Rilis KPR Lelang, BTN Optimistis NPL Turun di Bawah 2,5% i

Soft Launching KPR Lelang Bank BTN di Bogor, Jumat, (14/12).

Oleh : Mashud Toarik / MT | Jumat, 14 Desember 2018 | 15:16 WIB
Kategori :

Bogor – Pada akhir tahun buku 2018, Bank BTN optimistis dapat menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di bawah 2,5%. Per September 2018, posisi NPL BTN berada di level 2,65%.

Direktur BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan salah satu langkah menurunkan angka kredit bermasalah tadi yaitu meluncurkan KPR Lelang. Selain itu BTN sedang merancang pola kerjasama penjualan NPL Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kredit proyek properti yang terbengkalai dengan salah satu BUMN.

“Kami harapkan penandatanngan kerjasama tersebut dilakukan dalam waktu dekat, adapun penjualan kredit bermasalah tersebut dilakukan dengan cassie,” ujar Nixon saat soft launching KPR Lelang di Bogor, Jumat (14/12).

Tak hanya menurunkan NPL, peluncuran produk KPR Lelang menurutnya juga dimaksudkan untuk menjawab tingginya peminat rumah sitaan atau aset yang dilelang lewat portal www.rumahmurahbtn.co.id.

KPR Lelang menurut Nixon dikhususkan bagi nasabah yang ingin mendapatkan pembiayaan untuk rumah yang berhasil mereka dapatkan lewat proses lelang.

“Kami mengamati bahwa peminat rumah lelang mengalami tren peningkatan setiap bulan, tercatat sebanyak 7.063 peminat dan sekitar 30% diantaranya tertarik menggunakan KPR untuk melunasi rumah hasil lelang tersebut,” katanya.

Nixon menjelaskan, sejak diluncurkan pada 9 Februari 2018, situs khusus rumah lelang Bank BTN mengalami peningkatan pengunjung maupun peminat. Total aset yang terjual lewat lelang tersebut per 10 Desember 2018 mencapai 986 unit dengan nilai Rp216 miliar.

Adapun data jumlah aset yang dilelang hingga pekan ini mencapai 12.424 unit dengan total nilai agunan mencapai Rp1,7 trilliun dengan jumlah pengunjung laman mencapai 1,4 juta pengunjung. Sementara sekitar 7 ribu pengunjung diantaranya menyatakan berminat mengikuti lelang.

Adapun rumah lelang yang paling laris adalah yang harganya berkisar sekitar Rp100 juta hingga sekitar Rp300 juta dengan lokasi favorit di wilayah Bekasi, Depok, Serpong Banten, Semarang, Purwakarta Jawa Barat, Jambi, Balikpapan dan Makassar.

“Setelah kami data, mereka sangat membutuhkan KPR untuk membiayainya sehingga kami menyiapkan satu produk baru yang diharapkan dapat menjawab permintaan pasar tersebut,” kata Nixon.

Dipaparkannya untuk menikmati KPR Lelang, ada sejumlah prosedur yang harus dilewati nasabah. Pertama, segera mengikuti proses lelang ketika sudah menemukan properti yang diminati di situs www.rumahmurahbtn.co.id. Kedua, melakukan survei rumah lelang dengan menginformasikannya kepada petugas Kantor Cabang BTN terdekat.

Ketiga, membuat akun di portal Ditjen Kekayaan Negara di www.lelang.go.id. Keempat, nasabah memberikan setoran uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditentukan atau sesuai ketentuan DJKN terkait minimal penyetoran uang jaminan untuk dapat mengikuti lelang. Kelima, nasabah kemudian bisa memproses KPR di Bank BTN sampai dengan proses Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit. Keenam, adalah mengikuti lelang di KPKNL dimana aset didaftarkan.

“Jika menang lelang, maka akad kredit bisa segera dilaksanakan sekitar sepekan kemudian, kalau kalah maka uang jaminan tadi dikembalikan ke nasabah,” kata Nixon.

Senada dengan Nixon, Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria mengaku potensi KPR Lelang akan makin besar ke depannya karena jumlah peminat rumah lelang BTN yang makin tinggi.

KPR Lelang tersebut, menurut Budi sama dengan KPR biasa pada umumnya. Yang membedakan adalah jenis agunannya adalah rumah hasil lelang Bank BTN. Sementara uang mukanya diperhitungkan menggunakan uang jaminan yang disetor saat nasabah mengikuti proses lelang.

Adapun Ketentuan KPR Lelang sama dengan KPR secondhand atau pemilikan rumah second (bukan dari developer).

“Jadi bunga pinjaman dapat diberikan suku bunga promo yang berlaku saat itu sesuai dengan kriteria debitur (suku bunga promo saat ini 8,25% fixed 2 tahun dan fixed 3 tahun). Tenor terpanjang untuk KPR sampai dengan 25 Tahun sedangkan KPA sampai dengan 15 tahun,” kata Budi.



Selengkapnya
 
MORE STORIES