Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ariel Wibosono, CEO Pura Trans

Ariel Wibosono, CEO Pura Trans

ARIEL WIBISONO, DIREKTUR UTAMA PT PUTRA RAJAWALI KENCANA (PURA TRANS)

Tanggung Jawab Berasal dari Kepercayaan

Edo Rusyanto, Senin, 11 November 2019 | 14:00 WIB

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga pengusaha tak menjadikan Ariel Wibisono manja. Ariel adalah tipe pekerja keras, punya kemauan kuat untuk belajar, dan penuh tanggung jawab.

Sifat-sifat itu melekat dalam diri Ariel Wibisono berkat tempaan orang tuanya yang dikenal sebagai 'raja' tetes tebu di Jawa Tengah.

Selain kerja keras, belajar, dan bertanggung jawab, ada satu ajaran keluarganya yang tidak boleh dilanggar. Prinsip ini menjadi salah satu pegangan Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) itu dalam menghadapi kerasnya persaingan bisnis transportasi angkutan jalan, hingga sekarang.

“Orang tua saya selalu mengajarkan kepada anak-anaknya agar jangan bikin malu keluarga. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bisnis, kami diajarkan tidak boleh curang,” kata Ariel Wibisono kepada wartawan Investor Daily Edo Rusyanto di Jakarta, baru-baru ini.

Kepercayaan yang diberikan orang tua ikut memengaruhi sepak terjang Ariel dalam melakoni dunia bisnis. Atas kepercayaan yang diberikan orang tuanya, pria kelahiran Surabaya, 29 Juni 1983, ini justru merasa lebih bertanggung jawab.

Ariel Wibisono percaya bahwa dalam mengelola bisnis keluarga, kepercayaan mutlak harus dimiliki segenap anggota keluarga. Sebab, dengan kepercayaan itu, ia bisa mengelola perusahaan secara lebih kreatif dan inovatif.

Tanpa kepercayaan, bisnis sulit dikembangkan, inovasi susah dilakukan. Alhasil, perusahaan tak bisa merespons perkembangan zaman. Ujung-ujungnya, perusahaan tak punya daya saing sehingga sulit berkompetisi.

“Saya menghormati kepercayaan yang diberikan orang tua, termasuk ketika saya memutuskan untuk membangun bisnis sendiri di luar bisnis keluarga pada 2006,” tutur Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Timur ini.

Bermodalkan kepercayaan tersebut, Ariel Wibisono berhasil melalui segala rintangan. Kepercayaan itu pula yang membuatnya tidak mudah patah arang dan selalu menjadikan jatuh bangun dalam berbisnis sebagai sumber pembelajaran. Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita awal mula Anda berbisnis?

Saya diberi kepercayaan besar oleh orang tua. Pada usia 25 tahun, saya dipercaya untuk membuat bisnis sendiri di luar bisnis keluarga. Pada 2006, saya menjalankan perusahaan hanya bermodalkan belasan truk dengan jumlah karyawan yang masih sedikit.

Saya berkecimpung di bisnis logistik transportasi, khususnya truk, sudah 15 tahun. Jatuh bangun serta perubahan zaman sudah saya rasakan. Hal itu membuat saya lebih peka dan lebih profesional menghadapi era yang cepat saat ini.

Anda tidak menjadikan kepercayaan itu sebagai beban?

Kepercayaan itu justru menambah motivasi saya dalam menjalani bisnis. Banyak pembelajaran dari jatuh bangun saat membangun bisnis sendiri. Hasilnya, kami berhasil mengembangkan Rajawali Dwi Putra Indonesia (perusahaan lain di bawah bendera Grup Rajawali).

Kami juga terus mengembangkan Pura Trans. Perseroan melayani pengiriman building material dan infrastruktur, seperti batu bata ringan, semen putih, asbes, serta aneka komoditas, antara lain pupuk, semen, minyak goreng, hingga barang jadi.

Selain itu, dalam road map perusahaan, kami membentuk Rajawali Inti, yang akan menjadi perusahaan berbasis perdagangan kendaraan truk dan alat berat dengan berfokus pada sewa menyewa, jual beli, dan bengkel untuk menjadi pendukung lini bisnis Rajawali Group.

Ada anggapan bahwa generasi kedua dan ketiga lebih mudah karena tinggal meneruskan bisnis yang dirintis generasi pertama. Pendapat Anda?

Keluarga saya berbisnis di bidang agribisnis, yakni tetes tebu. Di Jawa Tengah, kami bahkan disebut sebagai 'raja' tetes tebu atau gula. Bisnis itu dirintis sejak 1960-an oleh kakek saya. Tapi, saya kemudian membangun usaha lain, yakni transportasi logistik. Grup kami bahkan punya bisnis karoseri dan ban vulkanisir sendiri, termasuk jual beli truk. Kini, kami punya lima jasa pengangkutan truk (JPT).

Generasi pertama membangun bisnis dengan susah payah dan kerja keras. Generasi kedua harus mampu membangun bisnis dengan cara dan kondisi saat itu untuk menjadi lebih besar. Dan, saya sebagai generasi ketiga, juga harus mampu membangun menjadi yang terbesar dan pastinya harus lebih baik.

Jangan sampai, generasi pertama membangun, generasi kedua mengembangkan, sedangkan generasi ketiga meruntuhkan.

Nilai-nilai yang diajarkan orang tua Anda sebagai pengusaha?

Orang tua saya tidak memanjakan anak. Sejak kecil, kami ditanamkan sifat-sifat dan perilaku disiplin. Selain itu, kami diberi keleluasaan, termasuk membangun usaha sendiri. Kami benar-benar diberi kepercayaan dan itu sangat membantu dalam mengarungi kehidupan, termasuk dalam berbisnis.

Karena itu, hal serupa saya tanamkan kepada ketiga anak saya. Tapi, agak berbeda seiring perkembangan teknologi. Kini, anak-anak dapat mencari tahu segala sesuatu dari Youtube. Anak-anak lebih cepat dewasa atau lebih tahu daripada orang tua.

Kepada anak-anak, saya tanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi. Beri kepercayaan kepada mereka. Memberi kepercayaan kepada anak-anak itu penting agar mereka bertanggung jawab, misalnya bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan sendiri-sendiri. Mereka saya didik untuk belajar mengevaluasi hal hal penting dalam kehidupan mereka mulai dari kecil.

Kami kerap berdiskusi untuk mengetahui suatu hal. Dengan begitu, leadership anak saya perlahan terbentuk, dan pengaruh lingkungan menjadi berkurang karena sikap dan cara berpikir terhadap diri sendiri yang sudah saya tanamkan sejak kecil.

Selain itu, saya selalu mengajarkan kepada anak-anak agar lebih logis. Segala sesuatu harus diberi penjelasan atau alasan sehingga mereka berpikir. Semua itu agar mereka bertanggung jawab dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Anak-anak tidak diberi aturan yang mengekang, karena aturan yang mengekang biasanya akan cenderung mendorong anak-anak memberontak. Ikuti kemauan mereka, namun tetap bertanggung jawab.

Bagaimana Anda menjaga hubungan dengan karyawan?

Pada 2012, jumlah karawan dan mitra kami baru 65 orang. Kini kami memiliki 350 karyawan dan mitra. Mayoritas adalah pengemudi dan asisten karena bisnis kami adalah transportasi logistik.

Kami menerapkan prinsip adil dan merata kepada para pengemudi. Mereka juga terbantu oleh sistem teknologi informasi (TI) yang kami buat sejak 2012. Lewat sistem itu, mereka bisa berinteraksi dengan manajemen, kapan pun, secara transparan.

Lewat sistem itu pula, pengaturan jadwal mengemudi tidak terganggu oleh kondisi kendaraan yang sedang menjalani perawatan. Kami percaya, transparansi akan memperkuat komitmen dalam bisnis transportasi.

Pembinaan kepada driver dimulai sejak rekrutmen yang terbuka, lalu mengedukasi mereka secara berkala, termasuk soal keselamatan lalu lintas di jalan. Sangat penting untuk senantiasa mengedukasi para pengemudi, terutama untuk meningkatkan pengetahuan tentang kendaraan dan aturan perusahaan. Kami juga bekerja sama dengan Hino untuk melatih para pengemudi.

Kami pun memberikan bonus jika mereka berprestasi. Bahkan, kami memberi bea siswa dan fasilitas rumah lewat program corporate social responsibility (CSR) bagi yang berprestasi sehingga turn over pengemudi sangat kecil, dan mereka kian produktif.

Meski demikian, punishment tetap ada bagi mereka yang lalai, misalnya dengan pemotongan honor. Namun, kami tidak memberi toleransi bila terkait tindakan pidana.

Prospek bisnis transportasi ke depan?

Prospek jasa transportasi darat berbasis jalan masih sangat menjanjikan, terutama karen ditopang masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar. Dalam beberapa tahun ke depan, populasi angkutan barang nasional diprediksi tumbuh 50% per tahun.

Saat ini, Pura Trans memiliki total armada sebanyak 155 unit, dengan jangkauan operasi Jawa hingga Sumatera. Truk yang digunakan adalah Hino.

Aksi korporasi yang Anda siapkan ke depan?

Kami akan membawa Pura Trans masuk ke pasar modal untuk mendapatkan pendanaan. Dana yang kami himpun akan digunakan untuk ekspansi. Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham rencannya dilangsungkan pada Desember 2019.

Kami akan melepas 33,95% saham, berikut waran, dengan target dana Rp 195 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan antara lain untuk membeli truk bekas sebanyak 67 unit dan aksesorisnya, serta truk baru sebanyak 138 unit. Selebihnya untuk modal kerja.

Bagi kami, akhir 2019 adalah momentum yang tepat untuk menggelar IPO saham, sebab kondisi pasar saat itu kami perkirakan sudah pulih. Kondisi domestik dan eksternal sudah mendukung.

Tujuan IPO saham?

Aset perusahaan bertambah setelah IPO, seiring penambahan jumlah armada. Dengan tambahan armada ini, kami berharap mampu mempertahankan dominasi di bisnis jasa pengurusan transportasi (JPT) darat berbasis truk.

Kami juga berniat memperkuat jasa angkutan multimoda dengan menggandeng perusahaan pelayaran. Langkah ini akan memperluas jangkauan pengiriman barang perseroan, dari saat ini Jawa dan Sumatera menjadi ke Kalimantan.

Selain itu, dengan IPO saham, kami lebih mudah menarik investor baru untuk masuk. IPO saham juga akan meningkatkan nilai perusahaan, kepatuhan terhadap hukum, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), termasuk di bidang transparansi.

Status perusahaan terbuka pun akan meningkatkan citra perusahaan di mata klien. Ini tentunya harus diikuti kualitas pelayanan dan ketersediaan armada yang memadai.***

 

 

BIODATA

Nama: Ariel Wibisono.

Tempat/tanggal lahir: Surabaya, 29 Juni 1983.

Status: Tiga anak.

 

Pendidikan:

2001-2002: Portland Community College (associate degree of science).

2002-2004: Portland State University, Oregon, AS.

 

Karier:

* 2007-sekarang: Direktur Utama PT Rajawali Dwiputra Indonesia.

* 2012-sekarang: Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana.

* 2013-sekarang: Direktur PT Rajawali Inti.

* 2014-sekarang: Direktur PT Arveo Pioner Mediatama.

* 2014-sekarang: Direktur PT Multi Bangun Duta Bangsa.

* 2014-sekarang: Direktur Utama PT Indolintas Adi Karya.

* 2017-2018: Direktur Utama PT Inaflor Multi Internasional.

* 2018-sekarang: Komisaris PT Inaflor Multi Internasional.

* 2018-sekarang: Direktur PT Rajawali Transglobal Sejahtera.

* 2018-sekarang: Direktur PT Indolintas delapan Cemerlang.

* 2019-sekarang: Komisaris Utama PT Selera manis Indonesia.

* 2019-sekarang: Direktur Utama PT Ayam Tradisional Nusantara.

* 2019-sekarang: Komisaris Utama PT Raja Kuliner Indonesia.

* 2019-sekarang: Direktur utama PT Igelcorp Asia Kapital.

* 2019-sekarang: Direktur PT RajawaliCorp Inti Nusa.

* 2019-sekarang: Komisaris PT Digital Solusi Pintar.

 

Organisasi:

* 2015: Vice President Junior Chamber International East Java (JCI East Java).

* 2016: Local Treasure JCI East Java.

* 2016: Wakil Ketua Bidang Transportasi Angkutan Barang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

* 2017: Executive Vice President JCI East Java.

* 2017: Wakil Ketua Bidang Logistik DPD Aptrindo.

* 2017: Wakil Ketua Hub Internasional BPD Hipmi Jatim.

* 2018: Local President JCI East Java.

* 2018: Ketua DPD Aptrindo Jawa Timur.

* 2019: Immediate Past President JCI East Java.

 

Baca juga: Travelling dan Fotografi

 

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA