Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt  Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi.

Plt Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi.

Tenis Meja dan Prinsip-prinsip Bankir

Jumat, 9 Oktober 2020 | 07:28 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Tenis meja menjadi salah satu olahraga favorit Plt Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi, selain bulu tangkis dan golf. Setiap minggu, ia pasti menyempatkan diri bermain pingpong bersama koleganya.

Di Indonesia, olahraga ini pertama kali dilombakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Solo, Jawa Tengah, pada 1948. Di tingkat dunia, tenis meja dipertandingkan di Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan.

“Saya senang bermain tenis meja, olahraga yang menurut saya memerlukan konsentrasi, kehati-hatian, kecepatan, dan ketepatan bertindak. Prinsip-prinsip yang sangat dijunjung tinggi seorang bankir,” tutur Hery Gunardi kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (2/10).

Bagi kalangan bankir, prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking principles) adalah kehati-hatian dalam meminimalisasi risiko usaha operasional bank sesuai ketentuan-ketentuan bank sentral dan ketentuan internal bank.

“Seperti bermain tenis meja, kita harus jeli melihat posisi berdiri lawan untuk dapat menaklukkannya melalui pemberian bola menukik yang berlari sangat cepat. Demikian juga bankir, seorang bankir harus jeli melihat calon debitur dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit,” ujar Hery.

Hery Gunardi menegaskan, di tengah arus kemajuan teknologi yang sangat cepat, meskipun perbankan harus melakukan inovasi dan beradaptasi dengan perubahan, jangan sampai ada sikap kompromi dan melonggarkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) dalam berbisnis.

Bagi Hery, seperti halnya bermain tenis meja, sebelum mengambil keputusan, seorang bankir harus berkonsentrasi penuh, berhati-hati, cepat, dan tepat setiap kali mengambil keputusan. Itu karena keputusan yang diambil akan berdampak luas terhadap nasabah dan perbankan.

"Sebab, fondasi utama bisnis perbankan adalah trust dan confidence. Dan, harus diingat bahwa jangan sekali-kali melupakan good corporate governance. Pemenang dari persaingan yang semakin ketat adalah institusi yang mampu beradaptasi dan bersikap fleksibel terhadap perubahan,” tegas Hery Gunardi.***

Baca juga: Beradaptasi, Kunci Mengejar Mimpi

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN