Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juan Carlos Martines, CEO Regal Springs Indonesia

Juan Carlos Martines, CEO Regal Springs Indonesia

JUAN CARLOS MARTINEZ, PRESIDEN DIREKTUR PT REGAL SPRINGS INDONESIA

Kearifan Lokal Sumber Inspirasi

Imam Suhartadi, Selasa, 3 September 2019 | 19:10 WIB

Sering tak disadari, kearifan lokal adalah sumber inspirasi bagi perusahaan. Jika diterapkan secara tepat dan konsisten, kearifan lokal bisa menjadi kekuatan yang dahsyat untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan.

Untuk membentuk tim kerja yang solid, misalnya, para chief executive officer (CEO) bisa mengadopsi nilai-nilai kolektif yang terkandung dalam budaya musyawarah dan gotong royong.

Berbekal tradisi bangsa Indonesia itu, perusahaan bisa segera mengambil keputusan yang bulat dan refresentatif saat manajemen dituntut membuat aksi korporasi yang cepat dan tepat.

“Budaya Indonesia amat kolektif. Orang Indonesia suka berkumpul dan menghabiskan waktu bersama, misalnya dengan nongkrong atau kongko-kongko. Itu modal penting untuk membentuk tim kerja yang solid,” kata Juan Carlos Martinez, presiden direktur PT Regal Springs Indonesia, kepada wartawan Investor Daily Imam Suhartadi di Jakarta, baru-baru ini.

Nilai-nilai kearifan lokal itulah yang diterapkan Juan di Regal Springs Indonesia, produsen dan eksportir ikan tilapia air tawar terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Swiss dan menjadi bagian dari Regal Springs Group.

Eksekutif kelahiran Spanyol ini awalnya tak menyadari kelebihan dan kekuatan yang terkandung dalam kearifan lokal, khususnya yang berkaitan dengan kolektivitas dan kolaborasi.

“Saya belajar banyak dari orang Indonesia, yang membantu saya berubah secara positif dan berbeda dari sosok saya ketika pertama datang ke sini,” tutur dia.

Bagi Juan, kolaborasi antarkaryawan maupun antara karyawan dan pihak manajemen mutlak diperlukan. Lewat kolaborasi itulah berbagai masalah yang dihadapi perusahaan dapat segera dipecahkan dan dicarikan solusinya bersama-sama.

“Jadi, kuncinya adalah pendekatan kolaboratif, bukan silo approach atau pendekatan yang terpisah-pisah,” tegas dia.

Selain kolaborasi, Juan Carlos Martinez menekankan pentingnya rasa memiliki perusahaan di kalangan karyawan. Dengan begitu, mereka akan punya inisiatif tinggi dan terlibat secara intens untuk memajukan perusahaan.

Seperti nilai-nilai kolektif dan kolaboratif, spirit dan rasa memiliki perusahaan di kalangan karyawan juga bisa digali dari budaya gotong royong dan musyawarah.

“Kami mendorong karyawan untuk membuat keputusan dan mengajukan ide-ide bagus. Jangan selalu berharap saya menyuruh untuk melakukan sesuatu setiap saat. Harus ambil inisiatif dan punya rasa memiliki. Karyawan juga pemilik perusahaan. Kami menyebutnya taking ownership,” ujar Juan. Berikut penuturan lengkapnya:

 

Bisa Anda jelaskan apa itu Regal Springs?

Regal Springs Indonesia adalah bagian dari Regal Springs Group, perusahaan yang fokus pada budi daya tilapia (nama umum untuk jenis ikan cichlid yang ragamnya ratusan, termasuk ikan nila, yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, dari konsumsi, kecantikan, hingga kesehatan).

Kami juga punya banyak aktivitas lain. Inti bisnis kami adalah industri seafood. Kami pun memiliki divisi pakan ayam, sapi, dan lainnya. Juga ada divisi budi daya perairan yang fokus pada tilapia.

Kami adalah produsen tilapia air tawar terbesar di dunia. Fokus kami adalah menjadi produsen tilapia dengan standar terbaik di dunia dan membuat para konsumen merasa puas. Ketika perusahaan ini dimulai, kami berorientasi pada produksi. Kini kami mengubah fokus menjadi lebih ke konsumen, bagaimana membuat konsumen senang. Perusahaan ini didirikan 30 tahun lalu (1988), kami baru saja merayakan ulang tahun ke-30.

Di mana saja produk Regal Springs dipasarkan?

Regals Springs Group yang beroperasi di beberapa negara, menjual berbagai makanan seafood. Sedangkan Regal Springs Indonesia hanya tilapia, kami fokus pada budi daya perairan. Ada tiga negara utama tempat kami mengembangkan budi daya tilapia perairan, yaitu Indonesia sebagai yang pertama dan terbesar, serta Meksiko dan Honduras.

Perkembangan bisnis Regal Springs?

Selama dua tahun terakhir, perusahana kami berjuang untuk menghasilkan profit. Ketika perusahaan diambil alih oleh kepemilikan baru, kami juga menghadapi tantangan di pasar akibat banyaknya pesaing, yaitu para produsen dari Tiongkok yang menetapkan harga sangat rendah di pasar.

Pemilik baru tentunya tertarik untuk berbisnis jangka panjang sehingga kami ingin terus tumbuh. Artinya, kami harus memangkas biaya karena harga di pasar sangat kompetitif.

Target jangka pendek dan jangka panjang Regal Springs Indonesia?

Dalam jangka pendek, untuk mengurangi biaya, kami membenahi sistem kontrol dan melakukan efisiensi. Perusahaan sebelumnya memiliki kekurangan dalam beberapa prosedur. Mereka sukses, tapi mengalami masa sulit di pasar. Mereka kurang memiliki kontrol, prosedur, dan profesionalisme.

Target jangka pendek lainnya adalah memperbarui tim karena kami berusaha melibatkan orang-orang yang memiliki talenta untuk bekerja di perusahaan ini. Kami juga berupaya mengatur ulang berbagai fungsi agar lebih efisien.

Untuk jangka panjang, kami ingin mempertahankan leadership yang saat ini sudah dimiliki perusahaan. Kami ingin menjadi produsen tilapia terdepan di dunia dan selalu menjadi yang terdepan. Karena itulah kami meluncurkan world’s first fully integrated sustainability system dalam budi daya perairan.

Bagaimana Anda bergabung dengan Regal Springs?

Selama 30 tahun terakhir, saya bekerja di industri pangan. Latar belakang saya adalah operasional. Saya bertanggung jawab terhadap operasional berbagai perusahaan multinasional di berbagai negara. Saya lahir di Spanyol, tapi menghabiskan lebih banyak waktu di luar negeri untuk bekerja, dibanding di negeri saya sendiri.

Saya datang ke Indonesia sembilan tahun lalu, bekerja di perusahaan pangan, SGM. Itu grup perusahaan besar dan multinasional. Saya dikirim ke Indonesia dan menjadi bagian dari direksinya. Saya kemudian pindah dari satu perusahaan ke perusahaan swasta lainnya. Kini saya bergabung dengan Regal Springs Group.

Saya berharap, latar belakang saya bisa membantu membawa perusahaan ini memiliki standar multinasional. Sebab, pemilik sebelumnya bukanlah perusahaan berstandar multinasional meskipun beroperasi di Indonesia, Meksiko, dan Honduras.

Arti karyawan bagi Anda?

Perusahaan ini tumbuh dari kelompok kecil. Semula karyawannya hanya 10 orang, sekarang sudah 4.000 orang. Karyawan memiliki arti sangat penting bagi perusahaan. Kami tumbuh bersama mereka.

Kami memproduksi ikan. Ada dua aktivitas yang berbeda di perusahaan. Ada aktivitas budi daya (farming), di mana kami memelihara ikan. Lalu ada aktivitas pemrosesan (processing), di mana kami memproduksi fillet ikan (yang tulangnya sudah dipisahkan) dan membekukannya. Paket itu kemudian dikirimkan ke konsumen.

Kegiatan farming dan processing sangat membutuhkan tenaga kerja. Untuk farming ada orang-orang yang bertugas menjaga ikan, kandang, dan memberi makan ikan. Misalnya di Danau Toba yang merupakan lokasi budi daya terbesar kami, hampir 790 orang bekerja di sana. Sepenting itulah karyawan bagi aktivitas farming kami.

Begitu pula untuk processing, tidak banyak mesin yang kami miliki. Ini adalah pekerjaan yang amat mengandalkan karyawan. Setiap ikan yang melalui proses fillet, semua dilakukan tenaga manusia, dari awal hingga akhir. Hanya aktivitas tertentu yang dilakukan mesin, misalnya saat menguliti ikan. Sisanya dilakukan para pekerja. Kami bukan perusahaan yang menggunakan otomasi.

Satu hal lain yang kami perhatikan ke depan adalah berevolusi dari perusahaan yang melakukan pendekatan ala LSM (lembaga swadaya masyarakat) seperti di masa lalu, menjadi perusahaan yang berbisnis secara profesional sambil mempertahankan orang-orang yang ada.

Cara Anda membentuk tim kerja yang solid?

Saya memercayai kolaborasi. Ini merupakan kekuatan yang amat besar ketika Anda hendak mencari resolusi. Saya memercayai apa yang dihasilkan dari kerja sama.

Indonesia memiliki keunggulan yang baik dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Budaya Indonesia amat kolektif, punya tradisi gotong royong. Orang Indonesia suka berkumpul dan menghabiskan waktu bersama, seperti nongkrong atau kongko-kongko.

Kondisi tersebut amat berbeda dengan negara lain yang lebih banyak berkompetisi, di mana orang-orang berlomba untuk menjadi yang terbaik. Kekuatan kolaborasi adalah hal yang amat penting. Ini yang coba saya terapkan di Indonesia, membuat tim yang bekerja sebagai satu kelompok yang solid.

Hal kedua yang sama pentingnya adalah membuat para karyawan merasa memiliki tugas-tugas yang harus dikerjakan. Mereka harus belajar untuk tidak menunggu hingga ada yang menyuruh melakukan sesuatu. Mereka harus belajar melakukan berbagai hal secara mandiri.

Kami selalu mendorong karyawan untuk mengajukan ide-ide bagus. Jangan selalu berharap saya akan menyuruh melakukan sesuatu setiap saat. Mereka harus mengambil inisiatif dan merasa memiliki perusahaan. Kami menyebutnya taking ownership.

Kami melakukan pendekatan secara kolaboratif, bukan silo approach (pendekatan yang terpisah-pisah), serta mendorong karyawan untuk memiliki ownership terhadap berbagai solusi untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan.

Terobosan Anda di Regal Springs Indonesia?

Perusahaan ini tak begitu banyak prosedur. Hal pertama yang dilakukan Regal Springs Group ketika mengambil alih perusahaan ini adalah menetapkan standar pekerjaan. Kami menetapkan standar dan prosedur-prosedur yang diwajibkan untuk konsumen dan jaringan kami, misalnya sertifikasi.

Dalam budi daya ikan perairan, Anda harus memiliki dukungan dari institusi yang mengetahui bagaimana aktivitas ini dilakukan di seluruh dunia. Mereka bisa membedakan praktik baik dan praktik buruk. Orang-orang ini akan memberi sertifikasi atau reward yang menjamin jika Anda mengikuti prosedur maka Anda sudah melakukan hal yang benar.

Dalam hal code of conduct dan kebijakan lainnya, kami juga menerapkan kebijakan anti-graft (anti-suap) dan anti-fraud (anti-penipuan) sebagaimana tempat lainnya di seluruh dunia.

Aturan dan standar yang Anda terapkan di Regal Springs Indonesia?

Kami menerapkan good practice untuk memastikan kami menghormati hukum serta tidak menjadi sumber konflik bagi perusahaan dan karyawan. Kami harus menerapkan standar dan kebijakan internasional. Ini yang sedang kami lakukan. Contohnya kami meluncurkan Kami Peduli, sebuah program keberlanjutan di bawah ruang lingkup budi daya perairan.

Kami harus melakukan hal-hal yang menjamin program keberlanjutan. Kami harus melakukan hal yang benar, kami harus bisa menunjukkan kepada konsumen bahwa kami melakukan hal yang benar.

Jika memiliki konsumen di Amerika Serikat (AS) yang membeli produk Anda, mereka takkan mau tahu apa yang Anda lakukan. Mereka tak akan pergi ke Danau Toba, kan? Mereka takkan melihat bagaimana ikan-ikan tersebut diberi makan atau bagaimana proses fillet dilakukan.

Jadi, konsumen harus percaya pihak ketiga, lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi dan memastikan apa yang kami lakukan sudah benar berdasarkan standar. Bahwa kami tidak mempekerjakan anak-anak di pabrik, meskipun kami sangat membutuhkan pekerja.

Banyak dampak yang kami berikan kepada komunitas sekitar karena tempat operasional kami adalah alam terbuka. Bukan hanya karena kami mempekerjakan orang, namun karena mereka juga bergantung pada kami. Maka semua harus berjalan secara adil.

Filosofi hidup dan karier Anda?

Filosofi kehidupan dan karier saya berbeda, tapi ada satu kesamaan, yakni harus menikmatinya. Dalam hidup, kita memiliki banyak tujuan, bukan hanya untuk bekerja. Kita bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja.

Semuanya tentang nilai. Nilai apa yang Anda miliki? Keluarga tentu hal yang penting. Juga kepercayaan, jika Anda orang yang religius. Semua tergantung kepada nilai-nilai Anda.

Kalau saya, saya memiliki nilai kristiani karena saya beragama Kristen. Berada di Indonesia, saya merasa terinspirasi oleh nilai-nilai yang dimiliki orang Indonesia. Setelah sembilan tahun di negara ini, nilai-nilai yang saya miliki tentunya berbeda dengan nilai-nilai yang saya anut ketika baru sampai di sini.

Ini hal yang positif. Saya belajar banyak dari orang Indonesia, yang membantu saya berubah secara positif dan berbeda dari saya ketika datang ke sini. Ketika pertama kali saya datang, perusahaan saya terletak di Yogyakarta. Apa yang saya pelajari sangat Jawa. Kulturnya sangat berbeda, misalnya dibanding Batak, mengingat kami memiliki bisnis di Sumatera Utara.

Salah satunya, saya belajar untuk lebih bersabar. Belajar untuk lebih menghormati orang, sebab ketika Anda dihormati orang maka sebaliknya juga harus menghormati mereka. Saya belajar nilai yang benar-benar Indonesia, yakni nilai waktu, kesabaran, tidak naik pitam, melakukan pendekatan kolektif.

Cara Anda mengatur waktu antara karier dan keluarga?

Ya, memang sulit. Dalam situasi seperti perusahaan kami saat ini, ketika banyak hal harus dilakukan, hari-hari berlangsung sangat cepat. Saya beruntung karena istri saya berasal dari Indonesia. Ia orang Batak yang sangat sabar. Untuk waktu yang cukup lama, bisnis ini memang membutuhkan perhatian yang amat banyak. Namun saya mencoba mempelajari satu hal penting, sebisa saya.

Saya mengajak istri makan malam secara berkala. Saya tandai di kalender bahwa ada waktu khusus untuk pribadi. Sebab, jika tidak melakukannya, saya akan terus terbuai dalam pekerjaan. Hal terpenting adalah mengalokasikan waktu untuk segala hal yang penting dalam hidup Anda.

Keluarga adalah hal penting dalam hidup saya. Jadi, menemukan keseimbangan tak mudah, khususnya saat ini, karena situasi yang saya hadapi di perusahaan. Tapi dengan dialog dan kesabaran, saya akan menemukan keseimbangan yang tepat.***

 

 
Biodata

Nama lengkap: Juan Carlos Martinez.

Karier:

  • Presiden Direktur PT Regal Springs Indonesia.
  • Chief Operating Officer PT Haldin Pacific Semesta.
  • VP Procurement & Supply Chain Sari Husada SGM Infant Formula.
  • Global Supplier Director Danone HQ.
  • Regional Procurement Director Innovation & Health Danone Eropa bagian Selatan.


Baca juga:

Gandrungi Makanan dan Budaya Indonesia 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN