Pelita Samudera Siapkan Investasi Kapal US$ 40-50 Juta i

Adi Hartadi selaku Head of Investor (kiri) dan Harry Thjen selaku Direktur PT Pelita Samudera Shipping Tbk saat konfrensi pers usai RUPSLB di Jakarta, Rabu, (5/11).

Oleh : Parluhutan / GOR | Rabu, 9 Januari 2019 | 09:30 WIB

JAKARTA – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menyiapkan investasi senilai US$ 40-50 juta tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pengadaan kapal tunda, tongkang, serta kapal induk.

Corporate Secretary Pelita Samudera Imelda Agustina Kiagoes mengatakan, pembelian kapal tahun ini akan disesuaikan dengan kondisi pasar. “Kami telah menganggarkan belanja modal sebesar US$ 40-50 juta tahun ini untuk pengadaan kapal,” tulisnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/1).

Pada 2018, perseroan merealisasikan belanja modal senilai US$ 19,8 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli satu unit kapal induk kelas Handysize, satu unit kapal tunda, dan dry docks kapal. "Serah terima kedua unit kapal tersebut telah dilaksanakan pada penghujung tahun 2018,” ujarnya.

Kehadiran dua kapal tersebut membuat total armada perseroan bertambah menjadi 80 unit hingga akhir 2018. Armada tersebut terdiri atas 38 unit kapal tunda, 37 unit tongkang, 3 unit fasilitas muatan apung dan 2 unit kapal induk (MV) kelas Handysize, dibandingkan dengan 77 unit di tahun 2017.

Penambahan armada ini, kata dia, menunjukkan komitmen berkelanjutan perseroan untuk melayani basis pelanggan yang lebih besar. Selain itu, perseroan berniat untuk menggarap pasar logistik di Indonesia, seiring dengan usaha pemerintah menggenjot infrastruktur berbasis maritim.

"Seluruh investasi di tahun 2018 dibiayai internal. Perseroan berinvestasi sekitar USD 9,7 juta untuk 1 unit MV Handysize dengan kapasitas 32.000 dwt, termasuk perlengkapan tambahan dan bendera serta menamakan MV baru ini Dewi Ambarwati," pungkasnya.

Penambahan 1 unit Kapal Tunda (2x1.200 hp) yang dinamai JKW Mahakam VII' untuk menambah kekurangan kapal selama ini, seiring dengan tingginya permintaan pengangkutan batubara. Adapun Pelita Samudera masih belum menggunakan pembiayaan eksternal untuk investasi armada pada 2018.

Perseroan sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk mendapatkan fasilitas pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman kontinjensi senilai US$ 12 juta.

Pijaman tersebut terdiri atas senilai US$ 10 juta sebagai pinjaman dalam jangka pendek dan sebesar US$2 juta merupakan fasilitas kontinjensi dari Citibank N.A. Indonesia. Fasilitas pinjaman ini tidak memiliki jaminan.

Pada 2019, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh sebesar 25-30% dengan margin laba bersih inti berkisar 10-12%. Ke depan, dia menjelaskan, perseroan akan melaksanakan pengembangan armada yang berkelanjutan untuk dapat melayani basis pelanggan yang lebih besar. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES