPR sejak beberapa periode. Saya bergabung di Laenatour sejak awal 2003 hingga akhir 2005 dengan jabatan awal sebagai staf dan terakhir sebagai manajer umrah dan haji.

Challenge pertama saya adalah ketika awal 2006 diberikan kepercayaan untuk mengakuisisi perusahaan penyelenggara perjalanan umrah (PPIU) oleh beberapa kawan-kawan profesional. Saat itu, saya dan teman-teman mengakusisi 100% saham PT Avianca Muliatama, perusahaan asal Cianjur Jawa Barat yang kemudian kami pindahkan ke Jakarta dengan merek dagang Amanah Mulia Umrah And Hajj Services. Saya diamanati sebagai direktur operasional dan berkantor di lokasi yang strategis dan favorit, yakni Tebet Raya 43A. Lokasi itu merupakan kawasan pusat bisnis para penyelenggara umrah dan haji saat itu.

Sejak  2010, Avianca Muliatama berkantor dan memiliki gedung sendiri di Graha Basra, Jalan Basuki Rahmat No 25 Cipinang, Jakarta Timur. Memiliki tim jajaran direksi (BOD) dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat mumpuni, perkembangan Amanah Mulia Umrah And Hajj Services bisa dikatakan sangat gemilang.

Itu dibuktikan oleh volume keberangkatan dan jumlah jemaah yang kami layani, serta beberapa korporasi yang mempercayakan perjalanan ibadah umrah dan hajinya kepada Avianca Muliatama. Apalagi saat itu seluruh kelengkapan operasional telah diperoleh, termasuk sebagai visa provider dan member of IATA (International Air Transport Association). Jadi, sejak 2006 hingga menjelang akhir 2012, fokus ativitas saya di sini dan resmi resign sebagai direktur operasional pada tahun itu.

Pada awal 2015, baru saya aktifkan kembali kegiatan bisnis perjalanan umrah haji. Saya langsung yang menjadi nakhodanya dengan menggunakan bendera PT Salwana Global Sarana (saranaumrah.id) yang berdomisisli di Kota Bekasi, tepatnya di Ruko Sentra Niaga Blok A/18 Boulevar Hijau Kota Harapan Indah Bekasi.

Secara notariat, perusahaan ini sudah saya dirikan pada 2010, tapi tidak beroperasi. Baru tahun 2015 saya operasikan. Alhamdulillah, karena secara usia perusahaan sudah lama berdiri dan digawangi oleh para senior yang berpengalaman di bisnis ini, pada 2016 sudah memperoleh operasional sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah PPIU dari Kemenag.

Kemudian, berkat dukungan ekonomi negara yang membaik, peminat masyarakat yang meningkat terhadap keinginan umrah haji, saranaumrah.id pun berkembang mengikuti trennya. Bahkan, saat ini, telah memiliki beberapa kantor cabang di beberapa provinsi besar, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah serta NTB.

Saat ini, semua kelengkapan saranaumrah.id sebagai penyelenggara bisnis umrah haji sudah terpenuhi semua, termasuk sebagai provider visa dan member IATA. Sekarang, roda organisasi telah diestafetkan kepada kawan-kawan yang sudah lama bergabung dengan saya, karena sejak akhir 2019 saya sudah mulai lebih concern ke PT Arsy Buana Travelindo (ABT).

Bisnis ABT ini sebagai new challengge dan super passion. Sejak menggeluti bisnis di bidang ini dengan berbagai dinamikanya, saya melihat concern di hulu ini yang paling prospektif, karena interaksi secara bisnisnya hanya dengan para pelaku bisnis ini dan tentunya baik pelaku bisnis dalam negeri (PPIU/PIHK) maupun penyelenggara dari negara-negara lain. Scope of bussines-nya menjadi lebih lebar dengan memperluas market, lalu operating-nya kami sederhanakan, yaitu concern pada pemenuhan fasilitas utama yang dibutuhkan, dalam hal ini hotel, misalnya.

Apa nilai tambah yang ditawarkan ABT?

Kami akan memberikan kemudahan, efisiensi, kepastian untuk para penyelenggara siapa pun yang berinteraksi dengan ABT. Ke depan, kami juga akan menambah resources beberapa kamar hotel. Penambahan resources untuk memenuhi kebutuhan demand dan juga merupakan salah satu alasan saya untuk berniat masuk ke pasar modal, selain tentunya transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Dengan masuk pasar modal, tentu akan lebih terjamin, karena otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawasi dan juga akan dikenal oleh dunia dan para calon investor.

Sebab, menurut saya, bursa adalah satu instrumen negara yang akan mengenalkan kita sebagai perusahaan yang akuntabel, transparan, profitable, atau sebaliknya. Selain itu, seluruh data itu sudah tersaji secara up to date, hanya tinggal klik oleh calon investor atas kegiatan bisnis kita. Maka perusahaan jika ingin besar dan kuat serta dikenal oleh para calon investor, salah satu instrumen utamanya adalah melalui pasar modal.

Bagaimana perjalanan bisnis ABT?

Sederhananya, ABT ini perusahan perjalanan wisata yang concern bisnisnya adalah menyediakan layanan pendukung (service provider) bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Fasilitas pendukung itu antara lain penyediaan kamar hotel, tiket pesawat, dan bahkan kemasan land arrangement (LA), yaitu segala sesuatu yang diperlukan oleh para penyelenggara untuk memfasilitasi para jemaahnya sejak kedatangan di Tanah Suci hingga kepulangan.

ABT memiliki visi sebagai perusahaan penyedia layanan/service provider yang profesional dan amanah. Saat ini, kami telah memiliki beberapa komitmen dari beberapa hotel yang strategis secara fasilitas, harga, dan jarak. Ada tiga hotel di masing-masing kota Makkah dan Madinah. Sebut saja salah satu hotel yang sudah bekerja sama selama ini, yaitu Fajr Bade2 di Makkah dan memiliki 624 kamar. Sedikitnya, ada 889 kamar yang tersedia.

Pada penyediaan tiket, kami menjalin kerja sama dengan pesawat Citilink dengan pertimbangan harga yang kompetif dan dapat dijangkau oleh setiap embarkasi di Tanah Air dan Etihad dengan berbagai kemudahan yang diberikannya. Mereka biasanya memiliki program umrah lanjutan ke negara-negara berikutnya, seperti Aqsha (Palestina), Mesir, Eropa, dan lainnya. Adapun dalam pelayanan LA, tentu kami sudah sangat teruji dengan jaringan dan sumber daya yang sudah terjalin bersama kami selama ini di Tanah Suci, sehingga para jemaah merasakan kenyamanan.

Beberapa PPIU dan PIHK yang telah terbiasa kami layani di antaranya Madinah Iman Wisata, Satriani Wisata, Basmah Jaya Wisata, Sarana Umrah Haji, El Amien Tours, Al Razafa Group, serta Paksi Tours dan Travel, juga dari konsorsium Forum Travel Partner Indonesia (FTPI)

Prospek bisnis ini?

Pertanyaan ini saya coba jawab menggunakan data-data global. Pertama, adalah visi Arab Saudi dengan target 30 juta pengunjung, terdiri atas haji, umrah, turis bisnis, dan berobat, dibandingkan pada 2019 sekitar 8 jutaan pengunjung. Maka yang dilakukan pemerintah Kerajaan Arab Saudi adalah mempersiapkan seluruh infrastruktur, termasuk regulasi yang memudahkan para calon peziarah.

Konkretnya saja, selama pandemi Covid-19, pemerintah Arab Saudi telah menyelesaikan renovasi dan infrastruktur bandar King Abdul Aziz di Jeddah yang tadinya hanya memiliki gate hitungan jari sekarang menjadi 40-an gate.

Kedua, Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dengan jumlah 215 juta orang atau 87% dari total populasi. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan potensial. Apalagi diberlakukannya kuota haji bagi setiap negara dapat menyebabkan antrean sangat panjang.

Bahkan, jika mendaftar haji reguler di Kemenag tahun ini, baru 30-an tahun kemudian bisa berangkat. Masa tunggu tiap daerah berbeda-beda, namun rentangnya berkisar 15-30-an tahun. Jika mendaftar pada program haji khusus tahun ini, lebih pendek antreannya, sekitar 7-8 tahun.

Dengan kondisi haji yang seperti ini, mau tidak mau, umrah menjadi pilihan satu-satunya umat muslim untuk mengobati rasa rindunya menuju Baitullah. Maka tidak aneh, jika tiap tahun jumlah jemaah umrah terus meningkat.

Jika saya ambil data dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), jumlah jemaah umrah asal Indonesia mencapai 948 ribu pada 2018-2019 dari total 4,4 juta jemaah. Indonesia berada di posisi kedua penyumbang jemaah umrah dengan kontribusi 21,44%, di bawah Pakistan.

Saat ini saja, perkiraan ada sekitar 100-200 ribu calon jemaah umrah asal Indonesia yang tertunda keberangkatannya. Dari total potensi jemaah umrah dan haji yang masih terus meningkat, mereka saat ini hanya dilayani sekitar 1.000-an PPIU dan 400-an PIHK. Dengan regulasi Kemenag yang semakin profesional, dipastikan akan tumbuh PPIU dan PIHK baru. Jadi bisnis pada industri ini sangat potensial.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?

Saya tidak punya kiat yang sulit diteorikan. Hanya ada tiga hal yang selalu ingin saya lakukan secara maksimal dalam mencapai hasil maksimal. Ketiga hal ini saya anggap sebagai kekuatan. Pertama adalah kerja keras dan cerdas, kedua adalah berlaku benar dan jujur, lalu ketiga adalah doa.

Hal pertama adalah lakon yang saya sarikan dari almarhumah ibu saya. Ibu saya itu tidak bisa baca tulisan latin. Ketika saya masih duduk di bangku SD, saya menyaksikan beliau pernah punya aktivitas menggembala kambing untuk sekadar membantu biaya putra-putrinya sekolah. Tetapi kambingnya bukan miliknya.

Dalam kesepakatan, setiap kambing yang beranak selalu dibagi dua dengan empunya. Namun, jika kambing itu hilang atau mati, Enya, demikian saya memanggil ibu saya, tidak diberikan risiko apa-apa oleh pemiliknya. Artinya, dia menghasilkan sesuatu dari tidak ada modal dan tidak ada risiko materi dalam kesepakatan.

Hal kedua adalah perilaku dari almarhum ayah saya, yang saya panggil Baba. Ceritanya, saat selesai proses pemakaman beliau beberapa tahun yang lalu, kami sekeluarga kedatangan tamu pimpinan organisasi Islam tingkat kecamatan. Awal mula keberadaan orang itu, di sekitar lingkungan kami, ada yang mempertentangkan dia. Namun, selanjutnya, dapat berdampingan dan berkembang pesat hingga saat ini.

Mereka datang bersama jemaah sambil membawa buah tangan. Mereka hanya ingin memberikan kesaksian bahwa selama tinggal berdampingan kurang lebih 25 tahun, mereka belum menemukan orang jujur dan benar selain almarhum bapak saya. “Kalau orang pinter banyak,” kata pimpinan mereka.

Yang ketiga saya dapatkan dari para kiai dan guru saya, terutama saat saya di pesantren. Apalagi beliau-beliau selalu menekankan, amal baik secara lurus kepada Allah dan doa adalah bagian dari investasi kita. Jadi, bisa jadi keberhasilanmu saat ini adalah hasil doamu di masa lalu.

Gaya kepemimpinan Anda?

Dalam memimpin perusahaan, saya selalu mengedepankan profesionalitas dan kompetensi. Dalam pengambilan keputusan, saya intens berdiskusi dengan direksi, namun juga mempertimbangkan masukan dari staf operasional, sehingga keputusan yang muncul adalah kombinasi strategis dan operasional yang diharapkan dapat mengangkat performa perusahaan.

Saya percaya, bisnis perlu dibangun dari kerja keras dan kejujuran semua pihak, termasuk semua karyawan. Adapun angka-angka adalah hasil akhir. Sebelum itu, ketulusan, komitmen, kompetensi, dan profesionalitas dari karyawan adalah modal utama bisnis.

Strategi Anda memajukan perusahaan?

Semua berdasarkan proyeksi, analisis, perhitungan dan tentu pengalaman. Semua yang kami proyeksikan terkait target perusahaan adalah berdasarkan analisis dan pengalaman.  Strategi yang terdekat adalah untuk mengantisipasi kelanjutan pandemi Covid-19 ataupun umrah dibuka secara total setelah musim haji.

Kami sudah mulai mempersiapkan langkah-langkahnya. Contohnya, mengumpulkan data PPIU/PIHK yang memiliki jamaah tunda, dengan memprioritaskan klien-klien lama yang telah terbangun loyalitasnya, membentuk konsorsium program yang ditawarkan kepada PPIU/PIHK untuk mengurangi biaya, dan tentunya melakukan kordinasi dengan tim di Arab Saudi. Ini penting, karena tampaknya musim depan (2021/2022) pandemi Covid-19 selesai.

Filosofi Anda dalam berbisnis?

Sebagus-bagusnya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Jadi, kami ingin melayani semua lapisan PPIU dan PIHK, dari jemaah low, middle, hingga high. Prinsipnya, kami tak mau merugikan orang lain.

Cara Anda membagi waktu antara bekerja dan keluarga?

Manusia perlu passion. Passion saya adalah melayani semua masyarakat. Jadi, saya fokus di sini. Jangan ada lagi kasus orang mau beribadah, tetapi ditipu. Saya juga tidak mau hanya jualan, melainkan juga membantu biro perjalanan umrah yang susah memberangkatan jemaahnya.

Tapi, patut dicatat, kami bukan ingin menjadi panti sosial. Namun, inilah passion sambil membantu pesantren. Kami juga berbagi ilmu pasar modal ke santri dan kiai untuk mengembangkan potensi. Bisa saja santri menjadi trader atau investor, karena sangat menjanjikan untuk masa depan, meskipun basecamp di pesantren. Untuk ABT, kalau sudah mendapatkan persetujuan bursa dan OJK untuk masuk ke pasar modal, saya sudah bersyukur. ***

 

Saipul Bahri, Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo (ist)
Saipul Bahri, Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo (ist)

Hobi Ziarah Makam

Saipul Bahri memiliki hobi unik, yakni berziarah ke makam tokoh-tokoh Islam. Alasannya, dia diajarkan tentang keistemewaan para wali.

“Semakin ke sini, saya makin menikmati ziarah makam. Bahkan, ketika di Balkan, saya bukan hanya mencari makam para muslim dan orang, melainkan ke orang yang memiliki jasa sejarah juga,” kata dia.

Menurut dia, ziarah adalah kebiasaan orang-orang dahulu dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW jika sedang bersedih. Bagi Saipul, ziarah bisa menjadi penyeimbang kehidupan.

“Kalau di Indonesia, setiap kunjung ke daerah, saya pasti tanya makam-makam kyai berpengaruh. Jika ada, saya pasti kunjungi,” kata dia. (rw/ac)


 

Biodata

Nama: Saipul Bahri.

Jabatan: Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo (ABT).

Karier:

  • Manajer Umrah Haji di PT Megahbuana Laena Persada di Jakarta (2003-2006).

  • Direktur Operasional PT Avianca Muliatama/Amanah Mulia Umrah And Hajj Services (2006-2012).

  • Pendiri PT Salwana Global Sarana/Sarana Umrah (2010).

  • Pemimpin PT Salwana Global Sarana/Sarana Umrah (2013-2020).

  • Direktur Utama PT Arsy Buana Travelindo (2020 – sekarang)

Organisasi

  • Ketua Hubungan Antarlembaga di Forum Travel Partner Indonesia (FTPI).

  • Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).

Pendidikan

- S1 Filsafat Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN