Bulog Jatim Gelar OP Beras Sampai Akhir Tahun i

Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/11) pagi.

Oleh : Amrozi Amenan / GOR | Jumat, 11 Januari 2019 | 18:21 WIB

SIDOARJO – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) menjamin stabilitas harga beras medium sepanjang tahun ini. Alasannya, pasokan beras medium yang memang mencukupi dan kegiatan operasi pasar (OP) yang dilakukan merata sampai ke pasar tradisional di daerah. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Jatim mencapai 620.248 ton.

Kepala Perum Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim mengatakan, ketersediaan pasokan beras yang cukup sangat mempengaruhi fluktuasi harga di pasaran. Saat ini, ketersediaan beras yang tersimpan di seluruh gudang Bulog di Jatim yang berkapasitas 1,20 juta ton mencapai 620.248 ton.

“Pasokan beras sebanyak itu sebenarnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin stabilitas harga beras sepanjang tahun ini,” kata dia usai Peluncuran Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) Beras Medium di Buduran, Sidoarjo, Jatim, Kamis (10/1).

Namun, untuk memastikan stabilitas harga beras di seluruh daerah, Bulog bersama dengan Satgas Pangan di kabupaten telah meminta restu pemerintah daerah agar bisa menggelar OP beras medium dan mendistribusikan di pasar tradisional mulai di kabupaten, kecamatan, hingga kampung-kampung di desa di Jatim.

Bulog juga akan menggerakkan jalur distribusinya melalui Rumah Pangan Kita (RPK), mitra Bulog, dan canvassing di daerah-daerah terutama untuk distribusi beras medium. ”Langkah itu yang kita lakukan dalam program KPSH Beras Medium kali ini,“kata dia.

Pada peluncuran kegiatan KPSH Beras Medium di area wilayah kerja Surabaya Utara tersebut, Bulog melepas 10 armada yang akan didistribusikan ke Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Genteng, Pasar Keputran, dan Pasar Tambah Rejo di Surabaya, Pasar Larangan, Pasar Krian dan Pasar Sukodono di Sidoarjo dan Pasar Manyar dan Pasar Kebomas di Gresik.

Setiap armada membawa beras medium sebanyak 1,50 ton serta beras premium 1 ton, minyak 120 liter, dan gula 500 kg. Selain di tiga wilayah itu, Bulog Divre Jatim sebelumnya telah melakukan kegiatan yang sama untuk kabupaten/kota yang lainnya di Jatim secara serentak pada 2-3 Januari 2019. Kegiatan KPSH dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi harga beras medium agar tetap stabil serta di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tersedia pasokannya di masyarakat.

Menurut Hasyim, intervensi pasar secara masif melalui kegiatan KPSH Beras Medium menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai upaya stabilisasi harga beras untuk meredam kenaikan harga dan/atau mencegah terjadinya kenaikan harga, serta meningkatkan pasokan beras medium guna menjaga ketersediaan pasokan beras medium di masyarakat.

Pelaksanaan KPSH Beras Medium dengan menggunakan CBP ini bertujuan agar konsumen mendapatkan harga beras yang terjangkau dan terjaga daya belinya, serta dapat membantu menyeimbangkan pasokan beras di pasar.

Dengan ditunjang kecukupan pasokan beras serta kegiatan KPSH sebelumnya, harga beras medium menjelang akhir tahun sampai awal tahun kemarin di sejumlah pasar tradisional di Jatim rata-rata stabil di bawah harga HET, yakni Rp 9.450 per kilogram (kg).

“Ditambah lagi dengan peluncuran KPSH Beras Medium, harga beras medium tentunya akan stabil sampai akhir tahun ini,” tandasnya. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES