Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Apa itu Desentralisasi? Berikut Pengertian dan Contohnya...

Jumat, 13 Mei 2022 | 14:35 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Belakangan ini, istilah desentralisasi semakin sering digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kripto. Desentralisasi memiliki arti yang berbeda-beda, tergantung pada fokus industri yang sedang dibahas. Misalnya saja dalam organisasi, desentralisasi adalah bentuk spesifik dari struktur organisasi di mana manajemen tertinggi mendelegasikan tanggung jawab pengambilan keputusan kepada pihak di bawahnya. Dalam dunia bisnis, desentralisasi sangat dibutuhkan untuk membangun sistem yang lebih efisien.

Dalam organisasi, desentralisasi dilakukan dengan mendelegasikan tanggung jawab dan pengambilan keputusan kepada beberapa orang dan tidak berfokus kepada satu orang saja. Pada dasarnya, salah satu kelebihan utama dari desentralisasi adalah untuk membuat sistem yang lebih efisien. Selain itu, beberapa kelebihan lainnya dari desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Bisa membantu organisasi tumbuh secara keseluruhan.
  • Mendorong akuntabilitas dan transparansi.
  • Mengembangkan lebih banyak pemimpin.
  • Melahirkan inovasi dan fleksibilitas.
  • Komunikasi yang lebih efisien.
  • Pengambilan keputusan cepat.
  • Kemudahan ekspansi
  • Pengawasan serta kontrol yang lebih baik.
  • Kelemahan Desentralisasi

Baca juga: Perkenalkan, Platform Terdesentralisasi Myriad Social

Meskipun terlihat membawa banyak dampak positif, dilansir dari Pintu Academy, terdapat beberapa kekurangan dari sistem desentralisasi dalam suatu organisasi, yaitu:

  • Kesulitan koordinasi organisasi secara keseluruhan
  • Tidak ideal bagi organisasi yang baru berdiri
  • Menimbulkan potensi persaingan yang tidak sehat
  • Kemungkinan terjadinya tumpang-tindih pengambilan keputusan dan tanggung jawab

Beberapa contoh desentralisasi dalam aspek kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

1.Desentralisasi Politik

Desentralisasi politik membutuhkan reformasi konstitusi atau Undang-Undang, pengembangan partai politik, pembentukan unit politik lokal, hingga dorongan dari kelompok kepentingan publik yang efektif.

Salah satu contoh nyata dari desentralisasi politik yaitu penyerahan beberapa tugas dari lembaga teratas ke lembaga di bawahnya, contohnya pemerintah daerah yang membantu tugas pemerintah pusat agar pekerjaan lebih efisien dengan cakupan yang lebih meluas.

Baca juga: Matrixport Perluas Penawaran Keuangan Terdesentralisasi Pusat dengan AMM Farming

2.Desentralisasi Fiskal

Desentralisasi fiskal merupakan salah satu fungsi desentralisasi di bidang keuangan. Apabila pemerintah maupun perusahaan swasta ingin menjalankan fungsi desentralisasi secara efektif, maka mereka perlu memiliki wewenang yang cukup untuk pengambilan keputusan pengeluaran entitas bersangkutan. Salah satu contoh desentralisasi fiskal adalah pembagian kewenangan pemungutan pajak maupun belanja pelayanan publik dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

3.Desentralisasi dalam Dunia Blockchain dan Kripto

Contoh desentralisasi terakhir yaitu ada pada dunia blockchain dan kripto. Beberapa kelebihan dari kripto yang bekerja di atas blockchain adalah memungkinkan transaksi tanpa perantara, relatif aman, dan transaksi yang lebih murah dan cepat.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN