ASN Tak Perlu BI Checking i

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata.

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Kamis, 6 Desember 2018 | 01:05 WIB

NUSA DUA- Pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) berharap pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggunakan skema khusus kepada aparatur sipil negara (ASN) yang ingin memiliki rumah. Hal ini untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN dan TNI/Polri.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, saat ini banyak sekali ASN dan TNI/Polri tidak lolos untuk KPR karena persyaratan yang terlalu berat.Salah satunya tidak lagi memberlakukan proses BI checking kepada ASN yang akan memiliki rumah. Alasannya ASN itu adalah pegawai pemerintah yang tidak akan dipecat dari pekerjaannya dengan sudah dijamin penghasilan dan kesejahteraannya.

“Dengan adanya keinginan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN, TNI/Polri, kami berharap usulan terobosan itu bisa membuat REI bergerak lebih cepat lagi untuk menyediakan rumah bagi para abdi negeri,” ungkap Soelaeman Soemawinata, di ajang Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas FIABCI) REI 2018 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

REI melihat pemerintah sudah punya program bagus salah satunya percepatan perumahan bagi ASN,TNI/Polri. Karena itu perlu skema khusus selain uang muka nol persen bagi ASN, sehingga percepatan yang direncanakan itu bisa cepat terwujud.

Dalam rangka terobosan bagi perumahan ASN ini maka REI lanjut Eman, demikian biasa disapa, sudah menjalin kerjasama dengan PT. Taspen, Jamkrindo, Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan, dan Korpri.

Dirjen Penyediaan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawwi Abdul Hamid menyambut positif langkah dari REI tersebut untuk membantu dan membangun rumah bagi ASN, TNI/Polri yang selama ini belum memiliki rumah.

Namun kata dia, pengembang untuk tidak meninggalkan program rumah MBR yang selama ini jadi fokus pemerintah dalam wujudkan program sejuta rumah. “Saya minta kalau ada program rumah bagi ASN, dan TNI/Polri untuk tidak mendinggalkan pembangunan rumah MBR. Karena memang harganya berbeda,” katanya. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES