Pelita Samudera Tambah Armada Kapal Induk & Tunda Senilai US$ 10,2 Juta i

Jajaran Direksi PT Pelita Samudera Shipping Tbk saat RUPSLB dan Paparan Publik Perseroan di Jakarta, Kamis (20/9).

Oleh : Mashud Toarik / MT | Selasa, 8 Januari 2019 | 17:25 WIB

Jakarta – Perusahaan logistik dan jasa angkutan laut, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSS) mengumumkan penandatanganan dua Perjanjian Jual dan Beli (SPA) untuk 1 unit Kapal Induk kelas Handysize dan 1 unit Kapal Tunda senilai US$ 10,2 Juta.

Emiten dengan kode perdagangan saham PSSI tersebut telah melakukan serah terima kedua unit tersebut di penghujung tahun 2018, sehingga dengan demikian Perseroan mengakhiri tahun 2018 dengan total armada sebanyak 80 unit, yang terdiri dari 38 unit Kapal Tunda, 37 unit Tongkang, 3 unit Fasilitas Muatan Apung dan 2 unit Kapal Induk (MV) kelas Handysize, dibandingkan dengan 77 unit di tahun 2017.

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Imelda Agustina Kiagoes mengatakan, penambahan armada ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Perseroan untuk melayani basis pelanggan yang lebih besar dan menggarap potensi pasar logistik yang baru di Indonesia.

“Hal ini seiring usaha Pemerintah yang sedang menggenjot infrastruktur berbasis maritim seperti pembangunan beberapa pelabuhan baru, bangkitnya industri pengolahan mineral Indonesia, dan tambahan pembangkit milik PLN, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan untuk industri logistik di tanah air,” paparnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, (8/1).

Seluruh investasi di tahun 2018 menurutnya dibiayai secara internal. Perseroan berinvestasi sekitar 9,7 juta dollar AS untuk 1 unit MV Handysize (32.000 dwt) (termasuk perlengkapan tambahan dan bendera) dan menamakan MV baru ini “Dewi Ambarwati”.
Sementara penambahan 1 unit Kapal Tunda (2x1.200 hp) yang diberi nama “JKW Mahakam VII” untuk menambah kekurangan kapal selama ini seiring dengan tingginya permintaan pengangkutan batu bara.

“Berkat arus kas Perseroan yang kuat serta strategi optimisasi aset, PSS masih belum menggunakan pembiayaan eksternal untuk investasi armadanya di tahun 2018,” ujarnya.

Sebagai catatan, Perseroan menghabiskan sekitar US$ 9,6 juta untuk belanja modal untuk periode 9 bulan 2018 (termasuk dry docks) sehingga tambahan unit MV dan kapal tunda ini akan mengangkat belanja modal secara year to date (YTD) menjadi sekitar US$ 19,8 juta dari sekitar US$ 15,7 juta di tahun 2017.

PSS mengalokasikan dana belanja modal sebesar US$ 40 juta sampai US$ 50 juta dollar AS di 2019, terutama untuk pembelian kapal tunda, tongkang dan kapal induk, tergantung perkembangan dan kondisi pasar.

Imelda menambahkan, untuk mendukung program ekspansi di tahun 2019, PSS telah menyiapkan rencana strategis untuk mengoptimisasi kapasitas posisi keuangan sesuai dengan target Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai tambah yang lebih tinggi bagi para pemegang saham.

 



Selengkapnya
 
MORE STORIES