Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto.

Melawan Corona dengan 'Out of the Box'

Rabu, 15 Juli 2020 | 08:45 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Covid-19 memberikan pukulan telak terhadap perekonomian nasional. Berbagai sektor ekonomi terkena dampaknya, termasuk sektor perikanan.

“Ekonomi masih berjalan, namun tersendat-sendat. Produksi perikanan, baik di laut maupun di tambak, tetap berjalan, tapi turun tajam,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Para pengusaha di sektor perikanan mendukung penuh pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (BSBB) yang dijalankan pemerintah agar ekonomi kembali berputar kencang, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berharap pemerintah dan aparat keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri, mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan secara tegas. Ini demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga bangsa, tanpa terkecuali,” tandas Yugi.

Disiplin Masyarakat

Bagi Yugi Prayanto, ketegasan aparat, termasuk melaksanakan penegakan hukum (law enforcement) terhadap masyarakat yang tidak patuh, perlu dilakukan. Sebab, sukses atau tidaknya pemulihan ekonomi melalui pelonggaran PSBB menuju new normal ditentukan oleh kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Ketidakpatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan bisa memicu gelombang kedua pandemi Corona. Bila itu terjadi, pemulihan ekonomi bisa mentah lagi,” ujar dia.

Yugi mengakui, Covid-19 adalah musuh yang tidak kelihatan. Pemerintah di berbagai negara dipaksa untuk mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengatasi pandemi corona. “Di sektor perikanan, kami menghadapi tantangan sangat besar. Luar biasa dampaknya,” tutur dia.

Di tengah pandemi, para nelayan ternyata masih melaut agar dapurnya tetap mengepul. Itu sebabnya, produksi perikanan meningkat. “Tapi di sisi lain, produksinya belum terserap secara optimal. Apalagi storage di dalam negeri, khususnya di kawasan Indonesia timur, jumlahnya minim,” papar dia.

Namun, Yugi bersyukur karena pemerintah sangat sigap. “Pemerintah dengan cepat menempuh langkah-langkah konkret untuk membantu nelayan dan pelaku usaha. Pemerintah bahkan membeli produk-produk perikanan,” ucap dia.

Bagaimana para pengusaha di sektor perikanan menyiasati pandemi corona? “Tentu kami tidak boleh tinggal diam atau hanya berpangku tangan. Kami harus melakukan terobosan-terobosan baru, mencari peluang-peluang bisnis baru, agar tetap survive,” tegas Yugi.

Di mata Yugi Prayanto, kebijakan pemerintah di tingkat pusat dalam menangani pandemi Covid sudah baik. Hanya saja, pelaksanaan di lapangan masih perlu pembenahan.

“Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penyebaran virus Corona mengakibatkan kebijakan pemerintah belum terimplementasikan secara maksimal,” tutur dia.

Di pihak lain, ketegasan dan koordinasi di tingkat pusat, daerah, dan kementerian/lembaga (K/L) juga harus didorong. “Saya berharap pemerintah lebih fokus, tegas, dan konsisten menerapkan kebijakan, khususnya dalam menangani Covid-19,” kata dia.

Di Luar Kebiasaan

Yugi Prayanto juga mengajak semua pihak berpikir di luar kebiasaan (out of the box), misalnya dalam upaya menemukan vaksin corona. “Selain itu, harus dipikrkan pula nasib ketahanan pangan nasional selama pandemi,” ujar Yugi yang sedang mengembangkan bisnis reefer container dan tengah mempertimbangkan pengembangan bisnis yang terkait dengan big data dan kesehatan.

Dalam prediksi Yugi Prayanto, pandemi Covid-19 paling cepat baru mereda pada akhir 2020 atau awal 2021. Setelah pandemi mereda, masyarakat akan menjalani new normal. “Nah, mulai dari sekarang, standard operating procedure (SOP)-nya harus dibuat dengan reward and punishment yang jelas,” tutur dia.

Di luar itu, Yugi tak muluk-muluk dengan pertumbuhan ekonomi tahun ini. “Pertumbuhan ekonomi kita bisa positif saja sudah bagus. Kalau lebih dari itu, alhamdulillah. Blessing,” tegas dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN