Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Kaltim. (ist)

Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Kaltim. (ist)

RAHMAD PRIBADI, DIREKTUR UTAMA PT PUPUK KALTIM

Bisnis Harus Membawa Berkah bagi Masyarakat

Senin, 8 Maret 2021 | 08:00 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

Seorang chief executive officer (CEO) tak semata dituntut mengejar laba (profit) atau pendapatan (revenue) perusahaan. Ada satu prinsip atau nilai-nilai yang juga harus dikejar seorang CEO, yakni mampu memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, baik dampak sosial, ekonomi, maupun dampak lingkungan.

Nilai-nilai itulah yang sedang terus diperjuangkan Rahmad Pribadi bersama perusahaan yang dinakhodainya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). "Dalam hidup, kita harus mengimbangi karier dan pekerjaan dengan kehidupan sosial," kata eksekutif kelahiran Yogyakarta, 13 April 1970, itu kepada wartawan Investor Daily, Kunradus Aliandu di Jakarta, baru-baru ini.

Rupanya, nilai-nilai itu pula yang senantiasa memotivasi Rahmad Pribadi dalam meniti karier di berbagai bidang, termasuk setelah ia memimpin anak BUMN tersebut. "Saya termotivasi, bagaimana agar saya dapat memberikan dampak sosial bagi orang-orang sekitar, membawa berkah dan manfaat," ujar dia.

Apa saja langkah yang disiapkan Rahmad Pribadi agar anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu mendatangkan berkah dan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara? Mengapa ia menganggap kepedulian sosial sangat penting? Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita perjalanan karier Anda?

Saya pertama kali bekerja di Caltex Pacific Indonesia yang sekarang menjadi Chevron Indonesia. Awalnya saya masih menjadi mahasiswa fakultas ekonomi UGM, tapi saya coba mengikuti pendaftaran beasiswa yang diselenggarakan oleh konsorsium perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia, dan ternyata diterima.

Saya mendapatkan beasiswa untuk kuliah di University of Texas, Austin, AS. Selesai dari sana, saya pulang ke Indonesia. Saya kemudian diundang beberapa perusahaan untuk interview, karena yang kasih beasiswa itu konsorsium. Saya akhirnya memilih Caltex Pacific Indonesia karena Caltex di Riau adalah produsen minyak terbesar.

Saya menjadi internal auditor sampai 1997. Saya memutuskan untuk keluar dari ikatan dinas di Caltex dan pindah ke PT Bakrie and Brothers Tbk sebagai internal audit manager. Tak lama berselang terjadi krisis moneter (krismon), hancur-hancuran waktu itu. Saya diketawain oleh teman-teman. Mereka bilang, coba kamu bertahan di Caltex.

Tapi saya meyakini keputusan yang saya ambil itu atas saran dan dukungan dari ibu saya. Jadi, saya percaya nggak mungkin keliru. Saya disarankan (ibu) bekerja saja di Jakarta supaya punya kebebasan untuk selalu mencari tantangan baru.

Saat itu banyak orang yang meninggalkan Bakrie, sementara saya diajak ikut bersama tim untuk membantu restrukturisasinya. Pada 1999, saya menjadi Chief Operating Officer (COO) PT Bakrie and Brothers Tbk. Setelah itu diminta menjadi Dirut di anak usaha unit trading, PT Bakrie Niagatama.

Pada 2006, saya memutuskan keluar dari Bakrie. Bersama beberapa teman eks perusahaan minyak, kami membuat perusahaan minyak, namanya Pasir Petroleum Limited yang kemudian ikut tender mengoperasikan blok minyak di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Sekitar tahun 2012, saya kuliah di Harvard dengan fokus tetap di oil, sektor energi. Pada 2013, saya kembali, saat itu masih menjalankan usaha dengan teman-teman. Lalu pada 2016, saya diajak bergabung dengan perusahaan BUMN, PT Petrokimia Gresik sebagai Direktur SDM.

Saya bekerja di Petrokimia Gresik sampai 2017. Setelah itu, saya diminta memimpin BUMN yang lain, Semen Baturaja, sekitar setahun. Pada 2018, saya diajak kembali ke Petrokimia Gresik, tapi kali ini ditunjuk sebagai Direktur Utama. Pada 2020, saya menjadi Direktur Utama di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sampai sekarang.

Kiat Anda mengelola perusahaan?

Sejak masuk di Pupuk Kaltim, di luar perbaikan operasional, yang saya lakukan adalah mengondisikan Pupuk Kaltim bisa menghadapi perubahan lingkungan bisnis secara strategis. Pupuk Kaltim adalah sebuah industri strategis, kegiatan pengolahannya menggunakan gas. Produknya sangat mendukung bagi ketahanan pangan, sehingga sustainability Pupuk Kaltim ini harus dijaga.

Ke depan, saya menggagas program untuk mempertahankan sustainability Pupuk Kaltim. Pertama, memastikan adanya sebuah pertumbuhan. Kedua, adanya sustainability.

Platform ini kami kembangkan dengan empat strategi utama. Pertama, melakukan rekonfigurasi pabrik. Kalau ada pabrik yang tidak efisien maka kami upayakan kembali efisien. Kalau tidak bisa, kami coba cari cara agar pabrik yang sama bisa menghasilkan produk yang berbeda supaya tetap kompetitif. Kalau itu juga tidak bisa, terpaksa pabrik itu ditutup.

Cara kedua, extension of capacity. Itu tidak mungkin dilakukan di Bontang, karena pipa yang mengalirkan gas ke Bontang dari waktu ke waktu turun. Maka strategi kami adalah ekspansi ke daerah-daerah yang menjadi sumber gas baru yang belum diproduksi.

Dari beberapa diskusi, kami dapatkan jalan keluar, yakni akan membangun industri di Bintuni, terdiri atas industri amoniak, industri urea, sekaligus industri metanol.

Strategi ketiga adalah membangun bisnis baru, yang bagus, yang mudah berkelanjutan dan bisa mengimbangi gambaran risiko dari Pupuk Kaltim secara keseluruhan. Saya beranggapan ada dua nih, satu mengembangkan industri berbasiskan sumber-sumber yang renewable.

Itu penting. Karena kami adalah orang yang ahli di kimia, pilihannya adalah oleo kimia berbasis kelapa sawit. Sebab, Indonesia mengekspor minyak sawit mentah (CPO), sedangkan kita mengimpor sebagian produk hilirnya.

Bisnis baru kedua adalah melakukan hilirisasi amoniak atau urea. Kami sudah pikirkan akan membangun industri soda ash, yaitu produk turunan amoniak. Saat ini Indonesia mengimpor 100%. Fungsinya untuk membikin kaca. Soda ash itu bahan bakunya kita punya, yaitu amoniak dan garam.

Strategi pertumbuhan keempat adalah merger dan akuisisi. Bagi kami, ini sesuatu yang baru dan belum pada suatu titik keputusan untuk melakukan merger dan akuisisi. Tapi bayangan saya, perusahaan di sektor pangan harus punya kelengkapan services. Ini sedang kami evaluasi satu per satu, kira-kira di mana kami bisa mengambil peran penting dalam rantai pasok atau rantai nilai. Masih di agrikultur, apakah di hulu, tengah, atau hilirnya.

Kami sedang menyusun program yang berkelanjutan. Tahun kemarin kami ulang tahun ke-43. Dalam 10 tahun, kami harapkan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sudah double. Itu penting karena Pupuk Kaltim adalah industri strategis. Tak mungkin kita membangun ketahanan pangan tanpa memperhatikan ketahanan inputnya, seperti benih, pupuk, dan pestisida. Kalau ketahanan pangan hanya menanam maka kita hanya jadi tukang jahit. Semuanya impor, benih impor dan pupuk impor. Itu ketahanan pangan yang sedikit semu. Untuk itu, kami harus memastikan Pupuk Kaltim berkembang secara berkelanjutan.

Cara Anda menyelesaikan persoalan di perusahaan?

Saya senang mengambil inisiatif dan gebrakan-gebrakan untuk dapat memecahkan masalah dan menorehkan pencapaian baru perusahaan. Kami mengeluarkan strategi-strategi dengan fokus bagaimana perusahaan ini dapat sustain dan bertumbuh.

Saya sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan semua karyawan. Saya memberikan kesempatan selebar-lebarnya, terutama bagi mereka yang masih muda, untuk berkarya dan mengembangkan diri, sehingga nanti bisa menjadi generasi-generasi muda pemimpin di masa depan.

Apa filosofi atau nilai-nilai hidup yang Anda pegang?

Yang melatarbelakangi dan memotivasi saya dalam berkarier adalah bagaimana saya dapat memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat atau orang-orang sekitar. Dalam hidup, kita harus mengimbangi karier dan pekerjaan dengan kehidupan sosial.

Saya selalu menganggap kepedulian sosial itu sangat penting. Dalam konteks kecilnya adalah keluarga. Kita harus dapat mengetahui apa yang menjadi prioritas dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sebagai contoh, mungkin jika saat itu saya tidak ditawari pekerjaan di Petrokimia Gresik, maka saya tidak akan ambil, karena pada masa itu keinginan saya adalah berada lebih dekat dan dapat lebih meluangkan waktu untuk mengurus kedua orang tua saya, serta pada saat bersamaan dapat berkontribusi cukup besar terhadap sektor pangan, sektor yang secara pribadi menjadi perhatian saya setelah belajar Master of Public Administration di Harvard.

Memberikan dampak sosial dalam konteks besar adalah bagaimana kita bisa selalu membawa manfaat dan berkah, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi masyarakat lingkungan sekitar, bahkan dalam hal mengelola perusahaan.

Bagi saya, dalam memimpin perusahaan, fokus tidak hanya pada mengejar profit, tetapi perusahaan minimal harus mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan kepada masyarakat sekitar, baik dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Dalam menentukan langkah perusahaan, saya selalu mengutamakan keberlanjutan (sustainability). Kami tidak selalu melakukan hal atau kebijakan yang hanya memberikan short-term impact secara finansial terhadap perusahaan. Jika kita memikirkan dampak yang juga akan terasa secara long-term, maka hasilnya pun akan lebih baik untuk seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk bagi perusahaan itu sendiri.

Obsesi Anda yang belum terwujud?

Secara pribadi, obsesi saya adalah ingin mengantarkan anak-anak untuk bisa mandiri. Selain itu, saya juga ingin menjadi lebih aktif di bidang sosial. Ada satu impian terdalam saya, yakni memiliki pesantren dan mampu menghafal Alquran.

Harapan saya adalah bisa mendedikasikan waktu untuk kehidupan sosial. Secara perusahaan, obsesi yang selalu ingin saya capai di bawah kepemimpinan saya adalah melahirkan generasi pemimpin-pemimpin baru yang bisa lebih sukses dari saya.

Saya sendiri sudah melihat talent pool dan ekosistem di Pupuk Kaltim ini sangat mendukung. Saya berharap ke depan, generasi-generasi pemimpin baru akan tumbuh dari perusahaan yang saya pimpin ini.

Ketika saya masuk ke perusahaan, SDM menjadi bagian penting yang selalu saya pikirkan. Beberapa teman sudah merasakan, yang biasa kerja A saya putar-putar begitu supaya orang punya skill.

Menjadi leader itu harus mempunyai skill yang cukup. Tidak bisa di situ terus. Saya bisa menjadi seperti sekarang karena saya sudah memasuki berbagai macam industri, sehingga memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih baik.

Peran keluarga dalam karier Anda?

Istri adalah teman diskusi. Tidak hanya dalam hal pekerjaan, juga banyak hal lainnya. Dukungan secara pemikiran dan emosional sangat penting. Misalnya ketika mencintai pekerjaan, kita kadang terlibat secara emosional. Dalam situasi seperti itu, dukungan secara emosional dari lingkungan dan keluarga berperan sangat besar bagi saya.***

Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Kaltim. (ist)
Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Kaltim. (ist)

 

Menulis adalah Cara yang Efektif untuk Belajar

Menulis merupakan kebiasaan sekaligus hobi Dirut PT Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi. Tak hanya menulis artikel di koran, Rahmad juga menulis buku.

“Memang saya punya hobi menulis. Dulu saya sering menulis artikel ke koran, menulis buku, dan bantu teman menulis buku,” ujar dia.

Menurut Rahmad, menulis adalah salah satu cara yang efektif untuk belajar sesuatu. “Saya percaya, menulis itu salah satu cara untuk belajar. Ketika menulis, pasti kita belajar,” tutur dia.

Selain menulis, Rahmad sejatinya punya banyak hobi, dari mulai menerbangkan pesawat (menjadi pilot), renang, golf, hingga menyelam (diving). Bahkan, waktu masih duduk di bangku SD, Rahmad menggemari silat.

“Hobi saya banyak dan berevolusi. Waktu kecil, saya ingin menjadi pilot. Tapi eyang saya melarangnya. Setelah saya bekerja, mulai tahun 2000-an, saya mengambil pilot license. Kemudian pada tahun 2000-an banyak kecelakaan, akhirnya hobi saya pindah ke pesawat aeromodelling, pesawat model yang kecil-kecil itu,” papar dia.

Kini, menyelam adalah satu-satunya hobi yang masih dilakoni Rahmad Pribadi. Namun, akibat pandemi Covid-19, Rahmad terpaksa untuk sementara menunda hobinya itu. Padahal, ia sudah lama ingin menyelam di perairan Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Sumba (NTT). "Mudah-mudahan Covid segera selesai,” kata Rahmad. (ks)

 

 

 

 

BIODATA

- Nama: Rahmad Pribadi, BBA, MBA.

- Tempat/tanggal lahir: Yogyakarta, 13 April 1970.

Pendidikan:

- Universitas Gadjah Mada (2 tahun)

- S1 Akuntansi, The University of Texas, Austin, AS (1992).

- S2, Master, Public Administration Harvard University, AS (2013).

Karier:

- Auditor PT Caltex Pacific Indonesia (1993-1997).

- Internal Audit Manager PT Bakrie and Brothers Tbk (1997-1998).

- Chief Operating Officer PT Bakrie and Brothers Tbk (1998-2000).

- CEO PT Bakrie Niagatama (2000-2009).

- Direktur Pasir Petroleum Resources Limited (2009-2016).

- Direktur SDM PT Petrokimia Gresik (2016).

- Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (2017-2018).

- Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (2018-2010).

- Direktur Utama PT Pupuk Kaltim (26 Agustus 2020 - sekarang).

 

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN