Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jared Lee

Jared Lee

JARED LEE, VICE PRESIDENT QATAR AIRWAYS UNTUK ASIA TENGGARA

Tanamkan Sifat Positif Maka Hasilnya akan Positif

Thresa Sandra Desfika, Senin, 21 Oktober 2019 | 13:15 WIB

Jared Lee boleh jadi ditakdirkan hidup untuk dunia penerbangan.Vice President Qatar Airways untuk Asia Tenggara ini sungguh sulit berpisah dengan dunia penerbangan.

Jared sudah malang melintang di industri penerbangan global sejak 1990. Pada 2016, ia sempat mencoba peruntungan di bidang pelayaran. Tapi kariernya di pelayaran tak berlangsung lama karena Jared kemudian kembali ke industri penerbangan.

Minat Jared terhadap dunia penerbangan sangat besar. Selama berkarier di industri penerbangan, Jared Lee sudah berpindah-pindah ke berbagai negara untuk mengembangkan bisnis perusahaan penerbangan di mana ia bekerja.

Semua itu tidak dirasakannya sebagai beban. Malah, pria kelahiran Penang, Malaysia ini sangat menikmatinya. Apalagi hal itu selaras dengan kegemarannya melakukan perjalanan (travelling).

Jared Lee punya tiga kunci dalam meraih kesuksesan. Pertama, ia menanamkan sifat bisa melakukan apa saja yang positif pada dirinya. Ia percaya bahwa dengan menanamkan sifat positif, ia akan berpandangan positif, bertindak positif, dan menuai hasil yang positif pula.

Kedua, membentuk tim yang tepat. Tim tersebut harus diisi orang-orang kepercayaan yang mampu mengerjakan sesuatu sesuai tujuan perusahaan. Ketiga, bekerja dengan berpatokan pada hasil yang dituju.

“Tim dengan orang yang tepat merupakan hal yang mutlak bagi saya. Itu tidak bisa ditawar atau dinegosiasikan, karena saya akan memercayakan tugas-tugas perusahaan kepada mereka, dengan berpatokan pada hasil yang dituju,” ujar Jared Lee kepada wartawan Investor Daily Thresa Sandra Desfika di Jakarta, baru-baru ini.

Keluarga juga memiliki peran penting dalam mendorong karier Jared Lee hingga ia mencapai posisi sekarang. Jared merasa sangat beruntung karena keluarganya tidak keberatan diajaknya berpindah-pindah demi menyongsong jenjang karier yang lebih tinggi.

“Putri saya harus pindah sekolah enam kali dalam tujuh tahun pertama kehidupan sekolahnya karena berbagai jabatan pekerjaan saya di seluruh dunia. Itu tidak mudah bagi anak mana pun. Namun, keluarga saya mendukung saya sepenuhnya dan pergi bersama saya. Jadi, saya menganggap diri saya sangat beruntung,” tutur dia.

Itu sebabnya, bagi Jared, membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan juga sangat penting dalam perjalanan kariernya. “Tapi membagi waktu itu tidak semudah yang diucapkan,” tegas dia.

Bagaimana Jared membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga? Apa saja yang sudah dilakukannya untuk Qatar Airways? Apa rencananya ke depan? Obsesi apa lagi yang ingin ia kejar? Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita perjalanan karier Anda?

Saya memulai karier penerbangan saya sebagai management trainee pada 1990 dengan sebuah maskapai penerbangan (bukan Qatar Airways). Saya menjabat berbagai posisi untuk mengelola berbagai stasiun di berbagai negara, termasuk Hong Kong, Pakistan, dan Jepang. Selanjutnya saya dipindahkan untuk menangani manajemen komersial dan dikirim ke India, Australia, serta Dubai.

Kapan Anda bergabung dengan Qatar Airways?

Saya bergabung dengan Qatar Airways pada 2006. Peran utama saya waktu itu adalah memulai operasi di berbagai negara. Peran pertama saya adalah country manager untuk Jepang. Pada 2009, saya dipindahkan ke Australia untuk memulai operasi di sana sebelum pergi ke Tiongkok pada 2010 untuk membuka tiga stasiun berbeda di Chongqing, Chengdu, dan Hangzhou dalam waktu dua tahun.

Saya kemudian pindah ke Doha (Qatar) pada 2014 sebagai wakil presiden untuk Afrika dan membuka empat stasiun di Afrika, termasuk Djibouti, Asmara, Zanzibar, dan Durban pada periode 2014 hingga 2016.

Jadi, seluruh karier Anda dihabiskan di penerbangan?

Saya sempat meninggalkan perusahaan penerbangan pada 2016 dan pindah ke industri pelayaran. Tadinya saya mengira bahwa saya bisa melakukannya untuk perubahan.

Tetapi akhirnya saya bergabung kembali dengan Qatar Airways pada Agustus 2017 sebagai wakil presiden untuk Asia Tenggara. Ternyata penerbangan adalah tempat di mana hasrat saya berada dan di mana saya bisa melakukannya secara lebih baik dengan perusahaan penerbangan terbaik.

Alasan Anda berkarier di industri penerbangan?

Melakukan perjalanan selalu ada dalam darah saya. Saya adalah penggemar penerbangan dan perjalanan. Saya suka pesawat. Jadi, saya berada di industri yang saya sukai. Ini terutama terjadi untuk aspek komersialnya juga karena saya merasa sangat terpenuhi dan terpuaskan untuk melihat bisnis berkembang dari awal.

Cara Anda mengatasi tantangan?

Kendala atau tantangan tidak bisa dihindari. Kuncinya adalah menyelaraskannya dengan tujuan strategis dan hasil yang diinginkan oleh semua pemegang saham. Singkatnya, ini semua tentang hasil yang didorong dengan memegang teguh visi dan nilai-nilai perusahaan.

Gaya kepemimpinan yang Anda terapkan?

Saya merasa bahwa mendapatkan tim yang tepat di tempat kerja sangat penting. Mungkin terdengar klise, tapi saya menganggap sumber daya manusia (SDM) benar-benar merupakan aset kami yang sangat berharga.

Saya sangat berhati-hati dan memilih secara khusus orang yang tepat untuk menjadi anggota tim. Saya menghargai orang-orang dengan inisiatif besar, sikap bisa melakukan apa saja, pandangan positif, dan ketekunan yang kuat.

Setelah mendapatkan orang yang tepat, Anda tahu bahwa mereka akan memberikan panduan yang tepat. Tim dengan orang yang tepat sangat tidak bisa dinegosiasikan untuk saya. Saya biasanya memercayai orang-orang saya dan membiarkan mereka menjalankan tugasnya sepanjang mereka tetap fokus pada hasil.

Strategi Anda mengembangkan bisnis Qatar Airways di Asia Tenggara?

Untuk pasar Asia Tenggara, sudah jelas kami mendapatkan pangsa pasar yang baik di industri penerbangan. Selain itu, sangat penting untuk Qatar Airways menyeimbangkan hal tersebut dengan kualitas pendapatan untuk memastikan margin yang sehat. Itu berarti kami juga perlu memastikan bahwa kami memiliki campuran pelanggan yang tepat dari segmentasi yang ada.

Bagaimana bisnis Qatar Airways saat ini dan prospeknya ke depan?

Pasar Asia Tenggara penting dan kuat untuk Qatar Airways. Kinerjanya baik dengan pertumbuhan dua digit yang kuat. Jadi, saya senang mengatakan bahwa kami baik-baik saja dan berharap untuk terus seperti itu.

Qatar Airways secara keseluruhan juga berkinerja baik. Faktanya, kami sekali lagi memenangi penghargaan Skytrax World Best Airline 2019 yang sangat didambakan tahun ini. Qatar Airways membuat sejarah penerbangan karena kami adalah satu-satunya maskapai di dunia yang telah memenangi penghargaan bergengsi ini lima kali.

Selain itu, kami memenangi kategori Kelas Bisnis Terbaik Dunia, Kursi Kelas Bisnis Terbaik Dunia, dan Maskapai Penerbangan Terbaik di Timur Tengah.

Skytrax World Airline Awards bersifat independen dan dipilih oleh lebih dari 21 juta pelancong yang berasal lebih dari 100 negara, dengan lebih dari 300 maskapai yang disurvei setiap tahun.

Penghargaan tersebut disebut oleh media massa di seluruh dunia sebagai ‘Oscar Industri Penerbangan’. Mendapatkan pengharagaan Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia adalah bukti bahwa Qatar Airways melakukan sesuatu yang benar dan memberikan pengalaman penerbangan terbaik kepada dunia. Itu adalah sesuatu yang sangat kami banggakan.

Tentu saja, ini juga memberi kami dorongan untuk berusaha lebih keras dan terus tumbuh serta berkembang sambil menjadi penyedia pengalaman terbang terbaik.

Apa lagi pencapaian monumental Qatar Airways?

Selain meraih penghargaan Skytrax, peluncuran kelas bisnis Qatar Airways QSuite telah menjadi hit besar karena telah merevolusi produk kelas bisnis di industri penerbangan.

Kami menyebutnya first in business karena konsep suite berasal dari kabin kelas satu. Pada dasarnya kami menempatkan elemen produk kelas satu di kursi kelas bisnis dan pada titik harga kelas bisnis.

Banyak penumpang berkomentar bahwa QSuite kami seperti kelas satu. Cukuplah untuk mengatakan QSuite telah diterima dengan sangat baik dan fakta bahwa kami telah memenangi penghargaan Kelas Bisnis Terbaik Skytrax dan Kursi Kelas Bisnis Terbaik adalah buktinya.

Saya percaya semuanya bermuara pada DNA inovatif Qatar Airways di mana kami terus memikirkan cara baru untuk memberikan pengalaman terbang yang lebih baik dan untuk meningkatkan penawaran produk kami.

Kami juga meluncurkan kelas ekonomi yang disempurnakan awal tahun ini, dengan sistem berbaring 19 derajat yang inovatif, ruang kaki tambahan, baki ganda, layar lebar 4K 13,3 inci, dan jenis USB port tipe C dengan pengisian cepat.

Itu disertai pengalaman bersantap baru dalam penerbangan ‘quisine’, dengan semua peralatan makan baru, menu yang ditawarkan lebih banyak pilihan, serta porsi yang lebih besar untuk hidangan utama, hidangan pembuka, dan makanan penutup.

Ini adalah beberapa peningkatan yang datang ke kelas ekonomi segera untuk memastikan penumpang yang bepergian di kabin yang berbeda dilayani dengan baik.

Dari sisi armada bagaimana?

Qatar Airways saat ini mengoperasikan lebih dari 250 pesawat terbang dan kami terus berinvestasi dalam pesawat baru. Faktanya, kami memiliki rata-rata satu pengiriman pesawat baru setiap 10 hari. Kami dapat dengan aman mengatakan bahwa kami memiliki armada yang sangat muda dan modern yang mencakup pesawat ultra-modern Airbus A350-1000 dan Boeing 787 Dreamliner.

Kunci Anda dalam meraih kesuksesan?

Saya akan meringkas kunci kesuksesan dalam tiga poin. Pertama adalah memiliki pendekatan ‘bisa melakukan’ hal-hal positif untuk bekerja dan bertahan dalam menghadapi tantangan. Dengan menanamkan sifat-sifat positif, kita akan berpandangan positif dan bertindak positif. Hasilnya pun akan positif.

Kedua adalah memiliki tim yang tepat, yang dapat Anda percayai untuk mengerjakan sesuatu. Yang terakhir adalah benar-benar didorong untuk mencapai hasil yang sesuai, yang merupakan tujuan strategis bersama.

Peran keluarga dalam karier Anda?

Saya sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukung karier saya. Mereka telah mengikuti saya melalui berbagai frasa karier saya. Bahkan, putri saya harus pindah sekolah enam kali dalam tujuh tahun pertama kehidupan sekolahnya karena berbagai jabatan pekerjaan saya di seluruh dunia.

Itu tidak mudah bagi anak mana pun. Namun, keluarga saya mendukung saya sepenuhnya dan pergi bersama saya. Jadi, saya menganggap diri saya sangat beruntung.

Cara Anda menyeimbangkan waktu pekerjaan dengan keluarga?

Saya harus memprioritaskan dan mendapatkan keseimbangan yang baik antara keluarga dan kehidupan kerja. Itu selalu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tetapi itu adalah sesuatu yang saya percaya bahwa semua orang berusaha mencapai kesuksesan karier tanpa mengorbankan waktu dengan keluarga.

Ini adalah perjalanan di mana Anda harus terus-menerus mengevaluasi dan beradaptasi dengan penuh kesadaran tentang prioritas kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Obsesi yang masih ingin Anda capai?

Saat ini saya sedang mengejar gelar master eksekutif dalam kepemimpinan, strategi, dan inovasi. Kita perlu terus meningkatkan diri, baik secara pribadi maupun profesional, sehingga tidak hanya menjadi pekerja yang lebih baik, tetapi juga menjadi orang yang lebih dewasa.

Saya berharap dapat membawa apa yang saya pelajari ke tempat kerja sehingga saya dapat terus memberikan hasil sambil menjadi pemimpin dan kolega yang lebih baik bagi tim saya dan orang-orang yang bekerja dengan saya.

 

Biodata

Nama lengkap: Jared Lee.

Lahir: Penang, Malaysia.

Usia: 52 tahun.

 

Karier:

 

* Qatar Airways

Vice President Asia Tenggara  (Agustus 2017-sekarang).

* Costa Cruises Pacific Asia & China

- VP Manajemen Produk & Layanan (September 2016 - Juni 2017).

- VP Komersial (Maret 2016 - September 2016).

* Qatar Airways

- Vice President – Afrika (Februari 2014 - Februari 2016).

- Country Manager Tiongkok (Mei 2011 - Februari 2014).

- Manajer Regional Lingkar Pasifik (Januari 2008 - April 2011).

- Manajer Area Jepang (Mei 2006 – Desember 2007).

* Singapore Airlines

- General Manager Gulf (September 2005 – Mei 2006).

- Manajer Kawasan Barat Australia (April 2001 – September 2005).

- Manajer Kawasan Timur India (April 1999 – April 2001).

- Manajer Pemasaran Regional Asia Barat dan Afrika (November 1998 – April 1999).

- Manajer Stasiun Maskapai (November 1992 – November 1998).

 

Baca juga: Jalan-jalan dan Kuliner

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA