Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum  Kadin Indonesia Bidang  Industri Olahraga, Raja Sapta Oktohari. (Foto: Antara)

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Olahraga, Raja Sapta Oktohari. (Foto: Antara)

Jangan Kendur Karena Covid

Jumat, 28 Agustus 2020 | 06:55 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Pandemi corona tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap atlet Indonesia.

Sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari juga mendorong pengurus induk-induk organisasi olahraga, baik pengurus besar (PB) maupun pengurus pusat (PP), lebih terpacu mempersiapkan atlet-atletnya menghadapi kejuaraan walaupun pandemi Covid-19 belum reda.

Dalam kondisi seperti ini, para pengurus induk cabang olahraga (cabor) dituntut mengembangkan kreativitas pembinaan atlet agar tetap bersemangat meraih prestasi.

“Kita tidak boleh berhenti menjalankan pembinaan atlet di tengah Covid-19. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan berbagai hal menuju fase kehidupan baru. Kita selaku masyarakat olahraga sudah harus bersiap menghadapi new normal,” tandas Okto.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) itu menambahkan, wabah virus corona memang telah mengganggu seluruh program latihan dan menghentikan berbagai turnamen. Namun, atlet nasional tidak boleh pasrah.

“Kita harus memanfaatkan kesempatan agar bisa meningkatkan prestasi dalam rangka menghadapi persaingan ke depan,” ujar pengusaha yang pernah dinobatkan sebagai promotor tinju termuda di dunia itu.

Okto wanti-wanti mengingatkan bahwa pandemi corona tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap atlet Indonesia.

Sebaliknya, PB/PP harus lebih terpacu mempersiapkan atlet-atletnya agar bisa bersaing untuk meraih hasil terbaik pada ajang SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Dalam konteks inilah, PB/PP dituntut kreativitasnya untuk menjalankan program pembinaan atlet, dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Yang pasti, program latihan mesti dijalankan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet,” kata Okto yang pernah terpilih sebagai 50 Orang Berpengaruh versi majalah Globe.

Program Latihan

Sebelum atlet Indonesia menghadapi kenormalan baru, kata Okto, baik National Olympic Committee (NOC), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), PB/PP, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah seyogianya melakukan pembahasan bersama guna merancang program latihan.

Artinya, menurut Vice President Asian Cycling Confederation ini, pihak-pihak terkait harus punya program latihan, baik selama masa pandemi maupun pascapandemi.

“Dengan kata lain, kita harus bergandengan tangan mengatasi segala kendala yang dihadapi dalam menjalankan program pembinaan demi masa depan olahraga Indonesia ke depan,” ucap Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) yang juga salah seorang founder Bike to Work itu.

Baca juga: Bahkan Industri Olahraga Pun Harus Beradaptasi

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN