Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Niharika Yadav (CEO Axa Indonesia)

Niharika Yadav (CEO Axa Indonesia)

NIHARIKA YADAV, PRESIDEN DIREKTUR PT AXA FINANCIAL INDONESIA

Tak Ada Jalan Pintas untuk Mencapai Kesuksesan

Mardiana Makmun, Kamis, 29 Agustus 2019 | 05:10 WIB

Jangan pernah berpikir bahwa kesuksesan bisa dicapai secara instan, apalagi lewat jalan pintas. Sukses hanya bisa diraih oleh para pekerja keras, orang-orang gigih, sabar, ulet, dan pantang menyerah.

Keberhasilan yang dicapai dengan cara-cara instan atau diperoleh lewat jalan pintas bukanlah kesuksesan yang sesungguhnya, melainkan kuseksesan semu yang mudah pudar oleh waktu, gampang lekang oleh zaman.

“Tak ada jalan pintas untuk mencapai kesuksesan. Jika ingin sukses, ya harus bekerja keras,” ujar Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia (AFI) Niharika Yadav kepada wartawati Investor Daily Mardiana Makmun di Jakarta, baru-baru ini.

Perempuan kelahiran India, 9 Agustus 1975, ini percaya bahwa selain oleh para pekerja keras, kesuksesan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang konsisten dan fokus pada apa yang dibidiknya.

“Kita harus fokus pada eksekusi dan hasil, sehingga segenap sumber daya dikerahkan pada satu target,” tegas peraih AXA Pride Award 2015 dari the India CEO dan AXA Switch Award 2014 dari AXA Asia CEO, itu.

Filosofi tak ada jalan pintas tidak hanya diterapkan Niharika Yadav dalam kehidupan pribadinya. Ia juga menerapkan filosofi tersebut dalam memimpin AFI.

Dalam membangun etos kerja di kalangan karyawan AFI, Niharika Yadav selalu mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan.

“Seperti dalam falsafah India, kekeluargaan merupakan hal yang utama. Jika memiliki ikatan kebersamaan yang kuat, kita bahkan mampu memindahkan gunung,” tutur dia. Berikut penuturan lengkapnya:

 

Bisa diceritakan bagaimana awal Anda bergabung dengan AFI?

Sebelumnya, pada Januari 2010-Agustus 2012, saya bergabung dengan AXA China Region Insurance Company Limited dan ditempatkan di AXA Asia dengan jabatan Strategy Regional Head. Saya bertanggung jawab kepada Regional Chief Financial Officer.

Karier saya terus meningkat dengan menjabat sebagai Regional Development Director pada Agustus 2012-Desember 2015 dan bertanggung jawab kepada Regional Chief Executive Officer.

Tanggung jawab saya di antaranya memberikan dukungan strategis bagi CEO Regional Life dan General Insurance yang terlibat mendukung perumusan ambisi AXA dan visi 2020, mengawasi jalannya strategi proyek entitas, serta melaksanakan organik dan anorganik peluang pertumbuhan regional untuk meningkatkan pangsa pasar dan mewujudkan peningkatan pertumbuhan pelanggan.

Berikutnya pada Januari 2015, saya menjabat sebagai Regional Distribution and Development Director. Pada

April 2017-Maret 2018, saya menjabat sebagai Strategic Development Director dengan bertanggung jawab kepada Chief Executive Officer (CEO).

Tugas saya meliputi bagian dari pengembangan strategis di bawah CEO Regional AXA Asia untuk memiliki pengawasan terhadap bisnis Indonesia dan Thailand dengan tanggung jawab transversal, bekerja pada pengembangan keahlian distribusi di wilayah tersebut.

Saya juga bertugas melakukan peninjauan dan memberikan panduan untuk bisnis dalam konteks pasar tentang cara menumbuhkan bisnis dan mengembangkan strategi MDRT (The Million Dollar Round Table) untuk wilayah tersebut.

Pada April 2018-Juni 2018, saya menjabat sebagai Interim Chief Agency Officer, bertanggung jawab kepada Presiden Direktur.

Saya bertugas atas pencapaian semua aspek kinerja dari agensi, antara lain meliputi kinerja penjualan, produktivitas dan aktivitas para tenaga pemasar, target perekrutan yang berkualitas, target aktivasi agen baru, serta terciptanya budaya agensi yang sehat dengan standar kinerja profesional seluruh tenaga pemasar, baik secara etikal maupun profesional.

Selanjutnya pada Juli 2018-31 Januari 2019, saya menjabat Director of Distribution Hub. Pada 30 April 2019, saya dipercaya menjadi Presiden Direktur AFI.

Apa saja yang menjadi tanggung jawab Anda?

Saya bertanggung jawab dalam memimpin AFI atas pencapaian dan kinerja perusahaan dari setiap aspek, termasuk bisnis, keuangan, sumber daya manusia (SDM), dan tenaga penjualan. Termasuk di dalamnya menciptakan tenaga pemasar yang berkelanjutan dan profesional.

Yang membuat Anda tertarik untuk berkarier di bidang asuransi?

Asuransi dapat melindungi seseorang, kehidupan seseorang sehingga menjadi lebih baik, lebih berkualitas. Terutama pada momen-momen kritis, asuransi sangat dibutuhkan. Saya sangat mencintai bidang ini.

Ada pengalaman pribadi sehingga Anda makin mencintai dunia asuransi?

Ya, suatu ketika ibu saya sakit parah dan harus bolak-balik berobat ke rumah sakit, sementara biaya pengobatan di rumah sakit sangat mahal. Padahal, ayah saya hanya seorang pegawai pemerintah dengan gaji yang terbatas.

Dari sini saya berpikir bahwa asuransi kesehatan (medical protection) sangat membantu. Bagi saya, bekerja di bidang asuransi adalah profesi mulia karena bisa memberikan perlindungan kepada kita semua, termasuk keluarga.

Pandangan Anda tentang industri asuransi Indonesia?

Saya melihat potensi pasar asuransi di Indonesia sangat besar, sedangkan tingkat literasi finansial di Indonesia masih kecil. Hal ini saya ketahui karena sebelumnya saya ditunjuk sebagai konsultan di Indonesia, untuk membantu bisnis unit di Indonesia. Dari situ saya tahu pasar asuransi di Indonesia dengan penetrasi pasarnya yang rendah sehingga peluangnya sangat besar.

Apa saja tantangannya?

Tantangannya adalah dengan tingkat literasi keuangan yang rendah, tingkat kesadaran masyarakat untuk berasuransi juga rendah. Dengan keadaan ini, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) membuat gerakan literasi keuangan.

Nah, untuk mendukung inisiatif tahun ini, AFI menargetkan ikut menutup gap tersebut dengan aktif melakukan kegiatan literasi keuangan kepada masayarakat Indonesia.

Strategi yang Anda terapkan?

Untuk meningkatkan kesadaran berasuransi dan meningkatkan literasi, pada 2019 ini kami secara aktif melaksanakan program literasi keuangan, termasuk di dalamnya mengenalkan asuransi syariah di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota besar lainnya.

Total hingga saat ini ada 15 kota dengan 1.300 peserta. Program literasi ini kami buat secara fun supaya masyarakat dapat memahami pentingnya mempersiapkan perencanaan keuangan dan pentingnya memiliki proteksi.

Peluang asuransi syariah ke depan?

Di Indonesia, potensi asuransi syariah sangat besar. Pasarnya pun tumbuh setiap tahun, meskipun kontribusi terbesar saat ini masih asuransi konvensional karena jumlah agen konvensional masih lebih besar dibanding agen syariah. Namun, kini AFI juga fokus menggarap pasar syariah dan terus memperkuat produk yang komprehensif.

Terobosan yang Anda lakukan untuk AFI?

Saya fokus membangun kualitas SDM di AFI, termasuk untuk 4.000 tenaga agen yang bergabung di AFI. Salah satunya dengan meningkatkan profesionalitas para agen sehingga mereka dapat meningkatkan penetrasi pasar asuransi di Indonesia.

Agen bukan sekadar menjual produk. Agen juga harus melakukan financial need analysis, sehingga produk yang ditawarkan sesuai kebutuhan nasabah. Dengan begitu, nasabah bisa trust kepada agen dan perusahaan asuransi itu sendiri.

Tahun ini, AFI juga meluncurkan produk unitlink untuk long term protection yang dilengkapi rider-nya. Produk ini sangat customer centric dan dapat memenuhi kebutuhan pasar. Pasar sangat responsif terhadap produk unitlink ini. Volumenya meningkat dan berpotensi untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.

Posisi AFI di industri asuransi domestik saat ini?

AFI berada di posisi ke-15 untuk pasar asuransi Indonesia. Namun, saya menargetkan posisi AFI berada di nomor 5 pada tiga tahun ke depan.

Strateginya adalah menguatkan fundamental, agen profesional, dan produk yang komprehensif. Selain itu, kami terus meningkatkan kemudahan proses dan prosedur bagi nasabah.

Gaya kepemimpinan Anda?

Di luar 4.000 agen, AFI memiliki lebih dari 380 karyawan. Saya menerapkan 3E dalam leadership, yaitu Enable, Empower, dan Energize. Saya memastikan seluruh karyawan mengetahui dan memahami visi perusahaan dengan memberdayakan mereka melalui peningkatan kualitas sumber daya tim yang kuat. Juga dengan memberikan semangat yang tinggi dan menjadikan pencapaian visi perusahaan sebagai prioritas.

Untuk mendukung gaya kepemimpinan ini, saya menerapkan prinsip CSE, yaitu Clarity, Speed, dan Execution.

Kejelasan dalam tujuan, kecepatan, dan pelaksanaan dalam pencapaian tujuan. Saya juga selalu terbuka untuk berdiskusi dengan menghilangkan hierarki.

Saya juga menanamkan kepercayaan kepada karyawan serta membiasakan diri untuk selalu memberikan penghargaan kepada mereka. Kebiasaan yang sering kami lakukan adalah merayakan keberhasilan bersama-sama. Hal ini juga untuk menciptakan suasana kekeluargaan dalam bekerja.

Seperti dalam falsafah India, kekeluargaan merupakan hal yang utama. Jika memiliki ikatan kebersamaan yang kuat, kita bahkan mampu memindahkan gunung.

Filosofi hidup Anda?

Tak ada jalan pintas untuk mencapai kesuksesan. Jika ingin sukses, kita harus bekerja keras. Filosofi ini tidak hanya saya terapkan secara pribadi, tapi juga menjadi acuan saya dalam memimpin perusahaan.

Selain itu, kami harus senantiasa fokus pada eksekusi dan hasil, sehingga segenap sumber daya dikerahkan pada satu target.

Saya selalu menganggap perusahaan sebagai keluarga besar. Karena itu, dalam mengajak para karyawan atau tim untuk bekerja keras mencapai tujuan, saya selalu mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan.

Obsesi Anda yang belum tercapai?

Saya masih punya mimpi. Salah satunya membawa AFI ke posisi 5 besar industri asuransi di Indonesia. Di luar itu, saya terus berusaha memberikan contoh yang baik dan menjadi inspirasi untuk anak saya.***

 

Biodata

Nama: Niharika Yadav.

Jabatan: Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia.

Tempat/tanggal lahir: India, 9 Agustus 1975.

Kebangsaan: India.

 

Pendidikan:

  • 1996-98, Diploma Management Business, Fore School of Management, New Delhi.
  • 1993-1996: BA - Sophia College, Ajmer, Rajasthan (Maharshi Dayanand Saraswati University).

Penghargaan:

  • 2015: AXA Pride Award 2015 dari the India CEO.
  • 2014: AXA Switch Award 2014 dari AXA Asia CEO.

 

Baca juga:

Berlari untuk Hilangkan Stress

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN