2019, Wika Gedung Andalkan Residensial i

wika gedung

Oleh : Edo Rusyanto / GOR | Selasa, 15 Januari 2019 | 14:25 WIB

JAKARTA - PT Wijaya Karya Gedung Tbk (Wika Gedung) masih mengandalkan sektor residensial untuk mendongkrak pendapatan 2019. Tahun ini, anak PT Wijaya Karya Tbk itu membidik kontrak Rp 22,78 triliun, melonjak 37,4% dibandingkan 2018.

"Tipe proyek yang kami sasar tahun 2019 terdiri atas office 24%, public facilities 30%, residential 35% sedangkan sisanya porsi komersial,” ujar Direktur Utama Wuka Gedung, Nariman Prasetyo, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (14/1).

Dia menambahkan, hal itu tidak terlepas dari situasi ekonomi saat ini. Contoh, meningkatnya alokasi RAPBN 2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) khususnya pada infrastruktur pemukiman dan perumahan yang meningkat.

Optimisme Wika Gedung, kata Nariman, juga mencuat seiring fokus pemerintah dalam menggukirkan program satu juta rumah. Lalu, program perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta program pembangunan rumah susun.

Di sisi lain, kata Nariman, optimisme juga karena perkiraan ekonomi yang tumbuh 5,3% pada 2019. Kemudian, juga ditopang oleh pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2019 yang mengharuskan setiap orang mengikuti BPJS kesehatan secara penuh. "Maka kami fokus mengembangkan bisnis design & build, investasi dan konsesi terkait dengan perkembangan infrastruktur tersebut," tuturnya.

Contohnya, antara lain di bidang kebandarudaraan, mass transportation termasuk social infrastructure seperti rumah sakit dan pendidikan.

Menurut Nariman, komposisi perolehan kontrak baru tahun 2019 direncanakan berasal dari pemerintah sebanyak 33%. Lalu, BUMN 31% dan swasta 36%,.

Dari komposisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa Wika Gedung memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari Wijaya Karya.

Total kontrak dihadapi 2019 terdiri atas target kontrak baru tahun 2019 sebesar Rp 11,98 triliun. Lalu, carry over tahun 2018 sebesar Rp 10,80 triliun.

Sementara itu, untuk penjualan (termasuk penjualan KSO) Wika Gedung menargetkan Rp7,73 triliun atau naik 31,46% dari target tahun 2018 sebesar Rp5,88 triliun. Lalu, target laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 533 miliar atau naik 20,32% dari target tahun 2018 sebesar Rp443 miliar.

Untuk pengembangan bisnis tahun 2019, jelas Nariman, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp 1,13 triliun. Dana itu dimanfaatkan untuk fixed asset, capital investment and acquisition, serta business development. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES