Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Belajar membaca tren saham dalam edukasi yang diselenggarakan Komunitas Investa.

Belajar membaca tren saham dalam edukasi yang diselenggarakan Komunitas Investa.

Belajar Membaca Tren Saham

Sabtu, 14 November 2020 | 08:06 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Pergerakan harga saham sangat dinamis karena pasar saham merupakan kumpulan investor yang mempunyai perilaku berbeda-beda dan unik, serta motif yang tidak sama dalam berdagang saham.

Untuk itu, investor harus belajar cara membaca tren pergerakan saham agar tidak salah dalam mengambil keputusan, yang bisa menyebabkan kerugian.

"Trading saham tak hanya membutuhkan ilmu, tapi juga seni. Yang terpenting adalah bagaimana kita nyaman dengan strategi yang kita pilih untuk mendapatkan keuntungan maksimal," kata Dwi Cahyo, analis teknikal yang memperdalam strategi Ichimoku dalam pelatihan yang diselenggarakan komunitas Investa, belum lama ini.

Menurut dia, masing-masing orang mempunyai strategi yang berbeda karena kebutuhan dan waktu yang dipakai untuk mencermati pergerakan harga juga tidak sama. "Kalau orang sibuk, strategi trading jangka pendek (one day trading) tentu tidak cocok. Mungkin lebih cocok untuk investasi dengan horison jangka menengah atau panjang," tambahnya.

Dwi Tjahjo, analis teknikal dari KOmunitas Investa yang memperdalam strategi Ichimoku
Dwi Tjahjo, analis teknikal dari KOmunitas Investa yang memperdalam strategi Ichimoku

Tren, kata dia, merupakan suatu kecenderungan atau kondisi dimana terdapat suatu jenis pergerakan yang mendominasi harga saham/garfik saham dan sifatnya berlanjut.

Ada tiga tren dalam pasar saham

1. Trend Bullish

Dimulai dari Fase akumulasi (accumulation phase), yaitu periode ketika investor yang "punya informasi" melakukan aksi beli atau aksi jual secara aktif, berlawanan dengan opini umum pasar. Dalam fase ini, harga aset tidak banyak berubah karena para investor yang punya info itu adalah minoritas.

Setelah itu memasuki fase panic buying. "Ketika pasar mulai "menangkap" dan "meniru" para investor tadi, maka perubahan harga secara cepat terjadi.

Dalam fase kedua, para investor berbasis teknikal mulai ikut berpartisipasi. Fase dua terus berlanjut hingga spekulasi mulai menjamur.

Setelah spekulasi meluas, para investor yang tanggap di fase pertama mulai melepas aset yang dipegangnya atau yang disebut fase excess.

2. Tren bearish

Fase dimulai dengan distribusi secara besar-besaran hingga terjadi panic selling dan terus berlanjut hingga muncul tanda-tanda akan berakhir.

3.Tren sideways.

Dalam fase ini, pergerakan harga naik turunnya dalam suatu kisaran terbatas yang cukup sempit.

Tren pergerakan harga saham
Tren pergerakan harga saham

Lantas, kapan investor harus membeli atau menjual saham? Sebelum melakukan trading, harus menganalisa terlebih dahulu saham yang akan dibeli.

- Tentukan horison waktu investasi.

- Menggunakan grafik analisa teknikaluntuk mencari lembah guna menentukan support, dan mencari harga tertinggi pada penutupan untuk menentukan resisten.

- Tren dikonfirmasi oleh volume perdagangan.

- Pasar saham sudah memperhitungkan semua berita.

- Indeks bursa harus saling mengkonfirmasi.

- Tren selalu berlanjut hingga muncul tanda-tanda jelas yang menunjukka tren sudah berakhir. "Kalau tren bearish, belinya ya saat harganya sudah berhasil mantul. Demikian juga sebaliknya," kata Dwi Tjahjo.

Tren pergerakan harga saham
Tren pergerakan harga saham

Agar tidak ketinggalan dalam membaca tren, investor perlu mencermati saham-saham yang akan dibeli sehingga mendapatkan keuntungan yang maksimal. KArena dari pengamatan selama ini, investor ritel seringkali terlambat, dan membeli dipucuk harga ketika fase bullish sudah menunjukkan sinyal akan berakhir.

Tren pembelian saham
Tren pembelian saham

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN