BFI Finance Targetkan Pembiayaan Rp 1,8 Triliun di Jatim i

Regional Manager BFI Wilayah Sidoarjo Bambang, Ketua Forum IKM Jatim M. Oskar, Regional Manager Jatim BFI Finance Tang Eng Han, dan Regional Manager BFI Wilayah Surabaya Medy Murdianata saat peluncuran program BFI Srikandi di Townsquare Surabaya,

Oleh : Amrozi Amenan / FER | Minggu, 10 Februari 2019 | 19:59 WIB
Kategori :

Surabaya, Beritasatu.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk menggandeng para pengusaha wanita di Jawa Timur melalui program BFI Srikandi untuk memenuhi target pembiayaan di Jatim sebesar Rp 1,8 triliun pada 2019.

Regional Manager Jatim BFI Finance, Tang Eng Han, mengatakan, saat ini kosumen BFI Finance dari kalangan pengusaha wanita di Jatim mencapai 30 persen. Mereka adalah bagian dari 60 persen pengusaha wanita yang turut menggerakkan perekonomian di Jatim.

"Potensi para wanita sangat besar buat BFI. Itu sebabnya kita menggandeng mereka melalui program 'BFI Srikandi' yang kita gulirkan di Jatim," kata Tang Eng di sela peluncuran program BFI Srikandi di Townsquare Surabaya, Sabtu (9/2).

Lebih lanjut, Tan Eng menjelaskan, melalui program BFI Srikandi, sinergi dengan pengusaha wanita di Jatim yang selama ini sudah terjalin akan semakin kuat. Sehingga, pada akhirnya nanti kontribusi Jatim yang sekarang 32 persen juga akan bertumbuh.

"Saat ini, kontribusi Jatim disumbang dari pembiayaan mobil bekas 58 persen, sepeda motor 20 persen dan sisanya properti. Kami tahun ini menargetkan pembiayaan di Jatim sebesar Rp 1,8 triliun," ujar Tan Eng.

Menurut Tan Eng, BFI Finance mulai tahun ini juga memperkuat kerja sama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) di Jatim. Tak hanya fokus pada pembiayaan, BFI Finance juga memberikan pendampingan, pelatihan serta akses ke pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Forum IKM Jatim, M Oskar menjelaskan, saat ini di Jatim terdapat 3.000 IKM dengan 10.000 produk yang dimilikinya. Mereka membutuhkan pembiayaan untuk menghadirkan mesin-mesin berteknologi baru untuk memperbesar akses mereka ke pasar yang lebih luas.

"Selama ini, produk-produk IKM di Jatim selain dipasarkan di Jatim juga ke luar pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Bali. Mereka butuh mesin pengolahan dan mesin packaging," ujar Oskar.

 



Selengkapnya
 
MORE STORIES