Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lo Kheng Hong (Dok pribadi/Ist)

Lo Kheng Hong (Dok pribadi/Ist)

Bukan Value Investing! Lo Kheng Hong Awalnya Pakai Strategi Beli Saham IPO, Listing Jual

Kamis, 22 September 2022 | 20:32 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Investor legendaris Lo Kheng Hong menceritakan pengalamannya saat pertama kali membeli saham pada 1989.

Ternyata, ‘Warren Buffett Indonesia’ ini tak langsung menerapkan pendekatan value investing. Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, malah memakai ‘jurus’ beli saham saat emitennya menggelar initial public offering (IPO) lalu langsung menjualnya ketika pertama kali listing.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Yang Pegang Saham BCA (BBCA) dari IPO, Tinggal Tidur saja Jadi Orang Kaya

“Tentu saya sama sekali buta tentang saham. Jadi saya membeli saham tanpa pengetahuan sama sekali. Waktu itu strategi saya bukan value investing, tapi strategi saya pertama kali adalah beli saham IPO ketika listing saya jual,” kata Lo Kheng Hong dikutip dari kanal YouTube HungryStock, Kamis (22/9/2022).

Menurut dia, strategi beli saat IPO jual ketika listing, bukan tanpa alasannya. Pasalnya, kala itu, perusahaan-perusahaan yang menggelar IPO, setelah listing perdana, harga sahamnya langsung naik.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Rumah Depan Kediaman Warren Buffett Dijual, Saya Mau Beli, eh...

“Jadi strategi saya bukan value investing, saya gak tahu itu value investing itu apa. Baca laporan keuangan pun enggak. Jadi saya betul-betul beli saham waktu IPO ketika listing saya jual. Saham yang pertama saya beli adalah Gajah Surya Multifinance,” terang Pak Lo.

Baca juga: Kirim Uang Tak Bisa Online, Lo Kheng Hong: Kena Limit Bank, Transfer Saya Besar-besar

Namun sayang, perkiraan Lo Kheng Hong kala meleset. Nyatanya, saham yang pertama dibelinya langsung ambruk saat listing.

“Saya membeli, antrean panjang di Gedung BDNI di Jalan Gajah Mada, di Hayam Wuruk. Itu saya pikir demand-nya begitu kuat yang jual hanya sedikit. Ketika listing pasti naik. Ternyata bukan science. Demand tinggi yang suplai sedikit bukan harga sahamnya naik, malah turun,” papar Lo Kheng Hong.

Baca juga: Dijual ke Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (ABMM), Entitas Ini sekarang hanya Pegang 100 Saham GEMS

“Jadi saya karena tujuannya begitu listing jual ya begitu listing saya jual jadi rugi. Kedua kali pun begitu. Beli saham Astragraphia beli ketika IPO, ketika listing turun ya rugi. Jadi sebetulnya pertama kali saya membeli saham strateginya bukan value investing tapi beli saham IPO jual ketika listing dan sama sekali tidak mempunyai pengetahuan sama sekali, hanya ikut-ikutan saja,” imbuhnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com