Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia/Chief Strategy Consultant Arrbey Consulting, Handito Juwono. (Foto: Ist)

Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia/Chief Strategy Consultant Arrbey Consulting, Handito Juwono. (Foto: Ist)

Tetap Eksis Karena Mampu Beradaptasi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:59 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

Dampak buruk pandemi Covid-19 telah menyebar ke berbagai sektor usaha, termasuk jasa konsultan bisnis.

Arrbey Consulting adalah satu dari sekian banyak jasa konsultan bisnis yang ikut terpukul pandemi. Berkat kemampuannya beradaptasi, Arrbey Consulting bisa tetap eksis.

Pandemi membuat pelatihan (training) bisnis secara fisik (offline) Arrbey Consulting anjlok sampai 80% karena orang-orang tidak mau berkumpul lagi. Tapi hal itu ternyata tidak sampai menjadikan perusahaan limbung. Itu karena Arrbey Consulting sejak beberapa tahun terakhir sudah merambah sistem online.

"Jadi, kami bisa langsung pindah ke sistem online karena kami memang sudah go digital. Kalau nggak, kami tekor sekarang," tutur Chief Strategy Consultant Arrbey Consulting, Handito Juwono.

Menurut Handito, perusahaan itu sudah membangun platform digital, seperti e-learning. Alhasil, ketika ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mereka dengan cepat bisa memindahkan pelatihan bisnis dan sekolah ekspor ke sistem online.

Handito menjelaskan, di masa pandemi, Arrbey Consulting tetap menjaga hubungan dengan pelanggan lama mereka. Arrbey paham bahwa pelanggannya pasti sedang berupaya bertahan dari terjangan pandemi.

“Makanya kami memberikan layanan yang lebih customize kepada mereka. Kami bahkan melakukan akuisisi pelanggan untuk pelanggan baru pada program training. Untuk pelanggan lama, kami menjaga constumer loyality,” tegas dia.

Perusahaan Keluarga

Arrbey Consulting, kata Handito, melakukan redesain model bisnis sekitar 60% dari bisnis lama dalam menyongsong era pascapandemi Covid-19. Pada bisnis sebelumnya, Arrbey Consulting bertugas menemani perusahaan yang ingin bertumbuh dan sedang kesulitan bisnis. Namun akibat pandemi, perusahaan yang sedang tumbuh nyaris tidak ada, justru kebanyakan mengalami kesulitan.

Salah satu perubahan bisnis Arrbey Consulting adalah fokus mendorong digitalisasi plus sedikit internasionalisasi dari perusahaan keluarga atau familly business. Internasionalisasi tidak harus selalu ekspor, bisa juga berarti kerja sama dengan perusahaan luar negeri dengan membuat perusahaan patungan (joint venture) di dalam negeri.

"Perusahaan keluarga relatif lebih bisa bertahan dibandingkan perusahaan nonkeluarga, karena mereka juga menggunakan harta pribadi keluarga untuk mempertahankan bisnisnya. Mereka harus dibantu karena sudah berkorban seperti itu. Semangat ini yang antara lain mendasari Arrbey memberikan perhatian kepada perusahaan keluarga,” papar dia.***

Lihat juga: Bertahan Sambil Merancang Model Bisnis Baru

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN