Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investment Talk dengan tema tema

Investment Talk dengan tema tema "Post Pandemic Logistic" diselenggarakan D'Origin, Kamis (13/1/2022)

Tren Indeks Transportasi Bullish

Jumat, 14 Januari 2022 | 06:56 WIB
S.R Listyorini

JAKARTA, Investor.id – Indeks saham sektor transportasi menunjukkan tren bullish, bahkan berpotensi membuat all time high baru, seiring akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meningkatnya mobilitas masyarakat dan logistik akan mendorong sektor transportasi tumbuh 20-25% tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Antonius Siahaan, Head of Business & Management Study Program Swiss German University. "Berkembangnya digital economy telah mengubah perilaku konsumen yang mendorong peningkatkan sektor logistik," katanya dalam Investment Talk yang diselenggarakan D'Origin, Kamis (13/1/2022).

Selain Anton Siahaan, diskusi yang mengambil tema "Post Pandemic Logistic" tersebut menghadirkan Darmawan Suryadi, Presiden Direktur PT Armada Jaya Trans Tbk (JAYA), Umar Abdullah, Komisaris Independen JAYA, dan Alex Sukandar, Founder dari kurikulumsaham.com. Diskusi dipandu oleh Cynthia Nadeak, Director of D'Origin Advisory.

Menurut Anton, sektor transportasi mengalami pemulihan besar-besaran pada 2021, dengan pertumbuhan pada kuartal II-2021 sebesar 25,1% (yoy). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi mengalami kenaikan terbesar di antara semua industri.

Faktor kunci yang mendukung pertumbuhan sektor ini, kata dia, meningkatnya mobilitas masyarakat yang ditandai naiknya penumpang di semua bentuk transportasi, juga peningkatan volume kargo dari kegiatan ekspor-impor.

Pada September 2021, ekspor impor Indonesia tumbuh masing-masing 64% dan 55,3%. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memperkirakan industri akan tumbuh sebesar 7% pada tahun 2021 dan berharap untuk terus meningkat hingga mencapai tingkat pra-pandemi dengan pertumbuhan lebih dari 10%.

Selain itu, pesatnya peningkatan transaksi e-commerce juga akan memainkan faktor kunci di tahun-tahun mendatang. Nilai transaksi dari e-commerce diperkirakan akan meningkat sebesar 20% setiap tahun hingga tahun 2025.

Hal senada diungkapkan oleh Alex Sukandar, analis teknikal. Menurut dia, indeks sektor transportasi yang saat ini berada di kisaran 1650 berpotensi membuat all time high baru pada level 1756. “Sektor transportasi masih menarik tahun ini,” tambahnya.

Indeks Transportasi
Indeks Transportasi

Utilisasi Armada

Mengantisipasi kenaikan pertumbuhan sektor transportasi, JAYA akan fokus untuk meningkatkan utilisasi armada dan optimalisasi SDM untuk meningkatkan layanan kepada klien.

Presiden Direktur PT Armada Jaya Trans Tbk (JAYA), Darmawan Suryadi, mengatakapn perseroan. "Kami mempunyai 104 dump truk dan semua aktif beroperasi untuk meningkatkan utilisasi armada," kata Darmawan.

Perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada Februari 2019 itu bergerak dalam bidang angkutan multimoda dan jasa pengurusan transportasi. Spesialisasi JAYA adalah bidang truk angkutan barang dan kini mengembangkan devisi baru yakni long box truck fleet untuk melayani pelanggan e-commerce.

Sementara itu, Umar Abdullah, Komisaris Independen JAYA mengatakan bahwa perseroan siap ekspansi tahun ini. Dana hasil right issue sekitar Rp 39 miliar dengan debt equity ratio (DER) sekitar 10,15% akan membuat perseroan leluasa untuk melakukan ekspansi usaha.

Menurut analis teknikal Alex Sukandar, target jangka pendek saham JAYA di level 246 (upside +17.14%) dan SL : 184 (risk -12.38%). Sedangkan jangka panjang TP : 300 (upside +42.86%) dan SL : 170 (risk -19.05%).

Dalam rilis laporan ke BEI, JAYA akan melaksanakan pembagian dividen interim untuk tahun buku Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan nilai total  Rp2.250.000.630 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2022.

Adapun jadwal pembagian dividen sebagai berikut:

 - Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 21 Januari 2022.

- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 24 Januari 2022.

- Cum Dividen di Pasar Tunai pada 25 Januari 2022.

-  Ex Dividen di Pasar Tuna pada 26 Januari 2022.

- Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 25 Januari 2022.

- Pembayaran Dividen pada 10 Februari 2022.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN