Pembangunan Rusun Terintegrasi Dihadiri Tiga Menteri i

Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meresmikan rusun terintegrasi

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Selasa, 11 Desember 2018 | 00:24 WIB

JAKARTA- Mendukung program pembangunan sejuta rumah tiga menteri langsung meresmikan pembangunan (groundbreaking) proyek properti dengan konsep TOD (transit Oriented Development) di Tangerang.

Ketiga menteri tersebut adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Peresmian hunian terintegrasi di 3 stasiun, Rawa Buntu, Jurangmangu dan Cisauk ini merupakan sinergi antar BUMN yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau.

Menteri Perhubungan Budi Karya, menyambut baik pembangunan hunian TOD yang dikerjakan oleh BUMN ini. Karena hunian TOD ini berdampak positif dalam mengurangi kemacetan di Jakarta dan Jabodetabek dan masyarakat mulai beralih dari kendaraan menggunakan transportasi masal seperti kereta api.

Menurutnya, dampak dari banyaknya pergerakan dan mobilitas pekerjaan dengan menggunakan kendaraan bermotor sangat merugikan ekonomi cukup besar. Budi mencatat bahwa banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang sekitar 18 juta motor yang beredar di Jakarta membuat hal tersebut pergerakan harian di jabodetabek mencapai 47, 5 juta perjalanan sehari.

Hal tersebut membuat sangat berat ekonomi dimana data Bapennas bahwa ada kerugian ekonomi senilai Rp 97,5 triliun dalam satu tahun akibat kemacetan tersebut. Bahkan untuk kawasan Jabodetabek bisa mencapai Rp 100 triliun lebih.

“Oleh karenanya inisiasi inisiasi yang dilakukan oleh perusahaan BUMN untuk efesienei pergerakan sangat dibutuhkan dan TOD adalah langkah cerdas yang kita lakukan karena bisa mengurangi hal tersebut,” kata Budi Karya, dalam sambutannya, di Tangerang, Banten, Senin (10/12).

Direktur Pengembangan Perumnas Galih Prahananto mengatakan, dibangunnya hunian vertikal dan terintegrasi dengan kereta api ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempermudah tempat pekerjaan dan tempat tinggal. Selain itu juga untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke tempat pekerjaan.

“Konsep hunian terintegrasi transportasi sudah kami lakukan sebelumnya di Stasiun Tanjung Barat Jakarta dan Stasiun Pondok Cina Depok. Ini merupakan hunian terintegrasi ketiga yang akan kami kembangkan di Stasiun Rawa Buntu Tangerang Selatan,” kata Galih.

Minat yang luar biasa dari masyarakat pada kedua proyek sebelumnya, membuat Perumnas optimis konsep terintegrasi seperti ini diminati oleh masyarakat, terutama kalangan milinial. Karena menjaga ketepatan waktu dalam pembangunannya.

“Melalui hunian menempel dengan Stasiun Rawa Buntu ini, maka akan banyak lagi hunian terjangkau yang dapat diserap oleh masyarakat,” katanya.

Proyek TOD Rawa Buntu ini namakan Mahata Serpong yang akan berdiri di atas lahan seluas 24.626 m2 dengan total unit 3.632 hunian. Tahap pertama dibangun 3 menara dari total 6 menara. Ketiga menara pada tahap pertama ini terdiri dari 1.816 unit dengan bauran 330 hunian subsidi dan 1486 hunian non subsidi.

“Pembangunan Mahata Serpong akan dilakukan mulai akhir tahun ini dan perkiraan selesai tahun 2020,” kata Galih.
PT Hutama Karya (Persero) selaku BUMN Kontruksi mendukung program sejuta rumah melalui anak usahanya PT HK Realtindo (HKR) yang bergerak di bidang Properti dengan mengembangkan hunian terintegrasi transportasi serupa di Stasiun Jurangmangu.

“Total unit yang akan dibangun oleh PT HK Realtindo di kawasan stasiun ini sebanyak 4.510 unit dan akan terbagi menjadi enam menara di atas lahan seluas 4,6 hektare (ha).” tutur Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo.

Sementara itu, di Stasiun Cisauk pengembangan hunian terintegrasi transportasi dilakukan oleh PT Adhi Commuter Properti, yang merupan anak Perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dengan nama Cisauk Point.

“Di Kawasan ini akan dibangun 6 menara dengan 2.641 unit hunian. Tahap pertama, sebanyak 832 unit dengan bauran 300 unit hunian subsidi dan 532 unit non subsidi,” tutur Budi Harto selaku Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES