Luncurkan KPR Lelang, BTN Jual 12 Ribu Unit Rumah i

Direktur Bank BTN, Nixon LP Napitupulu saat soft launching KPR Lelang di Bogor, Jumat (14 Desember 2018).

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:31 WIB

BOGOR- Menanggapi tingginya masyarakat peminat rumah sitaan atau aset yang dilelang lewat portal, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar soft launching produk terbarunya KPR Lelang. Saat ini sekitar 12.424 unit senilai Rp1,7 triliun siap dilelang.

KPR Lelang merupakan fitur baru yang dikembangkan BTN untuk produk KPR yang dikhususkan bagi nasabah yang ingin mendapatkan pembiayaan untuk rumah yang berhasil mereka dapatkan lewat proses lelang.

“Kami mengamati bahwa peminat rumah rumah lelang yang dilakukan setiap bulan mengalami tren peningkatan, tercatat sebanyak 7.063 peminat dan sekitar 30% di antaranya tertarik menggunakan KPR untuk melunasi rumah hasil lelang tersebut,” ungkap Direktur Bank BTN, Nixon LP Napitupulu saat soft launching KPR Lelang di Bogor, Jumat (14/12).

Nixon menjelaskan, sejak diluncurkan pada bulan Februari 2018, situs khusus rumah lelang Bank BTN yaitu www.rumahmurahbtn mengalami peningkatan pengunjung maupun peminat. Total aset yang terjual lewat lelang tersebut per 10 Desember 2018 mencapai 986 unit dengan nilai Rp216 miliar.

Data jumlah aset yang dilelang hingga pekan ini mencapai 12.424 unit dengan total nilai agunan mencapai Rp1,7 trilliun dengan jumlah pengunjung laman mencapai 1,4 juta pengunjung. Sementara sekitar 7 ribu pengunjung diantaranya menyatakan berminat mengikuti lelang.

Adapun rumah lelang yang paling laris adalah yang harganya berkisar sekitar Rp100 juta hingga sekitar Rp300 juta dengan lokasi favorit di wilayah Bekasi, Depok, Serpong Banten, Semarang, Purwakarta Jawa Barat, Jambi, Balikpapan dan Makassar.

“Setelah kami data, mereka sangat membutuhkan KPR untuk membiayainya, sehingga kami menyiapkan satu produk baru yang diharapkan dapat menjawab permintaan pasar tersebut,” kata Nixon.

Untuk menikmati KPR Lelang, sejumlah prosedur yang harus dilewati nasabah. Pertama, segera mengikuti proses lelang ketika sudah menemukan properti yang diminati di situs www.rumahmurahbtn.co.id. Kedua, melakukan survei rumah lelang dengan menginformasikannya kepada petugas Kantor Cabang BTN terdekat.

Ketiga, membuat akun di portal Ditjen Kekayaan Negara di www.lelang.go.id. Keempat, nasabah memberikan setoran uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditentukan atau sesuai ketentuan DJKN terkait minimal penyetoran uang jaminan untuk dapat mengikuti lelang. Kelima, nasabah kemudian bisa memproses KPR di Bank BTN sampai dengan proses Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit. Keenam, adalah mengikuti lelang di KPKNL dimana aset didaftarkan.

“Jika menang lelang, maka akad kredit bisa segera dilaksanakan sekitar sepekan kemudian, kalau kalah maka uang jaminan tadi dikembalikan ke nasabah,” kata Nixon.

Senada dengan Nixon, Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria mengaku potensi KPR Lelang akan makin besar ke depannya karena jumlah peminat rumah lelang BTN yang makin tinggi.

KPR Lelang tersebut, menurut Budi sama dengan KPR biasa pada umumnya. Yang membedakan adalah jenis agunannya adalah rumah hasil lelang Bank BTN. Sementara uang mukanya diperhitungkan menggunakan uang jaminan yang disetor saat nasabah mengikuti proses lelang. Adapun Ketentuan KPR Lelang sama dengan KPR Secondhand atau pemilikan rumah second (bukan dari developer).

“Jadi bunga pinjaman dapat diberikan suku bunga promo yang berlaku saat itu sesuai dengan kriteria debitur (suku bunga promo saat ini 8,25% fixed 2 tahun dan fixed 3 tahun). Tenor terpanjang untuk KPR sampai dengan 25 Tahun sedangkan KPA sampai dengan 15 tahun,” kata Budi.

Target dari KPR lelang, menurut Budi maupun Nixon adalah mengurangi aset mangkrak menjadi aset bernilai, serta memperbaiki NPL atau Non Performing Loan Bank BTN dan rumah lelang bisa dijadikan investasi yang baik karena harga properti cenderung meningkat.

“Kami berharap dengan KPR lelang, makin banyak peminat rumah lelang Bank BTN, NPL berkurang, penyaluran KPR meningkat, ” tutup Nixon. (*)

 



Selengkapnya
 
MORE STORIES