Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vier Abdul Jamal, praktisi pasar modal (kiri) bersama Aziz (kanan), penyandang tunanetra yang berinvestasi saham di pasar modal

Vier Abdul Jamal, praktisi pasar modal (kiri) bersama Aziz (kanan), penyandang tunanetra yang berinvestasi saham di pasar modal

Begini Pengalaman Penyandang Tunanetra Trading Saham via Ponsel

Jumat, 29 Juli 2022 | 11:28 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id- Penyandang tunanetra bisa menabung atau bertransaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lewat aplikasi tertentu di telepon seluler (ponsel), transaksi saham bisa berjalan mulus.

“Saya bertransaksi saham dibantu oleh aplikasi talkback di ponsel android yang mengubah tulisan menjadi suara,” ujar Aziz, penyandang tunanetra kepada Investor Daily, di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Advertisement

Dia bercerita, awal mengenal perdagangan saham dari temannya yang ikut pelatihan sebuah sekuritas di Surabaya, Jawa Timur. “Kalau saya, belajar secara otodidak dari youtube dan media sosial,” tutur pria berusia 29 tahun itu.

Awal masuk ke dunia saham, kata Aziz, dirinya membeli sebuah saham untuk ditabung. Sekitar empat bulan, nilai sahamnya menyusut. “Saya rugi sekitar Rp 2 juta,” ujar Aziz yang melakoni dunia trading saham sejak 11 bulan lalu.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sambung dia, apalagi ketika istrinya dirumahkan oleh tempat kantornya bekerja, membuat dia kian antusias trading saham. Modal untuk investasi saham diambil dari uang tabungannya sebesar Rp 10 juta. “Tabungan itu saya kumpulkan sejak usia 20 tahun. Saya tidak ingin menyusahkan orang lain, termasuk orang tua, jadi investasi saham dari modal sendiri,” ujar pria yang tinggal di Surabaya itu.

Kini, tambah dia, nilai uang untuk transaksi saham harian sekitar Rp 10 juta.

Aziz juga mengaku masih mendapati sedikit kendala yakni manakala materi yang menjadi rujukan menyajikan banyak gambar atau grafik. “Kendalanya adalah gambar atau grafik itu tidak bisa diterjemahkan menjadi suara,” sergah pria beranak satu tersebut.

Menurut praktisi pasar modal, Vier Abdul Jamal, orang berkebutuhan khusus, termasuk penyandang tunanetra dapat bertransaksi saham untuk membantu perekonomian. “Ketika pandemi dan sektor formal tidak mengakomodasi mereka, orang berkebutuhan khusus bisa masuk ke dunia saham. Saya ingin bantu mereka agar perekonomiannya menjadi lebih baik,” papar pria yang berkecimpung di dunia saham sejak puluhan tahun lalu itu.

Dia menambahkan, penyandang tunanetra seperti Aziz menjadi salah satu contoh bagaimana berinvestasi saham bisa dilakukan oleh semua orang. “Dia pernah mendapat untung hingga 25%. Karena itu, saya mengajak semua sekuritas memfasilitasi orang berkebutuhan khusus, termasuk penyandang tunanetra untuk berinvestasi saham,” ujar Vier yang dijuluki Legenda Pasar Modal tersebut.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN