Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Praktisi Financial Planner Ferry Chandra CFP /Foto: Investor.id/Listyorini

Praktisi Financial Planner Ferry Chandra CFP /Foto: Investor.id/Listyorini

"Diet" Belanja untuk Milenial

Listyorini, Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:31 WIB

Jakarta, investor.id – Sejumlah survei menyebutkan bahwa gaya hidup kaum milenial berbeda dengan generasi sebelumnya. Kaum milenial ditengarai suka jalan-jalan, pesta, dan yang pasti tidak bisa lepas dari gadget.

Yang mencengangkan, hasil survei dari Rumah 123 menyebutkan bahwa tiga tahun mendatang atau tahun 2020, hanya 5% kaum milenial (kelahiran 1982-1995) yang sanggup membeli rumah. Berbeda dengan hasil survei IDN Research Institute dan Alvara Research Center yang melakukan pebelitian pada September 2018. Disebutkan, milenial senior yang berusia 28-35 tahun sebanyak 58% ingin menjadi orang tua yang baik dan berkeinginan memiliki rumah (51,5%).

Dari sisi belanja, survei Delloitte menyebutkan bahwa belanja kaum milenial nyaris sama dengan orang tuanya, hanya saja mereka menyukai barang-barang diskon, dan ala carte. Umumnya generasi milenial menyukai gaya hidup praktis dan simpel.

Praktisi Financial Planner Ferry Chandra CFP menjelaskan tentang pentingnya generasi milenial menjalani "diet" harian untuk pengelolaan uang, seperti menjaga badannya. Jika mereka rela diet dan sport untuk mendapatkan tubuh yang ideal, milenial juga harus mau "diet" belanja agar bisa sejahtera di masa tuanya. "Setelah pensiun banyak yang susah hidupnya karena sudah tidak kerja, " katanya dalam Financial Planning Forum 2019 yang diselenggarakan oleh Financial Planner Association Indonesia (FPAI) bersama lembaga sertifikasi profesi Financial Planning Standard Board Indonesia (FPSB) di Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, rata-rata usia manusia 73 tahun. Kaum milenial rata-rata menikah usia 24 – 28 tahun dan punya anak usia 29 tahun. Perjalanan milenial ke usia 73 tahun masih 44 tahun yang harus diisi dengan menabung dan merencanakan keuangan dengan baik untuk masa tuanya. Sebab, sejumlah penelitian menyebutkan 41% kaum milenial tidak punya tabungan.

"Setelah menikah beban biaya hidup bertambah. Apalagi kalau sudah punya anak, tegangan lebih tinggi," katanya. Belum lagi keperluan tak terduga, seperti anggota keluarga terkena sakit dan lain-lain. Ia menyarankan agar milineal mulai memikirkan "diet" belanja harian dengan memperhatikan sejumlah aspek:

1. Memiliki polis asuransi jiwa untuk memproteksi polusi sumber mata air (aset), sebelum uraian air mata akibat polusi seperti sakit penyakit. Karena biaya pengobatan sangat mahal.

2. Tingkatkan kemampuan menabung.

3. Porsi belanja dikurangi, dan menghindari belanja yang tidak perlu.

4. Sisihkan juga pendapatan untuk amal.

Ia menegaskan, adalah lebih baik menjadi orang kaya baru daripada orang miskin lama.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN