Sejuta Rumah Dorong Pertumbuhan Ekonomi i

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono, dalam acara Media Ghatering BTN

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Selasa, 4 Desember 2018 | 02:05 WIB

SEMARANG- Program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah berdampak positif bagi sektor ekonomi rakyat. Selain berdampak kepada 170 industri turunan lainnya, juga berdampak positif bagi masyarakat.

“Selain bisa mengurangi backlog perumahan, Program Sejuta Rumah juga telah membuat ekonomi rakyat terus menggeliat,” ungkap Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono, dalam acara Media Ghatering BTN, pekan lalu.

Lihat saja, kata Maryono, ketika dibangun perumahan di kawasan tertentu, maka ekonomi di daerah tersebut pun ikut bertumbuh, mulai dari kenaikan harga tanah, bermunculannya sentra ekonomi seperti pasar tradisional dan pasar malam hingga menjamurnya dagangan kuliner di komplek perumahan tersebut. Belum lagi bisnis material bangunan yang banyak permintaan dari para konsumen yang ingin merenovasi rumahnya menjadi lebih cantik.

“Jika investasi properti meningkat, kebutuhan rumah masyarakat terpenuhi. Setidaknya 170 industri turunan lainnya ikut terdongkrak dan banyak lapangan pekerjaan tersedia, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Maryono.

Maryono menjelaskan, bank BTN siap menyalurkan program pemerintah dalam mewujudkan Program Pembangunan Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Hal ini dibuktikan dengan penyaluran BTN terhadap program tersebut setiap tahun meningkat.

Dimana pada 2015, program Sejuta Rumah berhasil tercapai sebanyak 669.770 unit, 2016 naik menjadi 805.169 unit dan‎ pada 2017 terealisasi 904.758 unit. Tahun ini angka realisasi Program Sejuta Rumah juga diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN mulai ada peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

“Pada tahun ini BTN optimistis penyaluran KPR bisa tembus 750.000 unit. Hingga akhir September 2018 KPR yang sudah disalurkan sebanyak 574.444 unit senilai Rp54,933 triliun,” ujarnya.

Gandeng Mitra
Maryono menegaskan, dengan adanya program sejuta rumah kini memiliki hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak lagi sekedar mimpi. Salah satu mereka yang beruntung bisa menikmati fasilitas KPR subsidi dari BTN adalah para driver ojek online, marbot masjid, tukang bakso.

“Sekarang BTN juga berperan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang unbankable untuk memiliki rumah melalui kolaborasi Academy, Business, Community and Government,” katanya. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES