Cara Penanganan Darurat Pasien Serangan Jantung Akut i

Interventional Cardiologist Dr. M. Barri Fahmi (kanan) didampingi oleh Dr. Jeffrey Wirianta (kiri) memberikan penjelasan tentang gejala penyakit jantung dan penanganannya di Rumah Sakit Jantung Diagram, Depok, Rabu 5 Desember 2018. Rumah Sakit Jantung Diagram memperkenalkan tindakan "Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) sebagai tindakan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner.

Oleh : Indah Handayani / GOR | Jumat, 7 Desember 2018 | 08:24 WIB

JAKARTA – Penyakit Jantung koroner (PJK) adalah penyebab kematian terbesar di dunia. Serangan Jantung merupakan kontributor terbesar yang menyebabkan kematian pada pasien dengan PJK. Untuk itu, penanangan emergency (darurat) pada pasien serangan jantung akut sangat penting untuk mencegah kematian, terutama pada masa emas, yaitu 12 jam setelah terjadinya serangan.

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group dr M Barri Fahmi SpJP mengatakan serangan jantung dapat dikenali dari gejala yang khas. Biasanya, ada tiga ciri khas gejala tersebut.

Pertama, adalah sifat rasa nyerinya seperti ditekan, ditindih atau rasa seperti dihantam benda tumpul. Bukan seperti ditusuk-tusuk atau disayat. Serta, durasi nyeri pun berlangsung selama 15-20 menit.

Kedua, pencetusnya. Misalnya saja stres emosional atau fisik. Ketiga, gejala yang mereda.

“Namun, serangan jantung kerap tidak menunjukan gejala khas pada beberapa orang, terutama pada perempuan, usia lanjut, dan penderita diabetes. Hal itu disebabkan oleh neuropati diabteik yang dapat merusak saraf mengatur kerja jantung. Tak heran apabila serangan jantung pada penderita diabetes disebut dengan serangan hening,” papar dia di sela media gathering RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group di Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/12).

Untuk lebih mengidentifikasi terjadinya serangan jantung, lanjut dr Barri, diperlukan pula hasil pola gambaran elektrokardiografi ( EKG) yang jelas, hasil laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik, serta pemeriksaan lain yang menunjang (ekokardiografi, dan atau kateterisasi jantung).

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, dikenal juga dengan nama pembuluh darah koroner. Karena serangan jantung terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung, sehingga diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner.

“Tindakan tersebut dikenal dengan nama Primary Percutaneous Coronary Intervention ( PPCI ),” jelas dr Barri.

Menurut dr Barri, PPCI adalah tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung.

Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan didukung oleh tim perawat yang berpengalaman. PPCI menggunakan bius lokal dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha.

Pasien sadar penuh selama prosedur dan bisa berkomunikasi dengan dokter setiap saat. Setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang stent atau ring. Durasi dari tindakan ini berkisar 1 – 2 jam, tergantung dari beratnya sumbatan yang ditemukan. Setelah dilakukan pemasangan stent atau ring, pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut. “Jika tidak ada penyulit atau komplikasi biasanya pasien bisa pulang dalam waktu 4 - 5 hari,” kata dr Barri. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES