Presiden Resmikan Pembangunan Rumah Subsidi bagi Tukang Cukur i

Presiden Joko Widodo, usai melakukan Peletakan Batu Pertama Perumahan Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Sabtu (19 Januari 2019)

Oleh : Imam Muzakir / GOR | Selasa, 22 Januari 2019 | 22:06 WIB

GARUT- Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan rumah bersubsidi bagi para tukang cukur di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Memangkas Rambut Garut (PPRG) tersebut dapat memiliki rumah tipe 30/ 60 dengan angsuran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) hanya Rp 800.000 per bulan.

“Ini rumah contoh yang akan dibangun tipe 30 tanahnya seluas 60 meter. lebar ini rumahnya,” ujar Presiden Joko Widodo, usai melakukan Peletakan Batu Pertama Perumahan Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Sabtu (19/1).

Presiden menjelaskan, cicilan yang harus dibayarkan oleh anggota PPRG per bulan adalah Rp 800 ribu. Adapun harga jual rumah sekitar Rp 130 juta. Pembangunan rumah PPRG di Garut ini rencana akan dibangun sebanyak 500 unit. Untuk tahap pertama akan dibangun 150 unit.

“Perumahan PPRG ini sudah laku 140 rumah. Artinya minat dari anggota PPRG sudah ambil cukup tinggi. Tinggal sisanya berikutnya menyusul," tandasnya.

Untuk mensukseskan Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program penyediaan perumahan, pemerintah akan menyiapkan bantuan perumahan di provinsi dengan menggandeng komunitas-komunitas. “Kalau komunitas menghendaki nantinya fasilitas kredit disiapkan pemerintah lewar subsidi FLPP. Bagus kan,” katanya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan akan terus mendorong para pekerja non formal yang tergabung dalam komunitas bisa memiliki rumah dengan mendapatkan subsidi perumahan.

“Ini ada sejarahnya, kebetulan saya pengguna jasa cukur di sekitar Pasar Santa, Jakarta. Saya tanya Pak Irawan, tukang cukur saya, berapa uang yang dikirim ke kampung halaman? Setiap minggu Rp 400 ribu katanya. Sudah punya rumah? Belum katanya. Padahal mereka mampu mengangsur KPR. Kementerian PUPR ada KPR FLPP yang juga disalurkan BTN. Saya tanyakan apakah BTN bisa memfasilitasi PPRG. Kemudian dirapatkan oleh BTN dan PPRG agar sesuai dengan proses,” kata Menteri Basuki.

Rumah yang ditawarkan memiliki konstruksi struktur beton bertulang, bata merah dengan pintu dan kusen kayu. Rangka atap menggunakan rangka baja ringan, genteng metal dan plafon GRC. Selain itu dilengkapi listrik 900 watt dan sumur air tanah.
Perumahan PPRG mengusung konsep perumahan wisata dimana juga akan dibangun Museum Cukur dan Sekolah Cukur. Perumahan juga dilengkapi fasum lainnya seperti masjid, klinik, jalan lingkungan dan penerangan jalan.

Ketua PPRG Irawan mengatakan jumlah anggotanya saat ini sebanyak 4.000 orang dan masih banyak yang belum memiliki rimah. “Kami sangat sulit mendapatkan KPR karena sebagai pekerja non formal kurang dipercaya besaran penghasilan kami. Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah kini pekerja non formal bisa mendapatkan KPR Subsidi,” kata Irawan. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES