Podo Joyo Masyhur Bangun Hunian Shoji Land i

Shoji Land (Sumber: lamudi)

Oleh : Amrozi Amenan / GOR | Senin, 17 Desember 2018 | 21:17 WIB

SIDOARJO- Podo Joyo Masyhur (PJM) Group membangun komplek hunian Shoji Land, di lahan seluas 42 hektare (ha) di kawasan Sidoarjo barat, Jawa Timur. PJM menyiapkan dana Rp300 miliar dari kas internal perusahaan untuk pengembangan proyek itu.

Marketing Manager Shoji Land, Martin Riyadi mengungkapkan, Shoji Land mengusung konsep hunian bernuansa ala Jepang dengan bunga sakura di sekitarnya. Shoji Land juga memiliki beberapa fasilitas ala Jepang mulai Japanese Grand Entrance Gate, Japanese Town Hall/Club House, Japanese Concept Commercial Area, Japanese Food Market, Onsen Pool, Thematic Pool, sampai Koi Pond.

“Bahkan, untuk pembeli akan kami beri hadiah sepeda untuk digunakan di perumahan. Ini sesuai dengan tradisi warga Jepang yang suka bersepeda,” kata Martin, di Surabaya, pekan lalu.

Untuk tahap awal, jelas dia, Shoji Land menyiapkan 777 rumah dengan luas lahan 12 ha. Dari jumlah unit tersebut, saat ini sudah terjual sebanyak 250 unit yang terdiri atas tiga klaster. Harga per unit rumah mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar.

“Perumahan dua lantai ini secara khusus menyasar kalangan milenial atau keluarga baru,” ujar Martin.

Martin mengutarakan, lokasi proyek yang berdekatan dengan Jalan Lingkar Barat (JLB) Sidoarjo barat memberi prospek yang bagus bagi investasi. Karena proyek JLB merupakan salah satu program prioritas yang masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo. “Karena lokasinya dekat dengan JLB, proyek hunian ini berpotensi menjadi kawasan pusat ekonomi baru di Sidoarjo,” kata dia.

Pimpinan Proyek Shoji Land, Herry Djauhari menegaskan, rencananya proyek tahap pertama dikerjakan awal 2019. Dan, diharapkan pada Nopember 2019 sudah bisa dilakukan serah terima ke konsumen.

Pembangunan proyek hunian ini tidak bergantung pada jumlah cicilan yang dibayarkan oleh konsumen. “Meski cicilan baru dua bulan, unit yang dibeli akan tetap dikerjakan,” tandasnya. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES