Target Program Sejuta Rumah Terpenuhi i

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat FIABCIA Global Business Summit 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/18). Sekitar 56 proyek dari 17 pengembang anggota REI dengan total minimum investasi yang ditawarkan mencapai Rp 68 triliun.

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Kamis, 6 Desember 2018 | 22:24 WIB

NUSA DUA- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai program pembangunan sejuta rumah setiap tahun menunjukkan tren yang meningkat dan pada bulan November tahun 2018 ini telah tercapai 1.041.323 unit rumah.

“Angka menembus angka satu juta unit rumah untuk pertama kalinya dan ini tentu hasil kerjakeras dari semua pihak terutama pengembang yang tergabung dalam asosiasi seperti REI dan lainnya,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam acara pembukaan Global Business Summit yang diselenggarakan Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Basuki menyatakan, untuk membangun rumah rakyat masih banyak kendala, sehingga program sejuta rumah ini masih berat teralisasi. Karena masih banyak beberapa kendala, antara lain terbatasnya lahan murah untuk perumahan, masih adanya proses perizinan yang belum mengikuti kebijakan percepatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, dan kualitas rumah dan perumahan yang masih perlu ditingkatkan.

“Penyediaan perumahan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat memerlukan kontribusi dan peran dari Pemerintah, pemerintah daerah, para pengembang, perbankan, dan pihak terkait lainnya,” katanya.

Terkait hal ini peran REI sangatlah penting dan diharapkan kedepannya dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam menyediakan perumahan yang layak huni dan berkualitas serta terjangkau oleh MBR.

Selain peningkatan peran stakeholders, kita perlu terus mengupayakan inovasi dan terobosan, antara lain terbentuknya Land Banking System, mendorong inisiatif pembiayaan kreatif seperti micro credit, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan, serta kemitraan badan usaha dan partisipasi masyarakat serta mendorong pengembangan perumahan skala besar

Basuki juga berharap, Global Business Summit Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat internasional mengenai penyelenggaraan affordable housing yang melibatkan pihak swasta sebagai solusi penyediaan perumahan bagi MBR di dunia.

“Kami berahrap REI dapat terus menunjukkan kiprah yang semakin positif dalam rangka membantu pemerintah dalampenyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan pengembang yang tergabung dalam REI masih berkomitmen untuk membantu pemerintah wujudkan sejuta rumah. Tahun lalu, kata Eman, REI telah membangun 206.290 unit rumah subsidi dan 200.000 unit rumah komersial. Artinya di 2017 REI menyumbang lebih dari 400.000 unit rumah dari target sejuta rumah yang ditargetkan pemerintah. “REI membuktikan bahwa kami bekerja nyata bersama pemerintah untuk membangun rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Eman.

Berdasarkan data PPDPP, dari total 11.568 pengembang rumah subsidi di seluruh Indonesia, sekitar 5.014 pengembang diantaranya adalah pengembang REI. Sehingga, tambah Eman, pihaknya cukup percaya diri menyebutkan bahwa REI adalah asosiasi pengembang tertua dan asosiasi pengembang rumah rakyat terbesar di seluruh Indonesia. Dan inilah wujud nyata kontribusi REI terhadap pembangunan rumah rakyat.

Menurut dia, Program Satu Juta Rumah adalah sebuah kesempatan bagi anggota REI untuk berbisnis, beramal dan berbakti. Berbisnis, karena menjadi ladang usaha para pengembang menengah bawah di seluruh Indonesia. Beramal, karena menyediakan rumah terjangkau dan layak huni untuk membantu rakyat khususnya yang berpenghasilan rendah. Serta Berbakti, karena melalui program ini, anggota REI dapat menunjukkan idealisme pengembang swasta untuk rakyat. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES