Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua GK Center Kelik Wirawan memberikan sambutan dalam webinar yang mengusung tema

Ketua GK Center Kelik Wirawan memberikan sambutan dalam webinar yang mengusung tema "Pemulihan Ekonomi Nasional: Apa Langkah Prioritas yang Diperlukan?

WEBINAR GK CENTER

Belanja Pangkal Pemulihan Ekonomi

Minggu, 2 Agustus 2020 | 21:37 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat sektor riil macet, kunci untuk memulihkan ekonomi Indonesia adalah menaikkan konsumsi domestik.

Belanja adalah pangkal pemulihan ekonomi. Caranya dengan memperluas bantuan langsung tunai (BLT) untuk meningkatkan daya beli masyarakat, penjaminan kredit kepada UMKM, dan pemberian subsidi bunga.

Hal itu terungkap dalam webinar GK Center, belum lama ini, yang mengambil tema "Pemulihan Ekonomi Nasional: Apa Langkah Prioritas yang Diperlukan?" Diskusi itu menghadirkan pembicara, antara lain ekonom Chatib Basri dan pengusaha Sandiaga Uno.

Chatib Basri yang kini menjadi Preskom Bank Mandiri mengatakan, ekonomi tidak mungkin kembali 100% sebelum pandemi diselesaikan. Dengan demikian antara faktor kesehatan dan ekonomi harus mendapat perhatian yang sama, karena jika hanya salah satu yang dijadikan fokus, faktor satunya akan kolaps.

Chatib yang pernah menjadi menteri keuangan melakukan studi tentang kondisi ekonomi saat ini. "Hasil studi menunjukkan, kalau konsumsi naik maka investasi akan naik. Tetapi tidak sebaliknya," kata dia.

Mengapa? Karena kalau ada permintaan maka dunia usaha akan merespons dengan menambah produksi, dan untuk itu diperlukan kredit bank. Saat ini, loan to deposit ratio (LDR) rata-rata bank rendah karena tidak ada permintaan.

Sebaliknya, jika investasi dinaikkan dengan menggenjot produksi, tetapi tidak ada daya beli, maka barang-barang produksi tersebut hanya akan menjadi stok. "Belanja pangkal pemulihan ekonomi," tegasnya.

Untuk meningkatkan belanja, kata dia, tidak bisa mengandalkan eksternal karena ekonomi global sedang krisis. "Jadi konsumsi dalam negeri yang harus ditingkatkan," ujarnya.

Caranya, dengan memperluas BLT. "Kalau kelompok miskin dikasih uang mereka akan belanja untuk kebutuhan sehari-hari, sedang kelompok menengah atas kalau di kasih uang akan ditabung. Jadi berikan uang kepada kelompok miskin," jelasnya.

Ia mengusulkan agar program BLT diperluas, yakni 40% dari penduduk yang berpendapatan terbawah. Selain itu, jumlah BLT bisa dinaikkan dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta.

Ia memperkirakan terdapat sekitar 30 juta rumah tangga miskin (menengah ke bawah). Jika mereka mendapat Rp 1 juta satu bulan, maka program ini akan menyerap anggaran Rp 30 triliun. Jika dilakukan selama 4 bulan makan jumlahnya menjadi Rp 120 triliun.

Problem yang terjadi saat ini sektor riil tidak jalan sehingga tidak bisa mengembalikan kreditnya dan penyerapan anggaran juga rendah.

"Terjadi credit crunch karena bank juga takut memberi pinjaman," ujarnya.

Ia menyarankan agar konsumsi dalam negeri dinaikkan melalui perluasan program BLT. Di sisi finansial, bank yang tak berani memberikan pinjaman kepada UMKM diberi penjaminan kredit dan subsidi bunga. "Dengan demikian kredit akan kembali mengalir," ujarnya.

Menurut dia, insentif pajak dalam situasi saat ini tidak efektif karena sektor riil sendiri macet. "Dari dana pemulihan ekonomi nasional yang besar penyerapannya adalah bansos, sedangkan insentif pajak banyak tidak terpakai," jelasnya.

Ia mengusulkan agar dana untuk insentif pajak diubah peruntukkannya menjadi bansos dan BLT, penjaminan kredit UMKM, serta subsidi bunga. "Jika ini jalan, baru setelah itu diikuti kebijkana moneter dan lainnya," ujarnya.

Ia berharap, kuartal ketiga ekonomi Indonesia bisa positif, sebab jika negatif maka akan masuk resesi karena telah dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

GK Center

GK Center suatu wadah relawan Jokowi yang berdiri sejak 2011 oleh para Alumni Kemahasiswaan yang berasal dari Solo di bawah pimpinan Kelik Wirawan. Anggotanya tersebar di seluruh Nusantara dan Luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Prancis dan lain lain.

Organisasi yang beranggotakan sekitar 2000 orang aktif membantu Pemerintah dalam sosialisasi pencegahan pandemi Covid-19 di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Dalam sambutan pengantar Kelik Wirawan menekankan bahwa Pemerintah telah memberikan stimulus baik bidang kesehatan (kemanusiaan) maupun ekonomi agar Indonesia segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Peserta webinar sekitar 400 orang diluar Youtube Live  terdiri dari Pengusaha termasuk UMKM, BUMN, Akademisi, tingkat internasional. Didy

Budiono selaku Host dan  Sekjen GK Center, berharap kedepan situasi semakin kondusif dan masyarakat disiplin menjalani new normal untuk pemulihan ekonomi nasional.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN