REI Tawarkan Investasi Properti Rp 68 Triliun di FIABCI Global Business Summit 2018 i

Ketua Umum DPP REI yang juga presiden FIABCI Asia Pasifik Soelaeman Soemawinata, di The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, Rabu (5 Desember 2018).

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Rabu, 5 Desember 2018 | 22:08 WIB

NUSA DUA- Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dalam pertemuan FIABCI Global Business Summit 2018 di Nusa Dua Bali menawarkan kepada perusahaan dan pengembang asing menanamkan investasi senilai Rp 68 triliun di Indonesia.

“Dalam pertemuan dengan pengembang dunia yang tergabung dalam FIABCI kami menawarkan proyek dan investasi di beberapa lokasi di Indonesia dengan nilai Rp 68 triliun,” ungkap Ketua Umum DPP REI yang juga presiden FIABCI Asia Pasifik Soelaeman Soemawinata, di The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, Rabu (5/12).

Eman sapaan akrab ketua umum REI ini menyatakan bahwa potensi investasi properti di Indonesia cukup besar dan ini perlu dukungan pendanaan dari asing untuk mengembangkan properti dan juga pariwisata dengan menggandeng asing masuk ke Indonesia. Salah satu yang ditawarkan kepada investor asing adalah 10 kawasan destinasi baru yang dikembangkan oleh pemerintah untuk dijadikan kawasan wisata terpadu.

“Sampai saat ini sudah ada perusahaan asing yang mau berinvestasi di Indonensia, terutama sektor perhotelan dan resort seperti dari asia, Jepang, Korea, Hongkong, Tiongkok, Timur Tengah dan ada juga dari Eropa dengan nilai Rp10 triliun,” kata Eman.

Karena itu, kata Eman, REI menilai pertemuan pengembang dunia di Bali ini menjadi suatu kehormatan, karena dari 36 kali diselenggarakannya Desember Meeting selama 72 tahun FIABCI berdiri, ini adalah kali pertama event Desember business meeting dilaksanakan di luar Benua Eropa.

“Tidak hanya menawarkan investasi sektor resrot saja, tetapi juga menawarkan properti hunian untuk kelas menengah dan sudah banyak perusahaan asing yang menyasar hunian kelas menengah bawah,” katanya.

Karena itu, REI mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperbaiki dan mempermudah proses perijinan yang sampai saat ini masih kendala bagi sektor swasta untuk mengembangkan sektor properti dan pariwisata.

“Sampai saat ini mayoritas lebih dari 95 % perijinan itu ada di daerah dan ini harus menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Wakil ketua umum DPP REI Hari Gani menyatakan bahwa, perusahaan perusahaan dan pengembang asing yang sudah masuk ke Indonesia sudah banyak masuk seperti di Jakarta, Tanjung Lesung, Batam, Lombok dan sejumlah lokasi lainnya.

“Rata rata mereka itu berinvestasi sektor pariwisata untuk bangun resort dan ini memang menjadi tujuan dari pemerintah,” kata Gani.

Ia juga berharap dalam pertemuan business Summit Meeting FIABCI ini banyak lagi investor asing yang mau berinvestasi di Indonesia mengembangkan properti. Sehingga berdampak posiitf bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.

Karena dampak dari pembangunan sektor properti bisa berdampak posiitf terhadap 174 industri turunan lainnya, sehingga multiplier efect sangat jelas dan mendorong indonesia akan lebih maju lagi.

Selain menawarkan investasi kepada perusahaan dan pengembang asing, dalam pertemuan tersebut juga, akan membahas satu tema yang diangkat adalah mengenai isu affordable housing atau rumah terjangkau untuk rakyat.

Seperti diketahui, hanya di Indonesia penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang melibatkan sektor swasta. Padahal di berbagai negara lain, seluruh rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selalu disediakan oleh Pemerintah. Isu ini menjadi salah satu kampanye yang terus digaungkan REI kepada negara-negara lain di dunia.

“REI terus mengkampanyekan Program Satu Juta Rumah sebagai role model penyediaan rumah terjangkau kepada negara-negara lain yang juga sedang berjuang memenuhi kebutuhan hunian bagi rakyatnya. FIABCI Global Business Summit 2018 menjadi momentum buat Indonesia memperkenalkan terobosan besar ini,” ujar Eman.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas DPP REI 2018, Paulus Totok Lusida menambahkan melalui rakernas REI dan pertemuan business meeting FIABCI ini akan merumuskan berbagai terobosan untuk mendukung pembangunan perumahan MBR. Terobosan ini akan dijadikan sebagai salah satu bagian dari Deklarasi Bali.

“Isu mengenai perumahan rakyat menjadi salah satu tema yang diangkat dalam FIABCI Global Business Summit 2018 di Bali. Dimana nantinya sekitar 600 peserta dari berbagai negara dan 1.000 anggota REI dari seluruh Indonesia akan mengetahui apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia di sektor perumahan rakyat,” ujar Totok yang juga merupakan Sekretaris Jenderal DPP REI itu. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES