Menperin: Indonesia Diuntungkan Perang Dagang AS-Tiongkok i

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Indonesia Outlook 2019 dalam rangkaian ajang World Economic Forum Annual Meeting 2019 di Davos, Swiss, Selasa (22/1) waktu setempat.

Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB | Kamis, 24 Januari 2019 | 09:58 WIB
Kategori :

Davos - Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat ternyata membuka peluang bagi Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (menperin) Airlangga Hartarto kepada CNBC di sela-sela World Economic Forum di Davos.

Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan diuntungkan oleh perang tarif yang mengancam pertumbuhan ekonomi dunia. Para pengamat mengatakan bahwa perang dagang AS-Tiongkok akan mempercepat rencana perusahaan merelokasi rantai produksi dan distribusi mereka dari Tiongkok ke Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Menperin mengatakan pergeseran produksi ke Indonesia sedang terjadi. Dia mengatakan sejumlah perusahaan tekstil dan alas kaki telah menjajaki peluang untuk relokasi dari Tiongkok ke Indonesia. Ekspor besi Indonesia ke AS juga melonjak signifikan di tengah-tengah kenaikan tarif impor besi dan aluminium AS yang diterapkan Presiden Donald Trump Maret lalu.

Menurut data Kementerian, ekspor besi dan baja ke AS naik 87,7 persen year-on-year selama periode Januari-November 2018. Di periode yang sama, ekspor ke AS secara keseluruhan naik 3 persen.

Meskipun RI diuntungkan oleh perang dagang, Airlangga mengatakan bahwa perang dagang pada akhirnya bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia.

"Menurutnya saya melambatnya pertumbuhan ekonomi tidak baik untuk kita semua..(Melambatnya perekonomian Indonesia) tidak baik bagi penciptaan lapangan kerja," kata Airlangga.



Selengkapnya
 
MORE STORIES