BTN Salurkan 574.444 Unit Senilai Rp 54,93 Triliun i

Jajaran direksu Bank BTN jumpa pers.

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Minggu, 28 Oktober 2018 | 21:49 WIB

JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai masuknya sebagai penyalur rumah subsidi lewat KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) berhasil mendongkrak kredit senilai Rp 220,07 triliuan pada kuartal III, naik dibandingkan dengan triwulan ke III tahun lalu. Selain itu, BTN berhasil menyalurkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sampai dengan bulan September mencapai 574.444 unit rumah, dengan nilai Rp 54,93 triliun.

“FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN lebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ungkap Direktur Utama Bank BTN, Maryono, saat jumpa pers di Menara Bank BTN, Jakarta, pekan kemarin.

Karena itu, kata Maryono, BTN terus intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran dalam mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah. KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35% dari total KPR perseroan memang melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi. Secara keseluruhan KPR hanya tumbuh sebesar 21,81% yoy atau sebesar Rp 163,61triliun.

Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 134,31triliun. Sementara KPR Subsidi melejit sebesar 30,11% yoy atau menjadi sebesar Rp 88,92 triliun lebih baik dibandingkan triwulan III/2017 yang mencapai Rp 68,34triliun. Sedangkan KPR non Subsidi tumbuh sebesar 13,22% yoy menjadi Rp 74,69 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 65,97triliun.

Sementara sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,41% yoy atau sebesar Rp 28,45triliun lebih tinggi dibandingkan triwulan III/2017 yang mencapai Rp 24,23triliun yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar yaitu mencapai 574.444 unit rumah, dengan nilai Rp 54,93 triliun per September 2018. “Dari pencapaian tersebut sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR Subsidi sementara sisanya dengan KPR Non Subsidi,” kata dia.

Sementara untuk kredit non perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,50% yoy menjadi Rp 19,67triliun dibandingkan triwulan III tahun lalu yang mencapai Rp 17,33triliun. Adapun kontribusi terbesar dari segmen kredit non perumahan adalah kredit komersial yang mengalir sebesar Rp15,05triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp 4,6triliun.

“Kami terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman, diantaranya baru-baru ini kami merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR Mikro dengan skema ABCG (Academy-Business- Community dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19-20% tahun ini,” katanya

Restrukturisasi di Palu
Sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan mengenai perlakuan khusus terhadap nasabah dan industri jasa keuangan yang terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, Bank BTN telah memberikan fasilitas restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak gempa maupun tsunami di Sulawesi Tengah.

Adapun jumlah debitur konsumer yang sudah mendapatkan fasilitas restrukturisasi berdasarkan data 23 Oktober 2018 adalah sebanyak 503 debitur. Berdasarkan laporan tim gabungan Business Continuity Management (BCM) tercatat sebanyak 7.870 debitur kredit konsumer yang sudah terinventarisi terdampak oleh bencana alam yang mengguncang 28 September lalu di Sulteng.

Adapun nilai pokok kredit KPR dari debitur kredit consumer yang terdampak tersebut mencapai Rp 589 miliar. Hingga saat ini tim BCM masih dalam proses menginventarisi sekitar 931 debitur kredit konsumer di wilayah tersebut. Sebagai informasi, Bank BTN memiliki sebanyak 10.118 debitur kredit konsumer di Sulteng, dengan nilai pokok kredit keseluruhan senilai Rp 742,05 miliar.

“Untuk debitur yang rumahnya rusak, baik rusak ringan maupun berat diberikan sejumlah fasilitas restrukturisasi dengan ketentuan pola restrukturisasi grace period dengan jangka waktu 2 tahun, diskon tunggakan bunga dan denda hingga 100% dan pernyataan lancar bagi debitur yang terdampak sampai jangka waktu grace period berakhir, dan Bank BTN juga akan memberikan kemudahan persyaratan restrukturisasi,” kata Maryono. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES